Keutamaan Sholat Malam dan Tahajud Menurut Ustaz Adi Hidayat, Rahasia Derajat Mulia di Sisi Allah

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 15:50 WIB
Keutamaan sholat malam dan tahajud menurut Ustaz Adi Hidayat. Ketahui rahasia nafilah, peningkat ketaatan, dan penutup kekurangan sholat wajib! (PINTEREST)
Keutamaan sholat malam dan tahajud menurut Ustaz Adi Hidayat. Ketahui rahasia nafilah, peningkat ketaatan, dan penutup kekurangan sholat wajib! (PINTEREST)

JAKARTA - Ibadah sholat malam atau tahajud memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam syariat Islam serta menjadi sarana utama bagi seorang hamba untuk meningkatkan derajat ketaatan kepada Allah SWT.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan secara mendalam mengenai kedudukan, hukum, serta berbagai manfaat yang terkandung dalam amalan sholat sunnah malam berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Penjelasan komprehensif tersebut disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam sesi pembelajaran kurikulum online di MIRA (Ma'had Islam Rafiah Akhirat) yang ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resminya.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Rp4–6 Jutaan Pertengahan 2026, Acer Aspire Lite 14 Jadi Pilihan Utama

Istilah Nafilah dan Pengertian Sholat Malam

Ustadz Adi Hidayat menerangkan bahwa sholat tahajud dikategorikan sebagai amalan nafilah atau ibadah tambahan di luar sholat fardhu yang lima waktu.

Secara bahasa, kata nafilah berarti sesuatu yang ditambahkan pada bagian pokok untuk melengkapi dan menyempurnakan keindahan serta kebaikan ibadah yang utama.

Ia memberikan kiasan sederhananya seperti ekor pada seekor sapi, di mana tanpa ekor hewan tersebut tetaplah sapi, namun keberadaan ekor membuat wujudnya menjadi jauh lebih sempurna dan indah.

"Sesuatu yang bertambah pada yang pokok, yang dengan tambahan itu menjadikan kesempurnaan bertambah lebih baik, lebih bagus, itu disebut nafilah," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Landasan Hukum dan Maksud Menyempurnakan Ketaatan

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa amalan nafilah sama sekali tidak bertujuan untuk mengubah atau menambah bilangan rakaat maupun jumlah sholat wajib.

Hukum pelaksanaan sholat tambahan ini dihukumi sebagai sunnah yang berfungsi melengkapi segala kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan sholat fardhu.

Landasan utama amalan sholat malam ini tercantum jelas dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 79 yang memerintahkan hamba-Nya untuk bangun menunaikan ibadah tahajud.

Menyempurnakan dalam konteks ini mencakup dua hal penting, yaitu menambah kualitas ketaatan seorang hamba serta menutupi kekurangan kekhusyukan saat mendirikan sholat fardhu.

Ustadz Adi Hidayat mengutip sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengenai dialog Rasulullah SAW dengan seorang pria Arab Baduy.

Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk bahwa sholat wajib lima waktu adalah hal pokok yang harus ditunaikan oleh setiap muslim.

Namun, jika seorang muslim ingin menambah kualitas ketaatannya di hadapan Allah SWT, maka ia sangat dianjurkan untuk menambah amalan-amalan sunnah.

Pentingnya Kedudukan Sholat dalam Hisab dan Perilaku

Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kembali hadis yang sangat terkenal mengenai pentingnya kedudukan sholat sebagai amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Apabila sholat seseorang terindikasi baik dan sempurna, maka hal itu memberikan sinyal positif bagi penghitungan seluruh amal-amal kebaikan lainnya.

Seandainya terdapat kekurangan kekhusyukan pada sholat fardhu, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk melengkapinya menggunakan catatan pahala dari sholat-sholat nafilah.

Selain berimbas pada proses hisab, ibadah sholat yang didirikan secara benar juga memiliki dampak yang sangat kuat terhadap keimanan dan perilaku sehari-hari.

Sesuai dengan penegasan Al-Qur'an Surah Al-Ankabut ayat 45, sholat yang dilakukan secara khusyuk mampu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

Atas dasar itulah, pendidikan sholat menjadi prioritas utama yang diajarkan kepada anak-anak sejak usia 7 hingga 10 tahun sebagai landasan karakter.

Pendekatan Ilmu Fikih dan Perbedaan Istilah Hukum

Dalam pemaparannya, Ustadz Adi Hidayat mengulas secara mendetail rincian ilmu ushul fikih untuk memahami perbedaan penggunaan istilah hadis, sunnah, serta nafilah.

Ia menjelaskan bahwa dalam kajian fikih terdapat lima hukum utama yang menjadi ukuran perbuatan, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.

Amalan sunnah dirumuskan sebagai suatu perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala tambahan, dan jika ditinggalkan karena uzur tertentu tidak menimbulkan dosa.

Para ulama lebih sering mempopulerkan istilah sholat sunnah dibandingkan nafilah guna memberikan dorongan motivasi yang kuat kepada umat Islam.

Langkah memviralkan istilah sunnah bertujuan agar masyarakat menyadari adanya keutamaan serta pahala besar yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Rp4–6 Jutaan Pertengahan 2026, Acer Aspire Lite 14 Jadi Pilihan Utama

Keutamaan Khusus Dalam Setiap Sholat Sunnah

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa setiap jenis sholat sunnah memiliki fadilah dan keutamaan spesifik yang berbeda satu sama lain.

Sebagai contoh, sholat sunnah rawatib yang mengiringi sholat fardhu berfungsi secara langsung melengkapi kekurangan pahala dan kekhusyukan sholat wajib.

Sementara itu, amalan sholat sunnah lain seperti sholat syuruq yang dikerjakan usai berzikir setelah subuh berjamaah menjanjikan ganjaran pahala setara ibadah haji dan umrah secara sempurna.

Begitu pula dengan sholat Dhuha serta sholat malam atau tahajud yang memiliki keistimewaan tersendiri sesuai dengan tingkat kesulitan dan kondisinya.

Allah SWT menetapkan sholat fardhu sebagai standar umum yang sanggup dilaksanakan oleh seluruh hamba dalam berbagai macam aktivitas.

Sedangkan sholat nafilah disediakan sebagai sarana pendorong bagi hamba-hamba pilihan yang bertekad mencapai keunggulan serta kedudukan yang lebih tinggi.

Pengertian Bahasa dan Hakikat Sholat Tahajud

Mengurai istilah sholat malam, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan makna kata tahajud dari tinjauan ilmu tata bahasa Arab atau sharaf.

Secara bahasa, kata tahajud berakar dari kata hajada yang merujuk pada suatu aktivitas atau perbuatan yang dilakukan pada malam hari setelah diawali dengan tidur terlebih dahulu.

Penambahan huruf ta di bagian depan kata tersebut memberikan makna adanya kesungguhan, upaya keras, serta keseriusan untuk bangun di tengah malam.

Oleh karena itu, seseorang yang mampu bangun di malam hari untuk mendirikan sholat tahajud patut bersyukur dan berbahagia atas karunia tersebut.

Hal itu menandakan bahwa Allah SWT sedang memuliakan orang tersebut dengan memasukkannya ke dalam golongan hamba-hamba yang bertambah nilai ketaatannya.

Ustadz Adi Hidayat mengingatkan agar kesempatan berharga di malam hari tidak dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti sekadar menonton pertandingan bola atau begadang tanpa arah.

Memanfaatkan waktu malam untuk bersujud kepada Allah SWT merupakan sarana terbaik untuk mengejar tambahan pahala sekaligus memohon ampunan atas segala kekurangan ibadah di siang hari.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Adi Hidayat Official
keutamaan sholat malam sholat tahajud amalan nafilah sholat sunnah malam Ustadz Adi Hidayat