Kolesterol Tinggi Bisa Picu Stroke dan Serangan Jantung, Ini Penjelasan HDL dan LDL

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:55 WIB
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Kenali fungsi HDL dan LDL, penyebab, serta cara menjaga kadar kolesterol tetap normal.(pinterest)
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Kenali fungsi HDL dan LDL, penyebab, serta cara menjaga kadar kolesterol tetap normal.(pinterest)

BLITAR Kolesterol tinggi sering menjadi momok karena dikaitkan dengan berbagai penyakit berbahaya, mulai dari serangan jantung hingga stroke. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa tidak semua kolesterol berdampak buruk bagi kesehatan.

Faktanya, kolesterol tinggi baru menjadi masalah ketika kadar kolesterol jahat di dalam darah melebihi batas normal. Sebaliknya, tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk menjalankan berbagai fungsi penting, termasuk membentuk hormon dan membantu produksi vitamin D.

Karena itu, memahami penyebab kolesterol tinggi serta perbedaan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol Memiliki Fungsi Penting bagi Tubuh

Kolesterol merupakan zat lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan juga diperoleh dari makanan.

Baca Juga: Sosok Mantri BRI Perempuan Ini Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian Warga Kepulauan Talaud

Tubuh memanfaatkan kolesterol untuk membentuk hormon, menjaga fungsi sel, serta membantu proses pembentukan vitamin D melalui paparan sinar matahari.

Sejumlah makanan seperti kuning telur, keju, dan produk hewani mengandung kolesterol. Namun, konsumsi makanan tersebut tetap dapat dilakukan selama tidak berlebihan dan diimbangi pola hidup sehat.

Perbedaan HDL dan LDL

Kolesterol tidak bergerak sendiri di dalam aliran darah. Zat ini dibawa oleh protein yang disebut lipoprotein.

Baca Juga: Sosok Mantri BRI Perempuan Ini Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian Warga Kepulauan Talaud

Ada dua jenis lipoprotein yang paling dikenal, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein).

HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena bertugas mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah menuju hati untuk dibuang.

Sebaliknya, LDL disebut kolesterol jahat karena jika jumlahnya terlalu tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah.

Menjaga keseimbangan antara HDL dan LDL menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular.

Penumpukan Plak Mengancam Jantung dan Otak

Kelebihan kolesterol LDL dapat membentuk plak pada dinding arteri.

Plak tersebut akan semakin menebal dan mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah menuju organ penting menjadi terganggu.

Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, risiko serangan jantung meningkat. Sementara penyumbatan di pembuluh darah otak dapat memicu stroke.

Karena itu, kolesterol tinggi tidak boleh dianggap sebagai masalah ringan meski sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Gaya Hidup Ikut Menentukan

Banyak orang hanya menyalahkan makanan berlemak sebagai penyebab kolesterol tinggi.

Padahal, kebiasaan jarang berolahraga, merokok, serta pola hidup yang tidak sehat juga berperan besar terhadap meningkatnya kadar kolesterol.

Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh lebih sulit mengendalikan kadar lemak dalam darah sehingga risiko penumpukan kolesterol semakin besar.

Cara Mengontrol Kadar Kolesterol

Menjaga kadar kolesterol dapat dimulai dengan menerapkan pola hidup sehat.

Olahraga secara rutin membantu meningkatkan kadar HDL sekaligus mengurangi kolesterol LDL.

Pola makan juga perlu diperhatikan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh.

Mengurangi kebiasaan merokok juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Rutin Periksa Profil Lipid

Selain mengubah gaya hidup, pemeriksaan profil lipid secara berkala menjadi cara terbaik untuk mengetahui kondisi kolesterol dalam tubuh.

Pemeriksaan darah di laboratorium dapat menunjukkan kadar kolesterol total, HDL, LDL, hingga trigliserida sehingga risiko penyakit jantung dapat dideteksi lebih dini.

Perlu diketahui bahwa setiap rumah sakit atau laboratorium dapat memiliki nilai rujukan yang sedikit berbeda. Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Dengan memahami fungsi kolesterol dan menjaga keseimbangan antara HDL serta LDL, risiko penyakit akibat kolesterol tinggi dapat ditekan. Pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Editor : Maylanni Diana Fitri
kolesterol tinggi serangan jantung ldl hdl stroke