JAKARTA - Pembawa acara sekaligus pecinta satwa kondang Irfan Hakim terus melakukan berbagai inovasi teknis guna menjaga kualitas parameter air dan kesehatan koleksi ikan di fasilitas deHakims. Langkah terbaru yang diterapkan meliputi pemasangan penutup polikarbonat kustom untuk mengendalikan kondensasi suhu udara ekstrem serta proses aklimatisasi belasan varietas koi impor baru. Seluruh rangkaian penanganan fasilitas kolam karantina tersebut dirancang khusus demi menjaga kebugaran fisik seluruh spesimen koi berharga tinggi.
Pemasangan penutup kolam berbasis material polikarbonat setebal 10 milimeter tersebut dibuat secara mandiri (DIY) menggunakan rangka kayu berukuran 1,5 x 1,5 inci. Inovasi ini difungsikan untuk menahan laju penguapan air kolam sekaligus menjaga stabilitas suhu di tengah cuaca dingin berembun (frost). Sistem engsel khusus dipasang pada bagian penutup sehingga panel polikarbonat dapat diangkat dan ditahan secara manual saat cuaca cerah di area penangkaran deHakims.
Selain menahan penguapan, panel penutup tersebut dilengkapi dengan lubang khusus sebagai dudukan alat pemberi pakan otomatis (automatic feeder). Penggunaan penutup transparan ini terbukti ampuh mencegah munculnya uap air berlebih (kondensasi) di area permukaan kolam karantina. Keberhasilan inovasi teknis ini menjadi pijakan penting sebelum meluncurkan gelombang pemindahan koi jumbo berikutnya ke kolam utama deHakims.
Penerapan Lampu Spektrum Penuh dan Penggunaan Pond Detox
Guna mengantisipasi berkurangnya paparan sinar matahari alami akibat tertutup panel polikarbonat yang sanggup mereduksi intensitas cahaya hingga 15 persen, diterapkan instalasi lampu pencahayaan khusus. Lampu spektrum penuh tipe Fluval Aquasky dipasang di sudut kolam guna menggantikan radiasi sinar ultraviolet (UV) alami. Pencahayaan buatan ini sangat krusial untuk mempertahankan kecerahan pigmen warna kulit serta menjaga kesehatan organ tubuh seluruh spesimen koi.
Baca Juga: Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan Berdasarkan Jenis Peralihan Hak
Di samping pengaturan sistem pencahayaan buatan, proses perawatan air dilanjutkan dengan tindakan pergantian air (water change) berkala sebesar 20 hingga 25 persen. Usai pergantian air, cairan pembersih racun (pond detox) dituangkan secara langsung ke dalam kolam guna menetralkan kandungan zat berbahaya. Formulasi cairan pond detox tersebut membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyebar secara merata ke seluruh sudut ekosistem kolam karantina deHakims.
Pengaturan suhu air kolam karantina dimonitor secara bertahap mulai dari tingkat 15,1 derajat Celsius hingga dinaikkan menuju batas optimal 18 derajat Celsius. Peningkatan suhu air dilakukan secara perlahan agar sistem metabolisme serta daya tahan tubuh (imunitas) ikan tidak mengalami gangguan tekanan (stres). Kedisiplinan pemantauan parameter air ini menjadi standar operasional utama dalam mengelola koleksi koi berukuran jumbo.
Proses Aklimatisasi dan Pengiriman Koi Unggulan dari Oakley
Rangkaian kedatangan belasan koi baru asal mitra penyedia Oakley (Oki) diangkut menggunakan kendaraan roda empat menuju fasilitas karantina deHakims. Setibanya di lokasi, kantong plastik penampungan berisi koi dibiarkan mengapung di atas permukaan air kolam selama 20 menit. Prosedur aklimatisasi penyesuaian suhu ini wajib dijalankan guna mencegah terjadinya guncangan termal (thermal shock) saat ikan dilepaskan.
Baca Juga: Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah di Kantor Pertanahan, Ini Tahapan yang Harus Dilalui
Proses pengangkutan dan aklimatisasi berjalan lancar tanpa memicu cedera fisik pada struktur tubuh spesimen koi yang baru mendarat. Seluruh koi terbukti sanggup beradaptasi secara cepat dengan kondisi sirkulasi air yang telah disterilkan. Tahapan karantina awal ini menjadi prasyarat mutlak sebelum seluruh koleksi ikan dimasukkan ke dalam daftar pemantauan pertumbuhan jangka panjang.
Irfan Hakim mengapresiasi dukungan penuh dari Oki selaku penyedia spesimen koi berkualitas tinggi asal penangkar terkemuka Jepang. Ketersediaan koi unggulan tersebut semakin melengkapi keberagaman koleksi satwa air tawar yang dikembangkan di fasilitas deHakims. Kerjasama pengadaan ini diproyeksikan bakal berlanjut pada pengiriman gelombang kedua di masa mendatang.
Pemetaaan Varietas Koi Impor Unggulan dan Rencana Lanjutan
Usai menjalani prosedur aklimatisasi, belasan koi baru tersebut dipindahkan ke wadah pemeriksaan khusus (bowl) untuk diidentifikasi jenis varietas serta asal penangkarnya. Beberapa varietas unggulan yang berhasil dicatat meliputi Shinoda Doitsu Sanke, Otsuka Shiromuji, Asagi, Goromo Kohaku, Ginrin Matsuba, Chagoi, dan Showa. Selain itu, terdapat pula varietas Shinoda Doitsu Showa, Kujaku, Tanaka Doitsu Shusui, Hosokai Tanco, Atsuga Hi Utsuri, Hosokai Ochiba, Fuji Ginrin Ochiba, hingga Tanco Ginrin Chagoi.
Keragaman varietas tersebut berasal dari jajaran penangkar (breeder) ternama Jepang yang terkenal dengan konsistensi kualitas genetik serta pola warna yang tegas. Seluruh spesimen baru ini akan menjalani masa pembesaran (growing on) di bawah pengawasan ketat tim perawat kolam deHakims. Kehadiran varietas langka seperti Doitsu Shusui dan Tanco Ginrin diprediksi bakal menjadi daya tarik utama fasilitas pameran.
Rangkaian kegiatan aklimatisasi dan penataan kolam karantina ini ditutup dengan persiapan menyambut gelombang koi tambahan yang tengah menjalani isolasi lanjutan. Pengelola fasilitas deHakims berkomitmen untuk terus membagikan edukasi pemeliharaan koi secara transparan kepada masyarakat luas. Langkah pengembangan fasilitas akuatik ini menegaskan posisi deHakims sebagai salah satu pusat edukasi dan konservasi satwa terpadu di Indonesia.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: JIFFSTER KOI