JAKARTA - Pembawa acara kondang Irfan Hakim kembali menerima penambahan empat ekor koi jumbo impor asal Jepang dari kolektor koi Hartono. Prosesi penyerahan empat spesimen berukuran panjang hingga 80 sentimeter tersebut dipusatkan di area kolam pendopo fasilitas penangkaran deHakims. Penambahan armada koi berukuran raksasa ini ditujukan sebagai sarana edukasi interaktif bagi anak-anak serta pengunjung fasilitas deHakims.
Kedatangan empat koi jumbo ini disambut langsung oleh Irfan Hakim dengan mengenakan pakaian kimono khas Jepang di area pendopo. Keempat spesimen ikan hias tersebut diangkut menggunakan boks kargo maskapai Garuda Indonesia yang menandakan riwayat pengiriman udara internasional. Langkah penyerahan ini merupakan bagian dari komitmen Hartono dalam mengedukasi masyarakat mengenai potensi pertumbuhan fisik koi impor secara maksimal.
Dengan masuknya empat spesimen baru tersebut, total koleksi koi jumbo milik Hartono yang berada di bawah perawatan fasilitas pendopo deHakims kini genap berjumlah tujuh ekor. Hartono dijadwalkan akan mengirimkan satu spesimen koi berukuran paling besar (king size) untuk melengkapi total delapan ekor koi raksasa di area pendopo.
Penataan Ulang dan Pemindahan Spesimen Koi Pendopo
Guna menampung kedatangan spesimen raksasa baru, tim perawat kolam deHakims melakukan proses penyortiran dan pemindahan (relokasi) ikan hias secara menyeluruh. Koi-koi berukuran sedang yang sebelumnya menghuni kolam pendopo dipindahkan menuju fasilitas kolam tengah. Langkah penataan ruang kolam ini diterapkan agar persaingan ruang gerak serta asupan pakan antarspesimen tetap seimbang.
Baca Juga: Balik Nama Sertifikat Tanah Tanpa Notaris Bisa Dilakukan, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Proses pemindahan koi dari kolam pendopo menuju kolam tengah melibatkan bantuan putra Irfan Hakim, Jalu, beserta tim perawat penangkaran. Sebanyak tujuh ekor koi berukuran sedang berhasil dipindahkan secara bertahap menggunakan jaring penampungan khusus. Seluruh proses penanganan fisik ikan dilakukan secara ekstra hati-hati guna mencegah cedera pada struktur sisik dan bagian tubuh ikan.
Di sisi lain, kolam penampungan lain di area fasilitas deHakims turut mengisolasi sebanyak 15 ekor koi yang didominasi oleh varietas lokal. Sebagian dari spesimen koi hasil pemijahan internal (lahiran) di fasilitas deHakims tersebut direncanakan bakal dilepaskan ke kawasan mata air terbuka Situ Cipanten bersama praktisi reptil Panji Petualang.
Karakteristik Varietas Impor dan Pemasangan Pagar Pengaman
Empat ekor spesimen koi jumbo yang baru mendarat di fasilitas deHakims terdiri dari berbagai varietas unggulan dengan pigmen warna yang sangat mencolok. Salah satu spesimen koi varietas bercorak kuning terang diberi nama panggilan "Pikachu" oleh tim perawat kolam. Kualitas kulit (skin quality) serta ketebalan postur tubuh seluruh koi impor tersebut berada dalam kondisi bugar usai menempuh perjalanan kargo.
Baca Juga: Begini Cara Kerja Sertifikat Tanah Elektronik, Data Tersimpan di BPN dan Mudah Diverifikasi
Guna menjaga keamanan spesimen raksasa berbobot berat tersebut, Irfan Hakim memasang pagar pembatas khusus di sekeliling area bibir kolam pendopo. Pemasangan pagar pengaman ini berfungsi untuk meminimalisir risiko ikan melompat keluar kolam akibat stres maupun ketakutan saat beradaptasi di lingkungan baru. Selain itu, pagar pembatas mencegah pengunjung menyentuh air kolam secara langsung guna menjaga kestabilan parameter kualitas air.
Prosedur pelepasan empat koi jumbo dilakukan dengan teknik aklimatisasi bertahap di bawah guyuran hujan di area pendopo. Penyesuaian suhu air kantong penampungan dengan air kolam utama dipantau ketat guna memicu metabolisme aktif pada tubuh ikan. Usai dilepas penuh, seluruh spesimen koi berukuran 80 sentimeter tersebut langsung bermanuver aktif mengelilingi area dasar kolam.
Komitmen Edukasi Satwa Air Tawar untuk Anak-Anak
Penempatan deretan koi berukuran jumbo di fasilitas deHakims menjadi salah satu langkah edukasi nyata terkait dunia perikanan air tawar nasional. Irfan Hakim menegaskan bahwa keberadaan spesimen raksasa di area terbuka pendopo dapat membuka wawasan anak-anak mengenai ukuran fisik maksimal yang sanggup dicapai oleh spesies koi. Visualisasi fisik koi berukuran raksasa diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap aktivitas pemeliharaan satwa.
Hartono secara berkala memilih fasilitas penangkaran milik Irfan Hakim sebagai tempat penampungan koleksi koi kelas atas karena dukungan sistem sirkulasi air yang terawat. Keberadaan tim medis serta pengawasan nutrisi harian yang disiplin menjadi faktor kunci utama bagi kelangsungan hidup spesimen berharga tinggi tersebut. Kerja sama penangkaran ini sekaligus memperkuat fungsi pendopo deHakims sebagai wahana konservasi dan edukasi satwa terpadu.
Rangkaian prosesi pelepasan empat koi jumbo ditutup dengan pemantauan aktivitas renang serta pemberian asupan pakan awal. Seluruh spesimen koi terpantau dapat membaur secara harmonis bersama tiga spesimen koi jumbo yang telah dipindahkan pada gelombang sebelumnya. Tim fasilitas deHakims kini bersiap menyambut kedatangan satu spesimen koi king size penutup dari Hartono dalam waktu dekat.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: deHakims Channel