JOGJAKARTA - Kontes koi bergengsi yang diselenggarakan di Jogjakarta sukses menyedot perhatian ratusan pencinta ikan hias dari berbagai daerah. Ajang kompetisi skala nasional ini menjadi panggung pembuktian bagi kualitas koi lokal yang berhasil bersaing ketat dan menyabet deretan gelar juara utama, termasuk predikat Grand Champion. Keberhasilan para pembudidaya serta pemilik kolam lokal dalam memelihara koi berkelas terbukti mampu menyejajarkan kualitas spesimen dalam negeri dengan kualifikasi standar internasional.
Perhelatan yang berlangsung sangat meriah tersebut menghadirkan berbagai kelas kompetisi berdasarkan varietas dan ukuran panjang tubuh ikan. Proses penilaian dilakukan secara cermat oleh panel juri profesional yang menilai kriteria keindahan pola, kebersihan warna, hingga ketebalan postur tubuh koi. Sejak sesi awal penjurian, persaingan sengit sudah terlihat pada kategori varietas utama seperti Kohaku, Sanke, dan Showa yang memperebutkan poin tertinggi.
Suasana kompetisi semakin memanas saat memasuki sesi penentuan pemenang di kelas-kelas spesifik dan kualifikasi ukuran. Berbagai koi unggulan milik peserta dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah berhasil menembus papan atas dan mengamankan trofi kejuaraan. Dominasi ikan-ikan hasil budidaya lokal pada ajang ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri dan tren perawatan koi nasional yang terus melesat naik.
Persaingan Sengit Penjurian Varietas Utama
Tahapan penjurian diawali dengan penentuan posisi juara pada kelas reguler yang mempertandingkan varietas Kohaku, Sanke, dan Showa. Setiap juri memberikan nilai secara objektif melalui sistem penilaian langsung untuk memilih spesimen terbaik dari puluhan kontestan yang diterjunkan. Penilaian ketat mencakup kecerahan pigmen warna merah (beni), kebersihan warna dasar putih (shiroji), serta kerapian bercak hitam (sumi).
Baca Juga: Panduan Lengkap Program PTSL, Syarat, Biaya, dan Tahapan Sertifikasi Tanah
Pada kelas Sanke ukuran 33 sentimeter, salah satu koleksi milik tim Good One Voy Farm yang dibawa oleh peserta asal Batu sukses mengamankan posisi juara kedua. Meski baru diturunkan dalam kondisi tampilan yang belum sepenuhnya finish, spesimen tersebut berhasil mengungguli rival-rivalnya berkat keunggulan rangka tubuh dan kualitas genetik yang solid. Selain itu, varietas Ochiba impor koleksi tim yang sama turut menyumbangkan trofi dengan meraih juara pertama pada kelasnya.
Sementara itu, persaingan di kelas Showa juga berlangsung sangat kompetitif dengan partisipasi belasan koi berkualitas tinggi. Proses voting pemilihan juara pertama dilakukan secara tertutup oleh panitia juri untuk menjaga independensi keputusan akhir. Penggunaan Kertas voting tertutup digunakan juri demi menentukan koi dengan proporsi tubuh dan kecemerlangan warna yang paling sempurna di arena lomba.
Dominasi Produk Lokal Dolah Koi Farm dan Prestasi Pendatang Baru
Ajang kontes di Jogjakarta ini menjadi momen pembuktian luar biasa bagi produk hasil budidaya dalam negeri, khususnya dari kawasan Blitar dan Batu. Koleksi koi milik Pak Jay Purba yang bersumber dari pembudidaya Dolah Koi Farm sukses memborong tiga predikat bergengsi sekaligus. Koi produk lokal berusia 20 bulan tersebut berhasil meraih gelar Grand Champion Reguler, Grand Champion Indonesia, dan Best Variasi.
Spesimen luar biasa berukuran sekitar 63 hingga 64 sentimeter tersebut membuktikan bahwa penanganan intensif pada koi lokal mampu menghasilkan postur tubuh ideal serta warna yang sangat stabil. Keberhasilan Dolah Koi Farm menyabet deretan gelar utama ini mempertegas posisi Blitar sebagai salah satu sentra penghasil koi kualitas unggulan di tanah air. Prestasi ini sekaligus memberikan motivasi besar bagi para penangkar lokal untuk terus meningkatkan standar pemijahan.
Di sisi lain, kejutan juga datang dari peserta pendatang baru bernama Juan yang memboyong koi hasil rawatannya ke arena kontes. Meskipun baru dua kali berpartisipasi dalam ajang pameran dan lomba koi resmi, Juan sukses menyabet piala Junior Champion melalui varietas Tategoi ukuran 35 sentimeter. Kemenangan tersebut diraih berkat kedisiplinan pemeliharaan fasilitas kolam di wilayah Batu serta bimbingan dari para praktisi senior.
Penentuan Gelar Grand Champion dan Runner Up
Puncak acara kontes koi Jogjakarta ditandai dengan penentuan gelar Grand Champion Lokal Indonesia yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta dan pengunjung. Pertarungan sengit terjadi pada kategori ukuran besar 65 sentimeter yang mempertemukan varietas Sanke dan Kohaku unggulan. Panel juri melakukan perhitungan suara secara langsung di hadapan para penonton yang memadati area panggung utama.
Dalam penentuan akhir untuk kategori Sanke ukuran 65 sentimeter versus 60 sentimeter, Sanke 65 sentimeter tampil dominan dengan mengumpulkan poin mutlak dari mayoritas juri. Hasil voting tersebut mengantarkan Sanke 65 sentimeter meraih gelar Grand Champion Lokal, sementara spesimen Sanke ukuran 60 sentimeter berhak atas predikat Runner Up Grand Champion. Sorak sorai penonton membahana saat pengumuman pemenang dibacakan oleh panitia.
Sementara itu, pada perebutan piala Grand Champion Indonesia kategori Kohaku 65 sentimeter, keunggulan mutlak kembali tercipta. Kohaku milik peserta Bank S berhasil menyapu bersih 11 poin dari seluruh juri yang bertugas. Kemenangan mutlak ini memastikan Kohaku 65 sentimeter tersebut memboyong piala kejuaraan utama Grand Champion Indonesia beserta paket penghargaan dari pihak sponsor.
Dukungan Spesifikasi Teknis Fasilitas Arena Kontes
Kelancaran pelaksanaan kontes koi Jogjakarta tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung di lokasi acara. Kualitas air dan sirkulasi oksigen pada bak-bak penampungan kontestan menjadi faktor krusial untuk menjaga stamina serta kondisi fisik koi selama penjurian berlangsung. Panitia mengandalkan peralatan aerasi berteknologi tinggi untuk memastikan seluruh ikan tetap dalam kondisi bugar.
Sistem aerasi di seluruh arena pertandingan didukung penuh oleh penggunaan 10 unit aerator merek Rise. Setiap unit aerator mampu menyuplai udara secara stabil ke beberapa titik bak penampungan melalui dua saluran output utama. Kapasitas dorongan semburan udara yang kuat dari peralatan ini terbukti efektif menjaga kadar oksigen terlarut tetap optimal di tengah padatnya jumlah kontestan.
Penerapan standar teknis yang ketat pada fasilitas arena memberikan rasa aman bagi para pemilik koi yang mengikutsertakan koleksi kesayangannya. Dengan jaminan sirkulasi air yang baik, seluruh koi yang bertanding dapat menunjukkan performa warna dan keaktifan gerakan secara maksimal di depan para juri. Kesuksesan manajemen fasilitas ini mendapat apresiasi positif dari para peserta kontes.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: wahana koi