TEMBILAHAN - Mengamalkan ibadah di awal hari memiliki keberkahan tersendiri bagi setiap umat Islam. Salah satu amalan mulia yang memiliki ganjaran luar biasa adalah keutamaan bersedekah shubuh dalam kehidupan sehari-hari.
Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa rutin mengeluarkan harta di waktu subuh mendatangkan perlindungan serta keberkahan melimpah. Hal tersebut disampaikan UAS saat mengisi tausiyah subuh di Surau Addin, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
"Siapa yang hidup pada waktu subuh dikirimkan Allah dua malaikat. Salah satu malaikat berdoa meminta kepada Allah agar orang yang bersedekah diberikan ganti ganjaran melimpah," ujar Ustadz Abdul Somad di hadapan ratusan jamaah.
Baca Juga: AI Terbaik untuk Cari Cuan: Strategi Bisnis Digital Margin 100 Persen Tanpa Modal Besar
Doa Malaikat Setiap Waktu Subuh
UAS menjelaskan bahwa momen subuh menjadi waktu paling istimewa untuk mengulurkan bantuan. Setiap pagi, dua malaikat turun ke bumi membawa doa yang berbeda bagi setiap hamba Allah SWT.
Malaikat pertama memohon ganti rugi dan kelipatan rezeki bagi orang yang dermawan. Sebaliknya, malaikat kedua memanjatkan doa kebinasaan harta bagi orang yang menahan hartanya atau enggan bersedekah.
Keutamaan bersedekah shubuh ini tercantum jelas dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kehadiran doa malaikat tersebut menjadi jaminan keselamatan harta benda serta pembersih jiwa dari sifat kikir.
Perbedaan Zakat, Wakaf, Infak, dan Sedekah
Dalam tausiyahnya, UAS turut meluruskan pemahaman masyarakat terkait perbedaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah. Banyak warga yang kerap menyamakan keempat istilah ibadah harta tersebut padahal memiliki ketentuan hukum berbeda.
Zakat merupakan kewajiban yang terikat batasan nisab serta jangka waktu pemilikan selama satu tahun (haul). Sementara itu, wakaf adalah penyerahan aset berupa harta tahan lama yang nilainya tidak boleh hilang atau berkurang, seperti tanah atau bangunan tempat ibadah.
Adapun infak adalah pengeluaran dalam bentuk materi atau harta benda seperti uang dan makanan. Sedekah memiliki cakupan paling luas karena tidak terbatas pada materi saja, melainkan mencakup senyuman, perbuatan baik, hingga bantuan tenaga.
"Menyusun sandal yang berantakan, membersihkan tempat ibadah, sampai memberikan senyuman manis kepada saudaramu itu semua adalah bagian dari sedekah," tutur pendakwah asal Riau tersebut.
Sembilan Keutamaan Besar Sedekah Menurut Ajaran Islam
UAS membeberkan sedikitnya ada sembilan keutamaan besar bagi orang yang gemar menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Keutamaan pertama adalah sebagai penolak bala dan penghindar dari segala bentuk musibah maupun bahaya.
Keutamaan kedua adalah sebagai penawar atau obat bagi orang yang sedang menderita sakit. UAS menceritakan kisah sahabat Nabi maupun ulama klasik yang berhasil sembuh dari penyakit menahun usai menggali sumur dan bersedekah air.
"Nabi Muhammad SAW berpesan agar kita mengobati orang yang sakit di antara kita dengan bersedekah. Banyak keajaiban medis terjadi berkat ketulusan berbagi," kata lulusan Universitas Al-Azhar Mesir itu.
Manfaat ketiga adalah menjadi pahala sedekah jariyah yang terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia. Selama bangunan atau barang yang disedekahkan dimanfaatkan, aliran pahala akan terus mengalir ke alam kubur tanpa terputus.
Keutamaan keempat adalah menjawab keinginan terbesar para jenazah di alam barzahir. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa jika orang mati diberikan kesempatan hidup kembali meski hanya satu menit, mereka memilih untuk bersedekah.
Perlindungan di Padang Mahsyar dan Penutup Doa
Baca Juga: AI Terbaik untuk Cari Cuan: Strategi Bisnis Digital Margin 100 Persen Tanpa Modal Besar
Pada poin kelima, harta yang disedekahkan akan berubah menjadi atap naungan yang melindungi pemiliknya di Padang Mahsyar kelak. Ketebalan dan kenyamanan naungan tersebut sangat bergantung pada kadar keikhlasan dan besarnya sedekah yang dikeluarkan.
Keutamaan keenam hingga kedelapan meliputi jaminan Doa Malaikat Subuh, penolak kematian yang buruk (su'ul khotimah), serta hak istimewa masuk surga melalui pintu khusus bernama Babul Shodaqoh. Sementara keutamaan kesembilan adalah kemampuan sedekah dalam memadamkan murka Allah SWT layaknya air memadamkan kobaran api.
Dalam kesempatan tersebut, UAS mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk saling bahu-membahu melunasi tanggungan utang pembangunan Surau Addin sebesar Rp130 juta. Gotong royong umat dalam memakmurkan tempat ibadah menjadi bukti nyata keimanan serta kepedulian sosial.
Pemanfaatan alokasi harta untuk kegiatan keagamaan dipastikan mendatangkan ketenangan jiwa di dunia serta menjadi bekal utama menyongsong kehidupan akhirat kelak.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ustadz Abdul Somad Official