JAKARTA - Keutamaan bersedekah shubuh dan sedekah harian menjadi fondasi penting bagi setiap muslim untuk meraih keberkahan hidup serta kelapangan rezeki. Ajaran Islam sangat menekankan anjuran berbagi kepada sesama tanpa harus menunggu menjadi kaya raya terlebih dahulu.
Dalam ceramah kajian bedah buku hadis, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa amalan bersedekah merupakan cerminan dari kemuliaan jiwa seseorang. Keinginan untuk berbagi harta yang dimiliki dengan sesama mampu mengikis sifat pelit, bakhil, serta menanamkan rasa pengasih dan kemudahan untuk memaafkan.
Setiap muslim diimbau untuk merutinkan sedekah sesuai dengan batas kemampuannya masing-masing karena Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah menilai besarnya kuantitas, melainkan keikhlasan dari amalan tersebut.
Baca Juga: Pasien ODJG di Kota Blitar Terbanyak ada di Kecamatan Sananwetan, Dinkes Ungkap Faktanya
Keutamaan Bersedekah Tanpa Menunggu Kaya
Islam memberikan kelonggaran dan kemudahan luar biasa bagi umatnya dalam mengamalkan ibadah sedekah. Seorang muslim tidak diwajibkan memiliki harta berlimpah untuk mulai berbagi kepada orang lain.
Ustaz Khalid Basalamah meneladani sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengenai pembangunan tempat ibadah atau masjid. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang membangun rumah Allah di muka bumi, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga.
Ketika sahabat bertanya karena merasa tidak semua orang memiliki dana cukup untuk membangun satu bangunan masjid secara utuh, Rasulullah SAW memberikan jalan keluar yang sangat menenangkan. Pahala istana di surga tersebut tetap bisa diraih oleh siapa saja yang bersedekah sesuai tingkat kemampuannya, bahkan walau hanya sebanding dengan sarang burung atau menyumbangkan uang nominal kecil ke dalam kotak amal masjid.
Kemudahan Memburu Pahala Memberi Makan Berbuka
Hal serupa juga berlaku pada amalan memberi makan orang yang berpuasa. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa orang yang menyediakan hidangan berbuka akan memperoleh pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala sang shaim sedikit pun.
Menjawab kekhawatiran para sahabat yang tidak sanggup menyediakan hidangan lengkap, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pahala besar itu tetap bisa diraih meskipun hanya dengan bersedekah sebutir kurma, seteguk air, atau segelas susu yang dicampur air.
Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan, bantuan sederhana yang mampu menghilangkan rasa dahaga seorang mukmin saat berbuka puasa akan dibalas Allah berupa kesempatan minum langsung dari telaga Nabi pada hari kiamat kelak.
Doa Malaikat Setiap Pagi Hari
Keutamaan bersedekah shubuh juga diperkuat oleh hadis riwayat Imam Bukhari mengenai keberadaan dua malaikat yang turun setiap pagi. Kedua malaikat tersebut diputus Allah untuk memanjatkan doa khusus bagi hamba-hamba-Nya yang mengawali hari.
Malaikat pertama berdoa memohon agar Allah melapangkan rezeki bagi orang-orang yang bersedekah di pagi hari. Sebaliknya, malaikat kedua memanjatkan doa agar Allah membinasakan dan menghancurkan harta serta jiwa orang-orang yang bakhil atau pelit.
Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan bahwa doa kebinasaan dari malaikat tersebut menyasar jiwa dan harta orang yang selalu perhitungan untuk mengeluarkannya di jalan Allah. Sifat bakhil tersebut bahkan kerap membuat seseorang berkata kurang santun saat menolak permohonan bantuan dari orang lain.
Baca Juga: Pasien ODJG di Kota Blitar Terbanyak ada di Kecamatan Sananwetan, Dinkes Ungkap Faktanya
Prinsip Rezeki Halal dan Keadilan Allah
Dalam mengamalkan sedekah, terdapat syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap hamba, yakni sumber pendapatan wajib berasal dari harta yang halal. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Baik dan tidak akan menerima kecuali amalan dari sumber yang baik dan bersih.
Ustaz Khalid Basalamah membagi pola pendapatan dan sedekah manusia ke dalam empat kelompok. Kelompok terbaik adalah orang yang mencari nafkah secara halal dan menyalurkannya pada jalan yang halal pula.
Sebaliknya, sedekah dari hasil kejahatan seperti mencuri atau manipulasi data sama sekali tidak akan mendatangkan pahala, melainkan dosa berlipat karena Allah menolak segala sesuatu yang haram.
Mengenai keadilan Allah, terdapat riwayat di mana sedekah 1 dirham dari orang yang tidak berkecukupan mampu mengalahkan nilai sedekah 100 dirham dari orang kaya. Hal ini terjadi karena orang yang pas-pasan tersebut telah menginfakkan seluruh harta tersisa yang dimilikinya secara ikhlas di jalan Allah.
Melipatgandakan Amalan Sebesar Gunung Uhud
Berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah RA, Allah akan menerima sedekah hamba-Nya dengan tangan kanan-Nya. Amalan bersedekah walau seberat satu biji kurma atau satu suapan makanan dari hasil yang halal akan terus ditumbuhkan oleh Allah.
Rasulullah SAW mengumpamakan pemeliharaan amalan tersebut seperti seseorang yang merawat anak kuda atau anak untanya dengan cermat hingga tumbuh menjadi sangat besar. Allah akan menjaga dan melipatgandakan pahala sedekah yang ikhlas tersebut hingga ukurannya membesar menyerupai Gunung Uhud.
Firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 104 dan Surah Al-Baqarah ayat 276 turut menegaskan bahwa Allah Maha Menerima tobat serta menyuburkan amalan sedekah hamba-hamba-Nya.
Resep Bebas Musibah dan Pengikis Penyakit
Sedekah tidak sekadar mendatangkan pahala di akhirat, tetapi juga menjadi resep mujarab untuk menyelesaikan berbagai permasalahan duniawi. Sabda Rasulullah SAW menyatakan bahwa sedekah dapat meredam murka Allah Subhanahu wa Ta'ala serta menghapus hukuman-Nya.
Para ulama Salaf menyebutkan bahwa kebiasaan berbagi mampu menghilangkan hingga 70 pintu masalah atau musibah dalam kehidupan manusia. Berbagai penyakit kronis dan beban persoalan hidup yang berat terbukti dapat terangkat melalui keajaiban amalan bersedekah.
Prinsip utama yang wajib ditanamkan oleh setiap muslim adalah meyakini bahwa dirinya jauh lebih membutuhkan amalan sedekah tersebut dibandingkan orang miskin yang menerima bantuan.
Janji Allah: Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Sesuai hadis riwayat Muslim, Tirmidzi, dan Imam Malik, Rasulullah SAW memberikan jaminan tegas bahwa sedekah tidak akan pernah mengurangi harta benda yang dimiliki seseorang. Konsep ini sangat bertolak belakang dengan pola pikir kapitalis yang menganggap pengeluaran uang selalu berujung pada pengurangan jumlah harta.
Allah telah berjanji dalam Surah Saba ayat 39 bahwa setiap infak yang dikeluarkan di jalan-Nya pasti akan diganti dengan kelimpahan rezeki yang berkali-kali lipat. Pembuktian janji Allah ini telah dirasakan langsung oleh banyak jemaah yang rutin mengamalkan sedekah hingga kehidupan ekonomi mereka terangkat dan menjadi kaya raya.
Bahkan, amalan sederhana ini kerap mendatangkan jalan keluar tidak terduga bagi orang-orang yang sedang tertimpa kesulitan finansial maupun masalah hidup.
Mengangkat Derajat dan Melapangkan Jalan
Selain melipatgandakan rezeki, amalan kebaikan ini juga mendatangkan kemuliaan serta mengangkat derajat seorang muslim di sisi Allah dan manusia. Rasulullah SAW menegaskan bahwa pemberian maaf hanya akan menambah kemuliaan, serta sikap tawaduk karena Allah pasti akan diangkat derajatnya.
Umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda-nunda kesempatan bersedekah setiap harinya. Rutinitas berbagi yang dijalani dengan penuh keikhlasan akan membuka pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dengan memahami keutamaan dan keajaiban bersedekah shubuh, setiap muslim diharapkan mampu menjadikan amalan ini sebagai kebutuhan hidup sehari-hari demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : langkah iman