BLITAR - Wisata Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kembali menjadi pilihan liburan keluarga. Seorang pengunjung membagikan pengalaman menjelajahi kawasan wisata tersebut dan merekomendasikan tiket terusan seharga Rp35.000 karena dinilai lebih hemat untuk menikmati berbagai wahana yang tersedia.
Dalam video perjalanan yang dibagikan, pengunjung bersama keluarga mengulas sejumlah fasilitas, wahana permainan, hingga area edukasi kakao yang menjadi daya tarik utama Kampung Coklat.
Selain menikmati berbagai aktivitas rekreasi, mereka juga membagikan tips memilih tiket agar pengunjung bisa memperoleh pengalaman wisata yang lebih maksimal.
Pengunjung Sarankan Memilih Tiket Terusan
Sesampainya di lokasi, rombongan langsung mencari informasi mengenai harga tiket masuk.
Baca Juga: Review iPhone XS Max di Tahun 2026: Masih Worth It Beli HP 3 Jutaan Eks Flagship Apple?
Pengunjung menyebut tiket reguler dibanderol Rp20.000, sedangkan tiket terusan seharga Rp35.000.
Menurutnya, selisih harga sekitar Rp15.000 sangat layak karena pengunjung dapat menikmati banyak wahana yang tersedia di dalam kawasan wisata.
Ia bahkan menghitung terdapat sekitar 14 wahana yang bisa dinikmati. Karena itu, membeli tiket reguler dianggap kurang menguntungkan apabila nantinya tetap ingin mencoba berbagai permainan.
Pengulas juga menjelaskan bahwa sebagian wahana memiliki tarif tambahan sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 jika dibayar secara terpisah.
Atas dasar itu, ia menyarankan pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa, memilih tiket terusan agar pengeluaran menjadi lebih efisien.
Menjelajahi Area Farm dan Kebun Kakao
Perjalanan dimulai dengan mengelilingi area wisata yang dipenuhi berbagai spot foto.
Suasana saat itu masih relatif lengang meski bertepatan dengan musim liburan. Pengulas menduga kondisi tersebut dipengaruhi waktu kunjungan yang masih pagi dan cuaca yang mendung.
Baca Juga: Review Asus ROG Phone 9 Pro Edition: Ponsel Gaming Rp 21 Juta dengan Fitur Melimpah
Rombongan kemudian menuju area farm untuk melihat berbagai hewan, termasuk kambing dan ayam.
Selanjutnya mereka berjalan menuju kebun kakao yang menjadi ikon Kampung Coklat.
Di lokasi itu, pengunjung melihat langsung pohon kakao yang sedang berbuah dan menyaksikan proses penjemuran biji kakao hasil panen.
Mereka juga sempat berbincang dengan petugas mengenai buah kakao yang dipanen serta proses pengolahannya menjadi bahan baku cokelat.
Menurut pengulas, area perkebunan terlihat cukup luas dengan suasana yang asri.
Serunya Menyusuri Wahana Perahu
Usai menjelajahi kebun kakao, keluarga tersebut mencoba wahana perahu.
Sebelum berangkat, mereka membeli pakan ikan yang bisa diberikan selama perjalanan.
Saat menyusuri lintasan air, beberapa kali mereka harus menundukkan kepala karena terdapat jembatan yang melintang di atas jalur perahu.
Meski demikian, suasana perjalanan berlangsung santai dan penuh canda.
Pengulas beberapa kali mengingatkan anggota keluarganya agar berhati-hati ketika melewati jembatan maupun saat turun dari perahu.
Mencoba Beragam Permainan
Kegiatan berikutnya diisi dengan mencoba berbagai wahana yang tersedia.
Mulai dari trampolin, panahan, bom-bom car, playground, monorel, mini golf, hingga perahu dayung.
Pada beberapa wahana, pengunjung harus mengantre karena cukup diminati wisatawan lainnya.
Selain wahana permainan, mereka juga menyempatkan diri menikmati jajanan yang dijual di dalam kawasan wisata.
Pengulas memperlihatkan keberadaan warung, butik, gerai makanan, minuman segar, hingga kolam renang yang dilengkapi seluncuran untuk anak-anak.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut membuat pengunjung tidak perlu keluar area wisata ketika ingin beristirahat atau mencari makanan.
Terapi Ikan dan Layanan Pendukung
Rombongan juga mencoba wahana terapi ikan.
Pengulas menjelaskan bahwa tarif terapi ikan sebesar Rp15.000 apabila dibayar secara terpisah.
Namun, bagi pemegang tiket terusan, wahana tersebut sudah termasuk dalam paket sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Di sekitar area terapi ikan juga tersedia toilet dan tempat pijat yang bisa dimanfaatkan pengunjung setelah lelah berjalan mengelilingi kawasan wisata.
Berbelanja Oleh-Oleh di Galeri Cokelat
Sebelum pulang, keluarga tersebut mengunjungi Galeri Cokelat untuk membeli buah tangan.
Galeri menyediakan berbagai produk olahan cokelat dengan pilihan ukuran dan rasa yang beragam.
Pengulas memperlihatkan cokelat batangan, cokelat berbentuk hati, brownies, pia brownies kukus, madu mongso cokelat, wajik cokelat, hingga selai cokelat.
Selain makanan, tersedia pula gantungan kunci bertema cokelat serta pengharum ruangan beraroma cokelat.
Menurutnya, pilihan oleh-oleh yang tersedia cukup lengkap sehingga memudahkan wisatawan membawa buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.
Kunjungan Kedua Bersama Keluarga
Di akhir perjalanan, pengulas mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan kali kedua bersama keluarga ke Kampung Coklat.
Video itu dibuat untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kawasan wisata, pilihan wahana, hingga rekomendasi jenis tiket yang layak dipilih.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin berlibur ke Kampung Coklat.
Berdasarkan pengalaman selama berada di lokasi, tiket terusan dinilai menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi pengunjung yang ingin menikmati banyak wahana sekaligus.
Dengan kombinasi wisata edukasi kakao, permainan keluarga, area kuliner, serta pusat oleh-oleh dalam satu kawasan, Kampung Coklat tetap menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang menawarkan pengalaman beragam dalam sekali kunjungan.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Arif WhyNot