Diabetes Usia Muda Tak Bisa Dianggap Sepele, Kenali Gejala Awal dan Penyebabnya Sejak Dini

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:45 WIB
Diabetes usia muda semakin sering terjadi akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala awal, penyebab, serta langkah pencegahannya agar terhindar dari komplikasi.(pinterest)
Diabetes usia muda semakin sering terjadi akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala awal, penyebab, serta langkah pencegahannya agar terhindar dari komplikasi.(pinterest)

BLITAR – Diabetes usia muda kini semakin sering ditemukan seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Jika dulu diabetes identik dengan penyakit orang lanjut usia, kini remaja hingga orang dewasa muda juga memiliki risiko mengalaminya, terutama jika jarang berolahraga dan mengalami kelebihan berat badan.

Meningkatnya kasus diabetes usia muda membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala yang muncul. Penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang dapat menyerang jantung, ginjal, mata, hingga sistem saraf.

Karena itu, mengenali diabetes usia muda sejak gejala awal sangat penting. Pemeriksaan gula darah tidak perlu ditunda apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada penyakit ini.

Gejala Awal yang Sering Muncul

Diabetes pada usia muda biasanya ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil, terutama saat malam hari.

Baca Juga: Makanan Sehat Itu Mahal? Ini Fakta di Balik Mitos yang Bikin Banyak Orang Pilih Junk Food

Keluhan tersebut sering diikuti rasa haus yang tidak kunjung hilang meski sudah minum dalam jumlah cukup. Mulut juga terasa kering secara terus-menerus akibat tubuh kehilangan banyak cairan.

Selain itu, penderita dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Berat badan turun meski pola makan tidak berubah, bahkan nafsu makan justru meningkat.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah penglihatan kabur, tubuh mudah lelah, serta sering merasa lapar karena sel tubuh kekurangan energi.

Kesemutan dan Luka Sulit Sembuh

Tanda lain yang sering muncul adalah kesemutan atau mati rasa pada tangan maupun kaki.

Baca Juga: Junk Food Bikin Ketagihan? Ternyata Bukan Cuma Soal Rasa, Otak Jadi Penyebab Utamanya

Keluhan ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi tanda gangguan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi.

Diabetes juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Bahkan luka kecil berisiko berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika kadar gula darah tidak terkendali.

Selain itu, penderita lebih mudah terserang infeksi karena tingginya kadar gula darah mendukung pertumbuhan bakteri maupun jamur.

Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Salah satu penyebab meningkatnya diabetes pada usia muda adalah kurangnya aktivitas fisik.

Kemajuan teknologi membuat banyak orang lebih sering duduk, bekerja di depan komputer, atau menghabiskan waktu menggunakan ponsel. Sementara kebutuhan bergerak semakin berkurang.

Di sisi lain, kemudahan memesan makanan secara daring membuat konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori menjadi semakin sering.

Kombinasi kebiasaan tersebut meningkatkan risiko obesitas yang menjadi salah satu faktor utama diabetes tipe 2.

Obesitas Memicu Resistensi Insulin

Kelebihan berat badan dapat mengganggu kerja hormon insulin.

Insulin memiliki peran membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Namun pada orang yang mengalami obesitas, sel tubuh menjadi kurang peka terhadap insulin atau mengalami resistensi insulin.

Akibatnya, gula menumpuk di dalam darah sehingga kadar gula darah terus meningkat.

Semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin besar risiko seseorang mengalami diabetes tipe 2.

Faktor Keturunan Juga Perlu Diwaspadai

Selain gaya hidup, riwayat diabetes dalam keluarga turut meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

Meski demikian, faktor genetik bukan berarti tidak bisa dilawan. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, mempertahankan berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan hidup tidak sehat tetap dapat membantu menekan risiko diabetes.

Segera Periksa Gula Darah Jika Muncul Gejala

Apabila mengalami beberapa gejala diabetes, pemeriksaan gula darah sebaiknya segera dilakukan di fasilitas kesehatan.

Deteksi dini jauh lebih baik dibanding menunggu muncul komplikasi. Sebab, diabetes yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, gangguan ginjal, penyakit jantung, kebutaan, hingga kerusakan saraf.

Bagi penderita yang telah didiagnosis diabetes, pengobatan harus dijalankan sesuai anjuran dokter. Disertai perubahan gaya hidup, olahraga teratur, menjaga pola makan, mengontrol berat badan, serta memantau kadar gula darah secara berkala agar komplikasi dapat dicegah.

Editor : Maylanni Diana Fitri
gula darah tinggi diabetes usia muda gejala diabetes usia muda resistensi insulin diabetes tipe 2