BLITAR - Air Terjun Juruk Bening di Desa Purworejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menawarkan panorama alam yang masih asri dengan tebing batu bertekstur unik, aliran air jernih, serta jalur menuju lokasi yang menantang. Destinasi wisata ini menjadi pilihan bagi pencinta petualangan dan fotografi karena menyuguhkan keindahan alami yang belum terlalu ramai dikunjungi.
Air Terjun Juruk Bening memiliki ketinggian sekitar 35 meter dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Daya tarik utamanya terletak pada air yang mengalir mengikuti kontur bebatuan hitam sehingga membentuk tampilan menyerupai tirai alami yang estetik.
Keindahan Air Terjun Juruk Bening semakin lengkap dengan suasana hutan yang masih hijau, udara sejuk, dan lingkungan yang relatif alami. Lokasi ini juga dikenal sebagai salah satu spot favorit bagi pemburu foto landscape maupun pembuat konten media sosial.
Lokasi dan Akses Menuju Air Terjun Juruk Bening
Dalam video yang diunggah Channel YouTube Jejak Sang Adam, pembawa acara menjelaskan bahwa lokasi Air Terjun Juruk Bening berada di Desa Purworejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Pengunjung dapat memanfaatkan Google Maps dengan mengetik "Air Terjun Juruk Bening Wates Blitar". Namun, untuk lokasi parkir disarankan memilih area Taman Makam Bening.
Bagi pengguna sepeda motor, kendaraan dapat diparkir di area pemakaman umum sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni bukit menuju air terjun.
Sementara pengunjung yang menggunakan mobil disarankan memarkir kendaraan di luar area pemakaman sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari Alun-alun Blitar, perjalanan menuju lokasi berjarak sekitar 34 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam tujuh menit menggunakan kendaraan.
Trek Menuju Lokasi Memacu Adrenalin
Perjalanan menuju Air Terjun Juruk Bening menjadi pengalaman tersendiri karena jalurnya cukup menantang.
Jalur didominasi tanah liat yang licin serta bebatuan besar yang harus dilewati dengan hati-hati.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa kemiringan jalur mencapai sekitar 60 hingga 70 derajat di beberapa titik sehingga pengunjung harus benar-benar memperhatikan langkah.
Pembawa acara menyarankan agar pengunjung menggunakan sandal gunung yang memiliki daya cengkeram baik untuk mengurangi risiko terpeleset.
Selain itu, posisi tubuh sebaiknya sedikit merendah atau berjongkok saat menuruni jalur agar pusat gravitasi tetap seimbang dan tidak mudah terjatuh.
Selama perjalanan menuju dasar sungai, pengunjung juga diimbau tetap waspada terhadap kondisi sekitar, termasuk bebatuan licin maupun kemungkinan adanya hewan liar.
Panorama Air Terjun yang Masih Alami
Setelah melewati jalur yang cukup ekstrem, pengunjung akan disambut pemandangan Air Terjun Juruk Bening yang mengalir di antara tebing batu hitam.
Airnya tampak jernih sesuai dengan nama "Juruk Bening".
Di sekitar lokasi tumbuh pepohonan dengan akar-akar besar yang menempel pada dinding tebing sehingga menambah kesan alami.
Suasana yang tenang menjadikan kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam jauh dari keramaian.
Air terjun ini juga tidak terlalu ramai, terutama saat hari kerja, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan lebih leluasa.
Tebing Batu Menjadi Daya Tarik Utama
Keunikan lain Air Terjun Juruk Bening adalah tekstur bebatuan hitam yang membentuk lapisan-lapisan alami.
Aliran air yang melewati kontur batu tersebut menciptakan efek visual menyerupai tirai.
Pemandangan itu menjadi salah satu alasan lokasi ini banyak diminati pencinta fotografi.
Di sisi kanan maupun kiri air terjun terdapat berbagai sudut yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil foto landscape maupun waterscape.
Batuan besar yang tersebar di sekitar aliran sungai juga menjadi elemen alami yang memperkuat karakter kawasan wisata ini.
Kolam Air Jernih Berwarna Hijau Kebiruan
Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami dengan air yang jernih berwarna hijau kebiru-biruan.
Kolam tersebut dapat dimanfaatkan pengunjung untuk berenang maupun sekadar bermain air.
Kejernihan air menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan pemandangan yang menyegarkan.
Latar belakang air terjun yang berpadu dengan pepohonan hijau membuat lokasi ini cocok dijadikan tempat berfoto.
Tips Berkunjung ke Air Terjun Juruk Bening
Dalam video tersebut, pembawa acara memberikan sejumlah saran kepada wisatawan yang ingin berkunjung.
Pengunjung disarankan membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena belum tersedia warung maupun fasilitas penunjang di sekitar lokasi.
Selain itu, membawa payung atau jas hujan plastik juga dianjurkan karena cipratan air dari air terjun dapat membasahi pakaian.
Sandal gunung anti selip menjadi perlengkapan yang sangat disarankan mengingat kondisi bebatuan dan jalur tanah yang licin.
Pengunjung juga diminta menjaga kebersihan kawasan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Kondisi Lingkungan Masih Memerlukan Perhatian
Saat berada di dasar sungai, pembawa acara mengungkapkan masih ditemukan sampah plastik yang terbawa aliran sungai dan berserakan di beberapa titik.
Meski demikian, kondisi alam secara umum masih terlihat asri dengan pepohonan yang lebat serta aliran air yang bersih.
Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab seluruh pengunjung.
Jam Kunjungan Perlu Diperhatikan
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa pengunjung disarankan tidak berada di area air terjun menjelang waktu magrib.
Disebutkan pula bahwa kawasan Air Terjun Juruk Bening ditutup sekitar pukul 16.00 sehingga setelah waktu tersebut pengunjung tidak diperkenankan turun menuju area air terjun.
Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari imbauan agar aktivitas wisata berlangsung dengan aman.
Pemandangan dari Atas Air Terjun Tak Kalah Menarik
Usai menikmati kawasan dasar air terjun, perjalanan dilanjutkan menuju bagian atas.
Di lokasi tersebut terdapat jembatan yang melintasi aliran sungai.
Dari atas jembatan, pengunjung dapat melihat aliran air yang jernih mengalir di antara bebatuan eksotis.
Selain itu, pemandangan persawahan warga yang tersusun rapi juga terlihat jelas dari area ini.
Pembawa acara juga memanfaatkan lokasi tersebut untuk menerbangkan drone guna merekam panorama Air Terjun Juruk Bening dari udara.
Sudut pandang dari atas memperlihatkan perpaduan antara sungai, tebing batu, pepohonan hijau, serta hamparan sawah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Cocok untuk Pecinta Alam dan Petualangan
Dengan karakter jalur yang cukup menantang, Air Terjun Juruk Bening lebih cocok dikunjungi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang.
Perjalanan menuju lokasi memang membutuhkan tenaga lebih, namun panorama yang ditawarkan menjadi daya tarik utama.
Keindahan air yang jernih, tebing batu berlapis, suasana alami, serta lingkungan yang masih relatif sepi menjadikan Air Terjun Juruk Bening sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi di Kabupaten Blitar.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda, mempersiapkan perlengkapan dengan baik serta memperhatikan kondisi jalur menjadi langkah penting agar perjalanan menuju Air Terjun Juruk Bening berlangsung aman dan nyaman.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Jejak Sang Adam