BLITAR KAWENTAR – Seni ilustrasi tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana menyampaikan pesan sosial.
Hal itu dibuktikan Milatun Nabila, ilustrator muda asal Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, yang menghadirkan berbagai merchandise dengan ilustrasi penuh warna dan sarat makna.
Melalui Sukayo Studio, alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut menggabungkan estetika visual dengan kritik sosial, isu lingkungan, serta semangat kecintaan terhadap Blitar.
Salah satu karya yang menarik perhatian menggambarkan lautan yang dipenuhi limbah plastik dengan narasi bertuliskan "Ocean". Ilustrasi tersebut menjadi bentuk ajakan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
Menurut Mila, setiap karya yang dituangkan pada media seperti kaus, totebag, postcard, poster mini hingga aksesori lainnya selalu memiliki filosofi tersendiri.
Perempuan berusia 27 tahun itu menegaskan produknya bukan sekadar barang dagangan.
Melalui ilustrasi yang dibuatnya, Mila ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari pertumbuhan diri hingga isu lingkungan.
Dalam perjalanannya, Sukayo Studio berhasil menarik perhatian berbagai kalangan melalui bazar maupun kolaborasi bersama komunitas kreatif di Blitar.
Anak-anak menyukai pin akrilik dengan warna cerah, sedangkan kalangan dewasa lebih tertarik pada kaus dan totebag yang mengandung pesan filosofis.
Baca Juga: Kontes Sapi Blitar Bangkit Lagi, Jadi Ajang Dongkrak Nilai Jual Ternak Usai PMK
Saat ini pemasaran produk masih didominasi melalui media sosial Instagram dan berbagai event lokal.
Namun, Mila tengah mempersiapkan katalog di Shopee agar jangkauan pasar Sukayo Studio semakin luas.
Untuk proses produksi, ia bekerja sama dengan vendor lokal menggunakan teknik cetak DTF (direct to film) sehingga karakter warna ilustrasi tetap cerah sesuai desain asli.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Klampok Diduga Dipicu Tungku Perebus Lontong, Gas Melon Ikut Meledak
Produk Sukayo Studio dipasarkan dengan harga yang cukup beragam, mulai dari pembatas buku Rp5 ribu, pin Rp10 ribu, postcard Rp15 ribu, totebag Rp68 ribu, hingga kaus seharga Rp148 ribu.
Mila berharap harga yang terjangkau membuat semakin banyak masyarakat dapat menikmati sekaligus memahami pesan sosial yang disampaikan melalui setiap ilustrasi.
Baginya, seni visual merupakan media komunikasi yang efektif karena mampu menyampaikan gagasan tanpa terkesan menggurui.
Baca Juga: Pembatasan Akses Bendungan Lahor Ancam Ekonomi Warga, Pemkab Blitar Dorong Solusi Terbaik
Lewat karya sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pesan mengenai lingkungan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan diharapkan lebih mudah diterima masyarakat. (jar/c1/ady)