Gejala Diabetes Tipe 2 yang Sering Diabaikan, Kenali 11 Tandanya Sebelum Muncul Komplikasi

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:30 WIB
Gejala diabetes tipe 2 sering muncul tanpa disadari. Kenali 11 tandanya, mulai sering haus, berat badan turun, luka sulit sembuh, hingga kesemutan agar terhindar dari komplikasi.(pinterest)
Gejala diabetes tipe 2 sering muncul tanpa disadari. Kenali 11 tandanya, mulai sering haus, berat badan turun, luka sulit sembuh, hingga kesemutan agar terhindar dari komplikasi.(pinterest)

BLITAR – Gejala diabetes tipe 2 kerap muncul secara perlahan sehingga sering tidak disadari penderitanya. Padahal, penyakit kronis ini dapat dialami oleh siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia. Jika tidak terdeteksi sejak dini, diabetes tipe 2 berisiko memicu berbagai komplikasi yang membahayakan kesehatan.

Mengenali gejala diabetes tipe 2 menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara optimal. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat melebihi batas normal.

Karena itu, gejala diabetes tipe 2 tidak boleh dianggap sepele. Mulai dari sering buang air kecil hingga kesemutan pada tangan atau kaki dapat menjadi sinyal bahwa kadar gula darah sedang tidak terkendali.

Sering Buang Air Kecil dan Haus Berlebihan

Salah satu tanda paling awal diabetes tipe 2 adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Baca Juga: Junk Food Bikin Ketagihan, Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Otak Sulit Berhenti Ingin Makan

Kondisi ini terjadi karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin banyak pula cairan yang dikeluarkan tubuh.

Akibatnya, penderita akan lebih mudah mengalami dehidrasi dan terus merasa haus meski sudah minum dalam jumlah cukup.

Berat Badan Turun Disertai Rasa Lapar

Meski nafsu makan meningkat, penderita diabetes tipe 2 justru bisa mengalami penurunan berat badan.

Baca Juga: Junk Food Bikin Ketagihan? Ternyata Ini Rahasia yang Bikin Otak Terus Minta Makan Lagi

Hal tersebut terjadi karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Tubuh akhirnya menggunakan cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga berat badan menurun dalam waktu singkat.

Dalam rentang dua hingga tiga bulan, penurunan berat badan dapat mencapai sekitar 4 hingga 8 kilogram.

Di sisi lain, sel tubuh yang kekurangan energi membuat penderita lebih sering merasa lapar.

Kulit Gatal dan Luka Sulit Pulih

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Penderita diabetes lebih rentan mengalami rasa gatal, infeksi kulit, hingga gangguan sirkulasi darah. Selain itu, luka yang muncul biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan orang tanpa diabetes.

Kondisi tersebut disebabkan oleh terganggunya aliran darah dan kerusakan saraf yang memperlambat proses penyembuhan jaringan.

Mudah Terkena Infeksi

Lingkungan dengan kadar gula tinggi menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

Karena itu, penderita diabetes tipe 2 lebih mudah mengalami infeksi berulang, terutama pada mulut, tenggorokan, kulit, maupun area kewanitaan.

Infeksi yang sering kambuh dapat menjadi salah satu tanda bahwa kadar gula darah perlu segera diperiksa.

Tubuh Cepat Lelah dan Mata Mulai Kabur

Rasa lelah yang tidak kunjung hilang juga termasuk gejala diabetes tipe 2.

Tubuh menjadi kekurangan energi karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diolah menjadi sumber tenaga.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu fungsi lensa mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan penglihatan yang lebih serius.

Kesemutan Perlu Diwaspadai

Kesemutan pada tangan atau kaki sering kali dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya kerusakan saraf akibat diabetes.

Komplikasi tersebut dikenal sebagai neuropati diabetik dan umumnya muncul ketika kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka waktu lama.

Semakin cepat diabetes terdeteksi, semakin besar peluang mencegah kerusakan saraf yang lebih parah.

Penting Rutin Memeriksa Gula Darah

Selain mengenali gejalanya, pemeriksaan gula darah secara berkala juga menjadi langkah penting dalam mendeteksi diabetes tipe 2.

Tes gula darah puasa merupakan salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan. Nilai normal gula darah puasa berada di bawah 99 mg/dL, sedangkan hasil antara 100 hingga 125 mg/dL termasuk kategori prediabetes yang perlu mendapat perhatian.

Apabila mengalami beberapa gejala tersebut secara bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Deteksi dini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menurunkan risiko komplikasi akibat diabetes tipe 2.

Editor : Maylanni Diana Fitri
gejala diabetes tipe 2 gula darah tinggi tanda diabetes komplikasi diabetes diabetes tipe 2