JAKARTA - Brand tas lokal Femme Bravile menjadi sorotan setelah banyak disebut sebagai salah satu produk local pride dengan kualitas premium yang diklaim mampu bersaing dengan merek-merek yang dijual di pusat perbelanjaan besar. Seorang kreator konten membuktikan langsung klaim tersebut dengan membeli tiga model tas berbeda untuk mengulas kualitas bahan, jahitan, hingga fungsinya secara detail.
Dalam video ulasannya, kreator mengaku sengaja memborong tiga tas Femme Bravile setelah melihat produk tersebut menjadi salah satu tas paling laris di platform belanja online. Ia ingin memastikan apakah kualitas yang dipuji banyak pembeli benar-benar sesuai dengan ekspektasi.
Menurutnya, rasa penasaran muncul karena banyak komentar di toko online menyebut tas lokal tersebut memiliki kualitas yang jauh di atas harga jualnya. Ia pun memutuskan melakukan unboxing sekaligus mencoba langsung ketiga model tas tersebut.
Review Awal, Packaging Jadi Nilai Tambah
Sebelum membahas produk, kreator memperkenalkan dirinya sebagai Tias. Ia menjelaskan kanal YouTube miliknya banyak membahas hobi seputar makeup, skincare, hingga belanja berbagai produk.
Baca Juga: 9 Old Money Spring Outfits yang Elegan dan Timeless, Inspirasi Gaya Klasik untuk Musim Semi
Tias juga mengaku belakangan semakin senang membeli produk lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM. Ia berharap semakin banyak merek lokal mampu bersaing dengan brand besar yang selama ini mendominasi pusat perbelanjaan.
Hal pertama yang menarik perhatiannya justru berasal dari kemasan produk.
Menurutnya, Femme Bravile menggunakan dust bag yang dibuat sesuai ukuran tas. Detail sederhana tersebut dinilai menunjukkan keseriusan brand dalam membangun identitas produknya.
Ia membandingkannya dengan beberapa merek lain yang masih menggunakan dust bag berukuran besar tanpa menyesuaikan ukuran tas.
Tas Pertama Dinilai Memiliki Material Premium
Saat membuka tas pertama, Tias langsung mengaku terkejut dengan kualitas material yang digunakan.
Baca Juga: 9 Rahasia Gaya Old Money Fashion 2026: Tampil Elegan, Anggun, dan Mewah Tanpa Logo Mencolok
Ia mengatakan bahan tas terasa berbeda dibanding sejumlah tas lokal yang pernah diulas sebelumnya.
Menurutnya, tekstur bahan langsung memberikan kesan premium ketika disentuh.
Ia juga menyoroti bagian strap yang dinilai lentur sehingga terasa nyaman digunakan.
Selain itu, jahitan disebut sangat rapi dengan penggunaan hardware yang terlihat kokoh.
Logo merek juga dinilai sederhana sehingga tidak memberikan kesan berlebihan.
Bagian penutup tas dapat dibuka dengan mudah hanya menggunakan satu tangan.
Di bagian dalam, tas telah menggunakan lapisan furing yang menurutnya berkualitas baik dan bukan bahan tipis seperti yang sering ditemukan pada produk lain.
Tas pertama memiliki tiga ruang penyimpanan, terdiri dari satu kompartemen utama, satu kantong beritsleting, serta satu kantong tambahan.
Berdasarkan pengukurannya, lebar tas mencapai sekitar 23,5 sentimeter dengan tinggi sekitar 17 sentimeter.
Ketebalannya sekitar 4,7 sentimeter.
Meski tali tidak dapat diatur panjangnya, Tias menilai posisi tas tetap nyaman ketika dikenakan di bahu.
Kapasitas Penyimpanan Jadi Salah Satu Keunggulan
Untuk menguji kapasitas, ia memasukkan dompet, parfum, kunci mobil, jepit rambut, hingga telepon genggam ke dalam tas.
Seluruh barang tersebut masih dapat masuk tanpa membuat bentuk tas berubah.
Menurutnya, tas tetap terlihat ramping meski sudah diisi berbagai barang bawaan.
Ia juga sempat mengoreksi pengamatannya setelah menyadari jumlah ruang penyimpanan mencapai tiga kompartemen.
Hal itu membuat tas dinilai semakin praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Tas Kedua Hadir dengan Ukuran Lebih Ringkas
Produk kedua yang dibuka memiliki ukuran lebih kecil.
Di dalam paket, Tias menemukan tambahan card holder yang menurutnya sangat berguna karena dirinya memang lebih senang menggunakan tempat kartu dibanding dompet berukuran besar.
Ia kembali memuji kualitas dust bag yang digunakan.
Menurutnya, warna tas terlihat menarik dengan kualitas jahitan yang tetap konsisten.
Tas ini juga dilengkapi tali panjang sehingga dapat digunakan sebagai handbag maupun sling bag.
Pada bagian dalam tersedia tiga ruang penyimpanan, yakni kompartemen utama, slot kartu, dan kantong beritsleting.
Furing yang digunakan kembali mendapat apresiasi karena dinilai memiliki kualitas yang baik.
Ukuran tas sekitar 20 sentimeter dengan tinggi 16 sentimeter dan lebar sekitar 7 sentimeter.
Saat diuji, tas mampu memuat dompet, parfum, telepon genggam, kunci kendaraan, hingga lip cream.
Seluruh barang masih dapat disimpan dan resleting tetap bisa ditutup dengan mudah.
Tas Ketiga Menggunakan Lapisan Mirip Suede
Produk terakhir memiliki ukuran paling besar dibanding dua model sebelumnya.
Menurut Tias, warna asli tas terlihat lebih cokelat dibanding tampilan di kamera.
Ia kembali memuji kelembutan material yang digunakan.
Bagian handle disebut memiliki jahitan yang sangat rapi dengan hardware yang terlihat kokoh.
Tas menggunakan penutup magnet dan dilengkapi tali panjang yang dapat disesuaikan.
Bagian dalam terdiri dari satu ruang utama serta satu kantong beritsleting.
Lapisan interior menjadi salah satu poin yang paling menarik perhatian.
Menurutnya, bahan yang digunakan menyerupai suede sehingga memberikan kesan lebih premium.
Untuk kapasitas, tas kembali diuji menggunakan dompet, telepon genggam, parfum, lip cream, dan kunci kendaraan.
Semua barang dapat masuk dengan mudah tanpa membuat bentuk tas berubah secara berlebihan.
Ia menyebut tas tetap terlihat ramping meski telah terisi berbagai perlengkapan.
Kesan Setelah Mencoba Ketiga Tas
Setelah melakukan try on seluruh produk, Tias menyampaikan kesimpulan akhirnya.
Ia menilai Femme Bravile merupakan salah satu brand tas lokal yang sangat serius dalam menjaga kualitas produknya.
Menurutnya, kualitas tidak hanya terlihat dari bahan, tetapi juga dari packaging, jahitan, penggunaan lem, hardware, hingga resleting.
Ia menyebut keseluruhan kualitas produk hampir mendekati sempurna.
Meski demikian, ia tetap mengatakan tidak ada produk yang benar-benar sempurna.
Namun, jika dibandingkan dengan harga jualnya, kualitas yang ditawarkan dinilai sangat sepadan.
Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum menemukan tas dengan harga sekitar Rp50 ribuan yang mampu menawarkan kualitas serupa.
Karena itu, ia menyarankan pembeli mempertimbangkan untuk menabung sedikit lebih lama agar bisa memperoleh produk dengan kualitas lebih baik.
Ia berpendapat membeli tas berkualitas akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibanding harus berulang kali membeli produk murah yang mudah rusak.
Contoh yang disorot adalah kualitas resleting.
Menurutnya, resleting yang kurang baik berpotensi membuat pemilik tas harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan atau bahkan membeli tas baru.
Mengajak Mendukung Produk Lokal
Di akhir video, Tias menyatakan sangat merekomendasikan produk Femme Bravile berdasarkan pengalaman pribadinya mencoba tiga model tas tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung produk lokal karena menurutnya kualitas merek dalam negeri sudah berkembang jauh dibanding beberapa tahun lalu.
Harapannya, semakin banyak brand lokal mampu bersaing dengan produk yang selama ini mendominasi toko-toko besar maupun pusat perbelanjaan.
Sebelum menutup video, ia kembali mengajak penonton memberikan dukungan kepada kanal YouTube miliknya melalui tombol suka dan berlangganan, sekaligus membagikan pengalaman jika pernah menggunakan produk tas lokal serupa.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Tyas Prada