Makanan Sehat Itu Mahal? Ini Alasan Banyak Orang Justru Terjebak Pilih Junk Food

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:20 WIB
Makanan sehat itu mahal masih menjadi anggapan banyak orang. Simak alasan masyarakat lebih memilih junk food serta tips makan sehat dengan biaya yang tetap terjangkau.(pinterest)
Makanan sehat itu mahal masih menjadi anggapan banyak orang. Simak alasan masyarakat lebih memilih junk food serta tips makan sehat dengan biaya yang tetap terjangkau.(pinterest)

BLITAR Makanan sehat itu mahal menjadi anggapan yang masih dipercaya banyak masyarakat. Label makanan sehat sering kali identik dengan salad, granola, smoothie, atau produk impor yang harganya relatif tinggi. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih makanan cepat saji karena dinilai lebih murah, praktis, dan mengenyangkan.

Padahal, persepsi makanan sehat itu mahal belum tentu benar. Di Indonesia, banyak pilihan makanan bergizi yang mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Namun, kuatnya pengaruh iklan, gaya hidup serba cepat, hingga minimnya pemahaman tentang gizi membuat masyarakat lebih sering mengonsumsi junk food.

Anggapan makanan sehat itu mahal juga dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya konsumsi makanan olahan. Akibatnya, risiko obesitas hingga penyakit seperti diabetes dan gangguan jantung ikut meningkat seiring pola makan yang kurang seimbang.

Junk Food Dipilih karena Murah dan Praktis

Kesibukan masyarakat modern membuat makanan cepat saji menjadi pilihan utama. Mi instan, ayam goreng tepung, gorengan, hingga makanan kemasan mudah dibeli dan tidak membutuhkan waktu lama untuk disajikan.

Baca Juga: Manfaat Buah Papaya bagi Kesehatan dan Rahasia Pencernaan Sehat

Di sisi lain, makanan tersebut umumnya memiliki kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Kandungan inilah yang membuat junk food terasa lebih lezat, tetapi berisiko jika dikonsumsi terlalu sering.

Bagi pekerja maupun mahasiswa yang memiliki aktivitas padat, makanan cepat saji kerap dianggap sebagai solusi paling praktis dibanding harus memasak sendiri.

Obesitas Tak Lagi Identik dengan Orang Kaya

Dulu, tubuh gemuk sering dianggap sebagai simbol kemakmuran. Namun kini kondisinya mulai berubah.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Al Quran dalam Kehidupan dan Keberkahan Kota

Obesitas justru banyak ditemukan pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Salah satu penyebabnya adalah tingginya konsumsi makanan murah yang padat kalori, tetapi minim nutrisi.

Kelebihan lemak dalam tubuh tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Makanan Sehat Bukan Berarti Harus Mahal

Secara umum, makanan sehat adalah makanan yang mengandung nutrisi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga lemak dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.

Sebaliknya, junk food biasanya mengandung gula, garam, atau lemak secara berlebihan. Bukan berarti makanan tersebut sama sekali tidak boleh dikonsumsi, tetapi porsinya perlu dibatasi.

Selain kandungan gizinya, proses pengolahan juga menjadi penentu. Makanan yang dimasak sendiri menggunakan bahan segar umumnya lebih sehat dibanding makanan olahan pabrik atau makanan cepat saji.

Iklan Berhasil Membentuk Kebiasaan Konsumen

Selain faktor rasa, strategi pemasaran menjadi alasan mengapa junk food begitu digemari.

Iklan makanan cepat saji sering menampilkan suasana keluarga yang harmonis, pesta ulang tahun, atau momen kebersamaan. Gambaran tersebut secara tidak langsung membentuk persepsi bahwa makanan cepat saji identik dengan kebahagiaan.

Tidak sedikit orang tua yang menjadikan makanan cepat saji sebagai hadiah untuk anak karena dianggap istimewa. Kebiasaan ini kemudian terbawa hingga dewasa.

Kandungan Gula dan Lemak Bikin Sulit Berhenti

Junk food juga memiliki efek yang membuat orang ingin terus mengonsumsinya.

Kombinasi gula, garam, dan lemak mampu merangsang pusat penghargaan di otak sehingga muncul rasa puas dan ingin mengulang pengalaman tersebut. Bahkan tekstur renyah pada keripik atau ayam goreng tepung ikut meningkatkan sensasi saat makan.

Karena itulah banyak orang merasa sulit berhenti setelah mulai mengonsumsi makanan ringan atau fast food.

Banyak Pilihan Makanan Sehat yang Ramah Kantong

Menerapkan pola makan sehat sebenarnya tidak selalu membutuhkan biaya besar.

Indonesia memiliki banyak makanan bergizi dengan harga terjangkau, seperti tempe, tahu, sayur asem, sayur sop, kangkung, gado-gado, hingga lotek yang mudah ditemukan di pasar maupun warung makan.

Memasak sendiri juga dapat menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran sekaligus mengontrol penggunaan gula, garam, dan minyak. Selain itu, membiasakan membaca label gizi pada kemasan makanan dapat membantu memilih produk yang lebih sehat.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya soal berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga tentang pengetahuan dan kebiasaan dalam memilih makanan setiap hari.

Editor : Maylanni Diana Fitri
makanan sehat itu mahal fast food junk food makanan sehat obesitas