Kunjungan Edukasi Wiguna Koi Farm Bali: Kiprah 30 Tahun Pelopor Budi Daya Koi Lokal Berstandar Jepang

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:55 WIB
Wiguna Koi Farm Bali pelihara koi lokal berstandar Jepang. Simak kiprah 30 tahun Candra Wiraguna cetak Shiro Utsuri jumbo dan persiapan kontes.(pinterest)
Wiguna Koi Farm Bali pelihara koi lokal berstandar Jepang. Simak kiprah 30 tahun Candra Wiraguna cetak Shiro Utsuri jumbo dan persiapan kontes.(pinterest)

BALI - Tim media edukasi KoiSpedia menggelar kunjungan jurnalistik ke fasilitas penangkaran legenda koi nasional, Wiguna Koi Farm, yang berlokasi di kawasan Baturiti, Bedugul. Kunjungan edukasi ini ditujukan untuk membedah rekam jejak kiprah 30 tahun Wiguna Koi Farm dalam mencetak spesimen koi lokal berstandar kualitas impor Jepang. Penangkaran yang dikelola oleh Candra Wiraguna tersebut dikenal luas sebagai pelopor penerapan teknik seleksi genetik ketat serta penggunaan sistem filtrasi tradisional berdaya guna tinggi.

Kawasan Baturiti yang berada di dataran tinggi Bedugul menawarkan kondisi iklim sejuk dengan paparan suhu udara stabil di kisaran 20 derajat Celsius sepanjang tahun. Parameter lingkungan dan kestabilan suhu dingin tersebut menjadi faktor pendukung utama dalam menjaga kualitas pigmen warna serta laju pertumbuhan fisik koi secara optimal.

Candra Wiraguna merintis Wiguna Koi Farm berbekal latar belakang sebagai kolektor koi impor Jepang. Pengalaman puluhan tahun dalam mengoleksi spesimen unggulan dari berbagai penangkar ternama Jepang mendasari kedisiplinan beliau dalam menerapkan standar seleksi genetik mutlak di penangkarannya.

Filosofi Seleksi Genetik dan Karakteristik Murni Varietas Shiro Utsuri

Wiguna Koi Farm menerapkan prinsip seleksi genetik yang sangat ketat pada seluruh varietas koleksinya, khususnya kelompok Gosanke (Kohaku, Sanke, Showa) dan Utsurimono. Candra Wiraguna mewajibkan keberadaan pola warna motoguro (pola hitam pada pangkal sirip dada) secara mutlak untuk seluruh spesimen varietas Showa dan Shiro Utsuri.

Baca Juga: Berapa Lama Proses Balik Nama Sertifikat Tanah? Ini Tahapan hingga Sertifikat Baru Diterbitkan

Perperbedaan mendasar metode pemijahan di Wiguna Koi Farm terletak pada pencetakan varietas Shiro Utsuri. Berbeda dari praktik umum yang mengawinkan varietas Showa untuk menghasilkan Shiro Utsuri, Candra secara khusus mengawinkan sesama induk murni Shiro Utsuri. Skema perkawinan murni ini berhasil menghasilkan keturunan Shiro Utsuri dengan kualitas pola warna sumi (hitam) pekat serta struktur kepala yang tebal.

Proses seleksi benih (tosai) di fasilitas ini dijalankan secara drastis tanpa kompromi. Dalam satu tahap seleksi, ribuan benih ikan yang tidak memenuhi kriteria struktur tubuh dan pola warna dibuang secara langsung. Prosedur eliminasi ketat ini memastikan hanya benih berpotensi pertumbuhan ekstrem (jumbo size) yang dipertahankan untuk dibesarkan di kolam penampungan.

Spesifikasi Desain Kolam Model Lama dan Sistem Filtrasi 8 Chamber

Fasilitas penangkaran Wiguna Koi Farm tetap mempertahankan arsitektur kolam model lama (tipe klasik) yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi filtrasi mekanis dan biologis terpadu. Sistem penyaringan kolam utama memanfaatkan tabung vortech sebagai pemisah kotoran padat awal yang menjadi penanda sistem perkolaman era awal di Indonesia.

Baca Juga: Empat Perlintasan KA di Sanankulon Rawan Kecelakaan, Polisi Tingkatkan Patroli dan Imbauan Keselamatan

Sistem filtrasi kolam dibagi menjadi dua jalur aliran dari sisi luar menuju ke titik temu di chamber bagian tengah. Rangkaian media filtrasi tersebut memanfaatkan susunan brush pada chamber awal, diikuti pemanfaatan media biologis crystal bio secara penuh (full crystal bio) sebanyak 90 dus di chamber berikutnya. Total kapasitas filtrasi didukung oleh delapan chamber berukuran besar untuk menjaga kejernihan dan kestabilan parameter air.

Desain kolam pejantan di area penangkaran dikhususkan untuk menampung calon indukan unggulan berukuran panjang 65 hingga 80 sentimeter. Karakteristik warna merah (benny) pada spesimen pejantan ditandai dengan pigmen pekat yang kuat untuk diturunkan kepada generasi berikutnya.

Hasil Panen Tosai 12 Bulan dan Potensi Pertumbuhan Ekstrem

Aktivitas panen pada kolam pembesaran berhasil mengumpulkan sekitar 30 ekor spesimen koi varietas Shiro Utsuri dan Gosanke berusia 12 bulan (tosai). Hasil pengukuran fisik menunjukkan pencapaian panjang tubuh yang signifikan, yakni berkisar antara 55 hingga 60 sentimeter untuk kategori jumbo tosai. Bahkan, beberapa spesimen berumur dua tahun (nisai) telah menembus ukuran panjang 65 sentimeter.

Laju pertumbuhan fisik yang cepat tersebut didukung oleh penggunaan garis keturunan (bloodline) unggulan asal penangkar Momotaro Koi Farm Jepang. Struktur tulang kepala yang lebar serta pola sisik yang tebal menjadi indikator utama potensialnya spesimen tersebut untuk tumbuh melampaui panjang 80 sentimeter pada usia dewasa.

Spesimen hasil panen tersebut dipisahkan ke dalam dua wadah karantina untuk memicu kemunculan pigmen warna sumi. Dalam kurun waktu satu jam pascapemindahan ke wadah karantina, corak warna hitam pada tubuh ikan terpantau keluar secara signifikan akibat respon perubahan lingkungan.

Persiapan Arena Kontes Nasional dan Prosedur Biosekuriti Ketat

Sebagai langkah memperkenalkan kembali karya penangkar senior ke arena publik, dua ekor spesimen Shiro Utsuri unggulan dipersiapkan untuk mengikuti ajang kompetisi nasional. Spesimen tersebut direncanakan bakal diboyong menuju Wilsam Koi Center di Kediri sebagai markas persiapan sebelum diturunkan pada ajang IJKS maupun Asia Cup.

Persiapan pengiriman ikan antarwilayah melibatkan prosedur penyesuaian suhu tubuh serta karantina mandiri selama tiga hingga empat hari di Baturiti. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perbedaan suhu udara antara wilayah dataran tinggi Bedugul yang dingin dengan daerah tujuan seperti Kediri atau Blitar.

Wiguna Koi Farm memegang teguh prinsip biosekuriti (biosecurity) perkolaman yang sangat disiplin. Setiap spesimen koi yang telah keluar dari area penangkaran untuk keperluan pameran maupun kontes dilarang keras untuk dimasukkan kembali ke kolam utama. Aturan ketat ini diterapkan guna melindungi seluruh populasi indukan utama dari risiko penularan patogen maupun kontaminasi penyakit luar.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: KOISpedia: yang awam jadi paham
Wiguna Koi Farm Candra Wiraguna koi jumbo Bali Shiro Utsuri lokal KoiSpedia Bedugul