BLITAR - Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kembali menjadi destinasi wisata keluarga yang ramai dikunjungi. Dalam sebuah ulasan perjalanan, pengunjung menilai tiket terusan seharga Rp35.000 lebih menguntungkan dibanding tiket reguler karena memungkinkan wisatawan menikmati banyak wahana hanya dengan menambah biaya Rp15.000 dari tiket masuk biasa.
Wisata edukasi bertema cokelat ini menawarkan beragam aktivitas mulai dari menjelajahi kebun kakao, melihat proses pascapanen biji cokelat, menikmati wahana permainan, hingga berburu aneka produk olahan cokelat sebagai oleh-oleh.
Dalam video tersebut, rombongan keluarga membagikan pengalaman berkeliling Kampung Coklat sekaligus memberikan rekomendasi bagi calon pengunjung agar memilih jenis tiket yang sesuai dengan kebutuhan selama berwisata.
Tiket Terusan Dinilai Lebih Menguntungkan
Setibanya di lokasi, pengunjung langsung membandingkan pilihan tiket yang tersedia. Tiket reguler dibanderol Rp20.000, sedangkan tiket terusan Rp35.000.
Baca Juga: Review iPhone 17 Pro Indonesia: Cek Harga, Performa Chip A19 Pro, dan Daya Tahan Baterai
Menurut pengulas, tambahan biaya sekitar Rp15.000 terasa sepadan karena tiket terusan memberikan akses ke banyak wahana di dalam kawasan wisata.
Ia menyebut jumlah wahana yang tersedia mencapai belasan. Karena itu, membeli tiket reguler dinilai kurang menguntungkan apabila pada akhirnya tetap ingin mencoba berbagai permainan yang ada.
Pengulas juga menjelaskan bahwa sebagian wahana mematok tarif sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 apabila dibayar satu per satu. Dengan kondisi tersebut, tiket terusan dianggap lebih hemat, terutama bagi pengunjung yang memang ingin menikmati banyak aktivitas.
Menjelajahi Kebun Kakao Hingga Area Farm
Setelah memasuki area wisata, rombongan mulai mengeksplorasi kawasan Kampung Coklat. Mereka mengunjungi area peternakan yang berisi kambing serta unggas.
Baca Juga: iPhone XS Max Bekas Rp3 Jutaan di Tahun 2026: Masih Layak Pakai atau Banyak Minus?
Perjalanan kemudian berlanjut menuju kebun kakao yang menjadi salah satu daya tarik utama destinasi ini.
Di lokasi tersebut, pengunjung melihat langsung pohon kakao yang sedang berbuah. Mereka juga berbincang dengan petugas mengenai proses panen buah kakao.
Petugas menjelaskan bahwa sebagian biji kakao hasil panen diproses lebih lanjut. Pengunjung juga diperlihatkan biji-biji cokelat yang sedang dijemur sebagai bagian dari tahapan pengolahan.
Menurut pengulas, kawasan perkebunan terlihat cukup luas dan memberikan suasana yang sejuk karena dipadukan dengan tanaman lain, termasuk area yang ditanami anggur.
Menikmati Wahana Perahu dan Beragam Permainan
Usai berkeliling kebun, keluarga tersebut melanjutkan perjalanan menuju wahana perahu.
Sebelum menaiki perahu, mereka sempat membeli pakan ikan untuk diberikan selama perjalanan.
Selama menyusuri jalur air buatan, pengunjung beberapa kali harus menundukkan kepala saat melewati jembatan yang melintang di atas lintasan perahu.
Meski demikian, suasana perjalanan berlangsung santai dan menjadi salah satu aktivitas yang dinikmati seluruh anggota keluarga.
Selain perahu, mereka juga mencoba sejumlah wahana lain seperti trampolin, panahan, bom-bom car, playground, monorel, mini golf, hingga perahu dayung.
Beberapa permainan memerlukan antrean karena cukup diminati pengunjung.
Fasilitas Lengkap untuk Wisata Keluarga
Selama berkeliling, pengulas juga memperlihatkan berbagai fasilitas pendukung yang tersedia di dalam kawasan wisata.
Di sekitar playground tersedia tempat duduk dan warung sehingga orang tua dapat menunggu anak bermain dengan nyaman.
Pengunjung juga menemukan butik, gerai makanan, pastry, minuman segar, hingga kolam renang dengan seluncuran yang menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak.
Selain itu terdapat layanan pijat bagi pengunjung yang ingin beristirahat setelah berjalan cukup jauh mengelilingi area wisata.
Area terapi ikan juga menjadi salah satu wahana yang menarik perhatian keluarga tersebut.
Menurut pengulas, terapi ikan dikenakan biaya Rp15.000 apabila dibayar terpisah. Namun wahana tersebut sudah termasuk dalam fasilitas yang diperoleh melalui tiket terusan.
Karena itu, ia kembali menyarankan agar pengunjung mempertimbangkan membeli tiket terusan sejak awal.
Berburu Aneka Produk Cokelat
Menjelang akhir kunjungan, rombongan memasuki Galeri Cokelat untuk membeli oleh-oleh.
Di dalam galeri tersedia berbagai pilihan produk olahan cokelat dengan beragam ukuran dan varian rasa.
Pengulas memperlihatkan cokelat batangan, cokelat berbentuk hati, brownies, pia brownies kukus, madu mongso cokelat, wajik cokelat, hingga selai cokelat.
Selain makanan, tersedia pula gantungan kunci, pengharum ruangan beraroma cokelat, dan berbagai produk bertema cokelat lainnya.
Pengunjung juga menunjukkan beberapa pilihan kemasan cokelat, mulai dari ukuran kecil hingga kemasan 500 gram.
Menurutnya, galeri tersebut menjadi tempat yang tepat untuk membeli buah tangan sebelum meninggalkan kawasan wisata.
Pengalaman Berkunjung untuk Kedua Kalinya
Dalam penutup videonya, pengulas mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan kali kedua bersama keluarga ke Kampung Coklat.
Kunjungan dilakukan pada Desember 2025 dengan tujuan memberikan gambaran kepada calon wisatawan mengenai suasana di dalam kawasan wisata.
Ia berharap dokumentasi tersebut dapat membantu masyarakat yang masih bingung menentukan jenis tiket, memilih wahana yang ingin dicoba, maupun sekadar ingin mengetahui kondisi terbaru Kampung Coklat.
Berdasarkan pengalaman selama berkeliling, rekomendasi utama yang diberikan adalah memilih tiket terusan apabila berencana menikmati berbagai wahana sekaligus.
Selain menawarkan area perkebunan kakao dan edukasi mengenai pengolahan cokelat, Kampung Coklat juga menghadirkan kombinasi wahana permainan, kuliner, serta pusat oleh-oleh yang dapat dinikmati dalam satu kawasan wisata keluarga.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Arif WhyNot