BLITAR – Gejala diabetes tipe 2 penting dikenali sejak dini karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Diabetes tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Kondisi tersebut menyebabkan kadar gula darah meningkat di atas batas normal.
Mengenali gejala diabetes tipe 2 menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Sayangnya, banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah muncul berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beragam gejala diabetes tipe 2 sebenarnya bisa muncul secara bertahap. Mulai dari sering buang air kecil hingga penglihatan kabur, seluruh tanda tersebut perlu diwaspadai agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sering Buang Air Kecil dan Mudah Haus
Salah satu tanda paling umum adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kondisi ini terjadi karena ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine ketika sel tubuh tidak mampu menyerap gula darah secara optimal.
Baca Juga: Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan Tubuh yang Bikin Terkejut Ampuh Tangkal Penyakit
Menurut Kementerian Kesehatan, seseorang dikatakan sering buang air kecil apabila jumlah urine yang dikeluarkan jauh lebih banyak dari biasanya, bahkan bisa mencapai sekitar lima liter per hari.
Akibat tubuh kehilangan banyak cairan, penderita juga akan lebih sering merasa haus meski sudah banyak minum.
Berat Badan Turun Tanpa Sebab
Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak dan otot sehingga berat badan turun secara drastis.
Baca Juga: Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan yang Ampuh Cegah Penyakit Mematikan
Dalam waktu dua hingga tiga bulan, penderita dapat kehilangan berat badan sekitar 4 hingga 8 kilogram tanpa menjalani program diet.
Selain itu, tubuh yang kekurangan energi juga memicu rasa lapar yang muncul lebih sering karena sel tidak memperoleh pasokan glukosa yang cukup.
Gatal hingga Luka Sulit Sembuh
Diabetes tipe 2 juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Tingginya kadar gula darah menyebabkan kulit menjadi lebih mudah gatal, mengalami infeksi, hingga gangguan sirkulasi darah.
Tak hanya itu, luka yang dialami penderita diabetes umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Gangguan aliran darah dan kerusakan saraf membuat proses penyembuhan menjadi tidak optimal.
Luka diabetik pada kaki menjadi salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 2.
Rentan Terkena Infeksi
Kadar gula darah yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Akibatnya, penderita lebih mudah mengalami infeksi, terutama pada area vagina, mulut, tenggorokan, maupun kulit.
Jika infeksi sering kambuh tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Mudah Lelah dan Penglihatan Kabur
Rasa lelah berlebihan juga menjadi salah satu gejala yang kerap muncul. Hal ini terjadi karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tubuh kekurangan sumber energi.
Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan mata dalam jangka panjang.
Kesemutan Jadi Tanda Kerusakan Saraf
Kesemutan pada tangan atau kaki dapat menjadi tanda bahwa kadar gula darah yang tinggi mulai merusak sistem saraf.
Kerusakan saraf akibat diabetes atau neuropati diabetik merupakan komplikasi yang cukup sering dialami penderita dengan gula darah yang tidak terkontrol.
Karena itu, keluhan kesemutan yang berlangsung terus-menerus tidak boleh dianggap sepele.
Rutin Cek Gula Darah untuk Deteksi Dini
Salah satu cara paling efektif mendeteksi diabetes tipe 2 adalah dengan memeriksa kadar gula darah secara rutin.
Tes gula darah puasa menjadi pemeriksaan yang paling umum dilakukan. Kadar gula darah puasa normal berada di bawah 99 mg/dL. Sementara hasil antara 100 hingga 125 mg/dL termasuk kategori prediabetes yang perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi diabetes.
Apabila mengalami satu atau beberapa gejala di atas, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Deteksi dini dan pengendalian kadar gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat diabetes tipe 2.
Editor : Maylanni Diana Fitri