Pakan Mega Jumbo Koi Terbukti Dongkrak Pertumbuhan, Sanke Naik 8 Cm dalam 2 Bulan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:10 WIB
Pakan Mega Jumbo Koi menunjukkan hasil positif. Sanke tumbuh 8 cm dalam dua bulan, sementara Kohaku mengalami peningkatan body volume dan ukuran.(pinterest)
Pakan Mega Jumbo Koi menunjukkan hasil positif. Sanke tumbuh 8 cm dalam dua bulan, sementara Kohaku mengalami peningkatan body volume dan ukuran.(pinterest)

JAKARTA - Penggunaan Pakan Mega Jumbo Koi selama sekitar dua bulan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan pada beberapa ikan koi peliharaan. Dalam evaluasi terbaru, seekor Sanke Oya mengalami pertumbuhan dari 35 cm menjadi 43 cm, sementara Kohaku Matsue bertambah dari 36 cm menjadi 39 cm setelah dipelihara menggunakan kombinasi pakan Mega Jumbo dengan komposisi tertentu.

Pemilik kolam melakukan pemeriksaan perkembangan ikan dengan cara menyerok satu per satu koleksinya. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah terakhir kali ikan diukur pada 30 Maret atau menjelang Idulfitri. Kini, pemeriksaan dilakukan pada 5 Juni atau sekitar H-1 Iduladha, sehingga masa pemeliharaan berlangsung kurang lebih dua bulan lima hari.

Selama periode tersebut, seluruh ikan memperoleh Pakan Mega Jumbo Koi sebanyak empat kali sehari menggunakan auto feeder. Jumlah pakan diperkirakan berkisar antara 150 hingga 200 gram per hari.

Evaluasi Pertumbuhan Sanke Oya

Ikan pertama yang diperiksa adalah Sanke Oya. Saat pertama datang pada Februari, ukuran ikan tercatat 22 cm.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Elektronik Permudah Verifikasi dan Transaksi, ATR/BPN Siapkan Sistem Digital Bertahap

Kemudian pada pengukuran 30 Maret, panjangnya meningkat menjadi 35 cm. Setelah dipelihara sekitar dua bulan lagi, ukurannya kembali bertambah hingga mencapai 43 cm.

Artinya, selama kurang lebih dua bulan lima hari, Sanke Oya mengalami pertumbuhan sekitar 8 cm.

Selain pertambahan ukuran tubuh, perubahan juga terlihat pada perkembangan pola warna hitam atau sumi.

Menurut pemilik kolam, beberapa bagian sumi yang sebelumnya masih samar kini mulai muncul lebih jelas.

Bahkan masih terdapat beberapa titik yang diperkirakan akan berkembang menjadi sumi baru.

Harapannya, seluruh pola sumi tersebut dapat muncul secara sempurna tanpa mengalami perubahan yang tidak diinginkan sehingga kualitas ikan semakin meningkat.

Dari sisi bentuk tubuh, body volume Sanke juga dinilai semakin baik.

Bagian badan terlihat lebih lebar dan berisi, sedangkan pangkal ekor tampak cukup tebal sehingga memberikan proporsi tubuh yang dinilai ideal.

Komposisi Pakan Mengalami Perubahan

Selama masa pemeliharaan, pemilik kolam mengubah komposisi pemberian pakan dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Begini Cara Kerja Sertifikat Tanah Elektronik, Data Tersimpan di BPN dan Mudah Diverifikasi

Awalnya ia menggunakan formasi 4-3-2-1 yang terdiri dari 40 persen Grow, 30 persen Color, 20 persen WG, dan 10 persen Guba.

Namun kini formulanya berubah menjadi komposisi 4-5-1.

Artinya, pakan terdiri dari 40 persen Guba, 50 persen WG, dan hanya 10 persen Color.

Perubahan tersebut bukan tanpa alasan.

Menurut penjelasannya, stok pakan Grow telah habis sehingga sementara waktu digantikan dengan kombinasi tiga jenis pakan tersebut.

Selain itu, perubahan ini sekaligus menjadi eksperimen untuk melihat dampaknya terhadap perkembangan ikan koi.

Warna Merah Menjadi Sedikit Lebih Tipis

Dari hasil pengamatan selama dua bulan, perubahan komposisi pakan ternyata memberikan pengaruh terhadap kualitas warna merah atau beni.

Karena persentase pakan Color hanya sekitar 10 persen, warna merah pada ikan dinilai menjadi tidak setebal sebelumnya.

Pemilik kolam membandingkan kondisi saat masih menggunakan komposisi Color sebesar 30 persen.

Pada saat itu, warna merah terlihat lebih pekat, lebih menyala, dan lebih tebal.

Sebaliknya, ketika porsinya diturunkan menjadi 10 persen, warna merah mulai tampak sedikit lebih tipis.

Karena itu, pada periode berikutnya ia berencana menaikkan kembali penggunaan pakan Color menjadi sekitar 30 persen agar kualitas warna merah kembali meningkat.

Kohaku Matsue Bertambah 3 Sentimeter

Selain Sanke, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Kohaku Matsue.

Ikan ini baru masuk ke kolam pada 25 April dengan ukuran awal sekitar 36 cm.

Setelah dipelihara selama satu bulan sepuluh hari, ukurannya meningkat menjadi 39 cm.

Pertumbuhan tersebut memang tidak secepat Sanke Oya.

Namun menurut pemilik kolam, kondisi tersebut masih tergolong wajar.

Pasalnya, Kohaku Matsue baru melewati proses karantina sebelum dipindahkan ke kolam utama sehingga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Meski pertumbuhan panjang belum terlalu tinggi, body volume ikan mengalami perkembangan yang cukup memuaskan.

Bentuk badan terlihat lebih tebal hingga pangkal ekor.

Pemilik kolam menilai tingginya kandungan lemak pada pakan Guba yang mencapai sekitar 12 persen ikut membantu pembentukan volume tubuh ikan.

Namun di sisi lain, penggunaan Guba dalam jumlah besar juga membuat warna tubuh sedikit menguning sehingga diperlukan keseimbangan dengan pakan WG.

Perbedaan Kebutuhan Tosai dan Nisai

Dalam penjelasannya, pemilik kolam juga membandingkan kebutuhan pakan antara ikan Tosai dan Nisai.

Menurutnya, Tosai memiliki laju pertumbuhan yang jauh lebih cepat sehingga membutuhkan pakan Color dalam jumlah lebih besar.

Tujuannya agar warna merah tidak mengalami peregangan atau stretch akibat pertumbuhan tubuh yang pesat.

Sementara itu, untuk ikan Nisai atau ikan yang lebih dewasa, kebutuhan pakan berbeda.

Penggunaan pakan dengan kandungan WG atau protein lebih rendah justru dinilai lebih baik.

Alasannya, ikan yang telah memasuki usia lebih tua memerlukan pola makan yang lebih seimbang untuk menjaga kesehatan organ dalam.

Ia mengibaratkan pakan berprotein tinggi seperti makanan berat yang tetap perlu diimbangi dengan makanan yang lebih ringan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Karena itu, penggunaan pakan WG dianggap penting bagi ikan-ikan dewasa.

Hadir Tosai Baru dari Hosikin

Selain memperlihatkan hasil perkembangan ikan lama, pemilik kolam juga menunjukkan koleksi Tosai baru.

Ikan tersebut berasal dari Hosikin dan baru masuk ke kolam sekitar lima hari sebelumnya.

Ukurannya berada di kisaran 38 hingga 39 cm.

Kondisi tubuhnya masih tergolong ramping sehingga akan menjadi objek pemeliharaan berikutnya menggunakan Pakan Mega Jumbo Koi.

Perkembangan ikan tersebut akan didokumentasikan pada video selanjutnya untuk melihat perubahan ukuran maupun kualitas tubuh setelah dipelihara dalam beberapa bulan.

Kesimpulan Hasil Pemeliharaan

Dari evaluasi yang dilakukan, hasil penggunaan Pakan Mega Jumbo Koi menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Sanke Oya berhasil bertambah sekitar 8 cm dalam waktu kurang lebih dua bulan lima hari.

Sementara Kohaku Matsue mengalami pertambahan sekitar 3 cm dalam satu bulan lebih sepuluh hari.

Body volume kedua ikan juga dinilai semakin baik dengan bentuk tubuh yang lebih berisi.

Meski demikian, percobaan penggunaan pakan Color hanya sebesar 10 persen membuat warna merah terlihat sedikit menurun dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, pada periode berikutnya komposisi pakan Color direncanakan kembali dinaikkan menjadi sekitar 30 persen agar kualitas warna merah semakin tajam.

Sementara perkembangan pola sumi pada Sanke juga masih terus dipantau dengan harapan seluruh bagian yang masih tersembunyi dapat muncul secara maksimal sehingga meningkatkan kualitas ikan pada penilaian kontes mendatang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Koi Port Indonesia
Pakan Mega Jumbo Koi pakan koi Sanke Oya Kohaku Matsue pertumbuhan ikan koi