Keutamaan Membaca Al-Quran Bawa Rahmat dan Ketenangan Hati Jiwa

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:20 WIB
Keutamaan membaca Al-Quran membawa rahmat serta ketenangan jiwa bagi kehidupan. Simak penjelasan mendalam Ustaz Abdul Somad di Pamekasan. (PINTEREST)
Keutamaan membaca Al-Quran membawa rahmat serta ketenangan jiwa bagi kehidupan. Simak penjelasan mendalam Ustaz Abdul Somad di Pamekasan. (PINTEREST)

BLITAR - Keutamaan membaca Al-Quran tidak hanya memberikan syafaat dan pahala melimpah bagi orang yang melantunkannya, melainkan juga memancarkan keberkahan serta rahmat seluas-luasnya bagi lingkungan masyarakat sekitarnya. Kehadiran para santri dan umat Islam yang senantiasa konsisten mengaji serta menghafalkan Al-Quran menjadi benteng spiritual yang sangat kokoh dalam menjaga kedamaian, ketenteraman, dan keselamatan suatu daerah dari berbagai bentuk marabahaya.

Pesan krusial mengenai keutamaan membaca Al-Quran tersebut disampaikan secara lugas dan penuh hikmah oleh penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam safari dakwah keagamaan di Pondok Pesantren Nahdlatut Taklimiyah, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Di hadapan ribuan santri, kiai, dan jemaah yang hadir, penceramah kenamaan asal Sumatra tersebut menegaskan betapa pentingnya merawat tradisi mulia mengaji Al-Quran secara istikamah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut penjelasan UAS, keutamaan membaca Al-Quran secara rutin sanggup mengundang curahan rahmat Allah SWT yang tidak sekadar dirasakan oleh sang pembaca secara pribadi, melainkan membentangi seluruh wilayah kabupaten hingga pulau tempat lantunan ayat suci tersebut terus bergema. Selama lantunan Al-Quran terus dibacakan oleh para santri di pondok pesantren, ketenteraman hidup seluruh lapisan masyarakat di sekitarnya akan senantiasa terjaga dengan sangat baik.

Baca Juga: Bersiap Bangun Usaha Produktif, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan

Sumber Ketenangan Hati dan Penawar Gelisah Jiwa

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad mengutip firman Allah SWT mengenai perintah mendengarkan bacaan Al-Quran dengan khusyuk dan tenang agar memperoleh rahmat ilahi. Setiap kali ayat-ayat suci Al-Quran dilantunkan di majelis ilmu, ketenangan hakiki atau sakinah akan langsung turun meresap ke dalam kedalaman dada orang-orang yang menyimaknya dengan penuh cinta dan keikhlasan.

Ketenangan jiwa yang bersumber dari Al-Quran merupakan nikmat dan hadiah istimewa dari Allah SWT yang tidak akan pernah bisa dinilai atau dibeli dengan materi seberapa pun besarnya. Di tengah tingginya kompleksitas kehidupan era modern yang sarat dengan tekanan sosial serta kepenatan batin, majelis ilmu Al-Quran menjadi penawar paling ampuh untuk mengobati kegelisahan jiwa, stres, hingga masalah kesehatan mental seperti kesulitan tidur atau insomnia.

Selain mendatangkan ketenangan batin yang luar biasa, aktivitas mengkaji ayat-ayat Al-Quran dan mendalami ilmu agama secara berjamaah di rumah Allah juga mengundang naungan kebaikan dari para malaikat. Keberkahan yang tercipta dari majelis ilmu ini akan terus mengalir secara berkesinambungan, membawa kebaikan nyata bagi kehidupan duniawi sekaligus menjadi bekal yang sangat berharga untuk kehidupan di alam akhirat kelak.

Mengalirkan Pahala Abadi Melalui Support Santri Al-Quran

UAS juga menyoroti betapa pentingnya memberikan dukungan nyata terhadap sarana pendidikan para penghafal Al-Quran sebagai bentuk investasi akhirat yang kekal abadi. Makanan lezat yang dikonsumsi manusia setiap hari pada akhirnya akan sirna menjadi kotoran, dan pakaian megah nan mahal suatu saat akan lapuk termakan zaman. Namun, harta yang disedekahkan dan diwakafkan untuk pembangunan fasilitas belajar para santri Al-Quran akan terus mengalirkan pahala tak terputus.

Mendukung lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang memberikan fasilitas secara cuma-cuma seperti di Pamekasan ini merupakan langkah konkret untuk melahirkan generasi muslih. Generasi ini tidak hanya memiliki kesalehan pribadi, tetapi juga mampu memancarkan manfaat serta kebaikan yang luas bagi lingkungan masyarakatnya. Amalan mulia mendukung pendidikan Al-Quran ini pun dapat diniatkan sebagai persembahan hadiah pahala terbaik bagi kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang ke rahmatullah.

Baca Juga: Bersiap Bangun Usaha Produktif, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan

Menjaga Kedalaman Tradisi Keilmuan dan Sanad Agama

Lebih jauh, penceramah bergelar Master of Arts tersebut mengingatkan seluruh jemaah akan pentingnya menuntut ilmu agama dan memahami Al-Quran secara langsung kepada para kiai serta ulama yang memiliki rantai sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Tradisi keilmuan Islam yang diwariskan secara turun-temurun mengajarkan bahwa pemahaman agama harus selalu dilandasi oleh adab yang tinggi, kedalaman literasi, serta sanad pengajaran yang teruji keautentikannya.

Memahami ajaran Al-Quran dan hukum Islam tidak boleh hanya mengandalkan kemudahan potongan informasi di media sosial tanpa bimbingan langsung dari guru keagamaan yang kredibel. Keberadaan pondok pesantren dan bimbingan para ulama merupakan pilar utama dalam menjaga keutamaan Al-Quran serta melindungi masyarakat dari pemahaman yang keliru maupun potensi perselisihan keagamaan.

Di akhir pesannya pada 2026 ini, Ustaz Abdul Somad mengajak seluruh umat Islam untuk tidak ragu melangkahkan kaki memakmurkan majelis ilmu dan senantiasa mendekatkan diri dengan Al-Quran. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup harian, setiap muslim akan meraih keberkahan hidup, kedamaian sejati, serta naungan kasih sayang Allah SWT di dunia hingga akhirat kelak.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ustadz Abdul Somad Official
Keutamaan Membaca Al-Quran Ustaz Abdul Somad Rahmat Allah Pamekasan Madura pondok pesantren