JAKARTA - Membaca Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang memiliki kedudukan luar biasa serta menjadi jalan keselamatan bagi umat Islam.
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan penjelasan mendalam mengenai berbagai keutamaan membaca Al-Qur’an yang sanggup memberikan pertolongan dan syafaat saat manusia menghadapi hari kiamat.
Tausiyah tersebut disampaikan oleh penceramah kenamaan Ustadz Abdul Somad dalam siaran keagamaan di TVOne yang mengulas tentang pertolongan di alam akhirat.
Al-Qur’an Sebagai Pemberi Syafaat dan Teman Setia
Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa setiap manusia kelak akan menghadap Allah SWT secara sendirian tanpa didampingi oleh harta maupun keluarga.
Dalam kondisi yang penuh rasa cemas dan takut tersebut, bacaan Al-Qur’an yang rutin diamalkan selama di dunia akan datang memberikan pertolongan.
UAS mengutip hadis shahih riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu mengenai perintah memperbanyak bacaan kitab suci.
"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang yang mau membacanya," ujar Ustadz Abdul Somad.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an akan berubah wujud menjadi sosok yang sangat tampan untuk menemani dan membela para pembacanya di alam kubur.
Menyembuhkan Penyakit dan Menurunkan Ketenangan
Selain menjadi pemberi syafaat di hari akhir, keutamaan membaca Al-Qur’an juga berfungsi sebagai syifa atau obat penawar bagi jiwa manusia.
Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sebagai penyembuh dari berbagai penyakit hati seperti rasa bingung, takut, serta kecemasan dalam mengarungi kehidupan dunia.
Ketika ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan di dalam rumah maupun ruangan, Allah SWT akan menurunkan rahmat, kasih sayang, serta ketenangan yang mendalam.
Rasa tenang tersebut merupakan karunia khusus dari Allah SWT yang dimasukkan secara langsung ke dalam qalbu hamba-Nya yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Generasi salafushalih terdahulu memberi teladan nyata dengan membiasakan membaca minimal dua lembar ayat Al-Qur'an setiap usai mendirikan sholat subuh.
Derajat Manusia Terbaik dan Amalan
Ustadz Abdul Somad mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang-orang yang senantiasa mau belajar serta mengajarkan Al-Qur'an kepada sesama.
Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa sebaik-baik hamba di antara umat Islam adalah mereka yang mempelajari Al-Qur'an lalu mengajarkan isi kandungannya.
"Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajar Al-Qur'an," tutur pendakwah lulusan Universitas Al-Azhar Mesir tersebut.
UAS berpesan agar interaksi dengan kitab suci tidak sekadar membaca, melainkan berlanjut pada upaya memahami tajwid, merenungkan tafsir, hingga mengamalkannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi atau amalan kontinu meski dilakukan dalam jumlah yang tergolong sedikit setiap harinya.
Istiqomah membaca dua hingga sepuluh lembar setelah sholat fardhu jauh lebih disukai daripada membaca banyak namun tidak berkelanjutan.
Keistimewaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadan
Momen bulan suci Ramadan menjadi waktu paling utama untuk memacu dan memperbanyak kuantitas serta kualitas bacaan Al-Qur'an.
Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur'an (Syahrul Qur'an) sekaligus bulan yang dipenuhi oleh limpahan rahmat serta ampunan Allah SWT.
Segala bentuk amal kebaikan dan bacaan ayat suci Al-Qur'an yang ditebarkan sepanjang Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Bahkan para sahabat Nabi SAW kerap mengkhatamkan bacaan serta hafalan Al-Qur'an mereka berulang kali selama menjalankan ibadah puasa.
UAS mengingatkan pentingnya memanfaatkan sisa umur manusia yang amat singkat untuk membekali diri dengan syafaat bacaan Al-Qur'an.
Apabila dipotong masa kecil sebelum akil balik, waktu tidur, serta jam kerja, maka kesempatan murni manusia untuk beribadah sebenarnya amat terbatas.
Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, penerang jalan, serta teman dekat merupakan modal terbaik untuk menyongsong kehidupan yang abadi.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Damai Indonesiaku Tv One