BLITAR - Kehidupan manusia di dunia tidak selamanya akan diiringi oleh sanak saudara, teman, maupun harta benda. Pada akhirnya, setiap individu akan menghadap Sang Pencipta seorang diri di alam kubur maupun di akhirat kelak. Di saat tidak ada satu pun orang atau jabatan yang mampu memberikan pertolongan, ibadah dan amalan sholeh selama di duniapun menjadi satu-satunya penentu keselamatan.
Memahami keutamaan membaca Al Quran menjadi landasan penting bagi setiap umat Islam agar memiliki pelindung dan penerang di tengah kegelapan akhirat. Al Quran yang sering dibaca, direnungkan, serta dipelajari hukum tajwid dan tafsirnya bukan sekadar lembaran kitab suci biasa. Dalam berbagai riwayat, kalam Ilahi ini kelak akan menjelma menjadi penolong atau syafaat yang paling setia mendampingi para pembacanya.
Banyak orang berlomba-lomba mencari banyak teman dan mengumpulkan harta kekayaan sewaktu hidup di dunia. Namun, ketika sakaratul maut tiba hingga melangkah ke alam barzakh, seluruh sanak saudara, anak, maupun pasangan akan kembali ke rumah masing-masing. Memahami keutamaan membaca Al Quran memberikan kesadaran bahwa hanya amalan konsisten yang sanggup menemani perjalanan panjang manusia menuju alam keabadian.
Rasulullah SAW dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menegaskan anjuran untuk senantiasa mendekatkan diri dengan Al Quran. Beliau bersabda, "Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." Sabda nabi ini menegaskan betapa dahsyatnya peran kitab suci Al Quran ketika manusia mengalami rasa cemas, takut, dan kebingungan luar biasa di hari berbangkit.
Para salafus shalih mendahului kita dengan memberikan contoh nyata dalam menjaga keistiqamahan membaca Al Quran. Mereka membiasakan diri membaca setidaknya dua lembar setelah shalat Subuh, Maghrib, maupun Isya. Pola rutin ini menjaga hati agar tetap tersambung dengan ayat-ayat Allah SWT. Amalan yang sedikit namun terus-menerus (kontinu) jauh lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali tanpa keistiqamahan.
Keistimewaan Al Quran tidak hanya hadir sebagai penolong di akhirat, melainkan juga berfungsi sebagai Syifa atau penawar dan pengobat bagi jiwa yang gelisah selama di dunia. Ketika seseorang membacakan Al Quran di rumah, di ruang tamu, maupun di saat perjalanan, ketenangan hati (sakinah) dan rahmat Allah SWT akan turun menaungi tempat tersebut. Rasa cemas dan sedih yang berlebihan akan luruh seiring lantunan ayat-ayat suci yang diresapi dalam qalbu.
Kemuliaan membaca Al Quran terasa makin berlipat ganda ketika dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, yang merupakan bulan diturunkannya Al Quran (Nuzulul Quran). Setiap huruf yang dibaca di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, tak heran jika para sahabat Nabi SAW seperti Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu dan generasi penerus senantiasa memanfaatkan setiap waktu luang untuk mengkhatamkan serta memperdalam isi kandungan Al Quran.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, orang terbaik di antara umat manusia adalah mereka yang belajar Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain (Khoirukum man ta'allamal Qur'ana wa 'allamah). Mengajarkan tajwid, membaca bersama keluarga, serta berusaha menerapkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan sehari-hari merupakan wujud penghormatan tertinggi terhadap wahyu Ilahi.
Mengingat umur manusia yang sangat singkat—rata-rata berkisar 63 tahun sebagaimana umur Nabi Muhammad SAW—maka waktu yang tersisa wajib dimanfaatkan secara bijak. Setelah dipotong masa kecil sebelum baligh, masa tidur, dan waktu bekerja, kesempatan untuk beribadah sebenarnya sangat terbatas. Mengisi waktu luang dengan berinteraksi bersama Al Quran adalah investasi akhirat paling menguntungkan.
Mari kita jadikan Al Quran sebagai teman dekat sejak di dunia, penunjuk jalan di masa hidup, serta penerang di alam kubur. Dengan membiasakan diri membaca Al Quran secara istiqamah, kita dapat berharap memperoleh syafaat dan rahmat Allah SWT di hari kiamat kelak.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Damai Indonesiaku Tv One