BLITAR – Kolesterol tinggi sering kali langsung dikaitkan dengan makanan berlemak dan berbagai penyakit berbahaya. Tak sedikit orang menghindari telur atau keju karena khawatir kadar kolesterolnya meningkat. Padahal, tidak semua kolesterol memberikan dampak buruk bagi tubuh.
Faktanya, kolesterol tinggi baru menjadi ancaman ketika kadarnya tidak terkendali, terutama kolesterol jahat atau LDL. Sebaliknya, tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk mendukung berbagai fungsi penting, termasuk pembentukan hormon dan vitamin D.
Memahami penyebab kolesterol tinggi serta cara kerja kolesterol di dalam tubuh menjadi langkah penting agar masyarakat tidak salah kaprah dan mampu menjaga kesehatan jantung sejak dini.
Kolesterol Dibutuhkan untuk Menjalankan Fungsi Tubuh
Kolesterol merupakan zat lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Selain itu, kolesterol juga diperoleh dari sejumlah makanan, seperti kuning telur, keju, dan produk olahan susu.
Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Kenali 11 Tanda yang Sering Diabaikan Sebelum Terlambat
Meski sering mendapat citra negatif, kolesterol sebenarnya berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh. Zat ini dibutuhkan untuk membentuk hormon dan membantu proses pembentukan vitamin D saat tubuh terpapar sinar matahari.
Karena itu, kolesterol tidak sepenuhnya harus dihindari. Yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya agar tetap berada dalam batas normal.
HDL dan LDL Memiliki Tugas Berbeda
Kolesterol diangkut di dalam aliran darah oleh protein yang disebut lipoprotein.
Secara umum terdapat dua jenis lipoprotein, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein).
HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena bertugas membawa kelebihan kolesterol menuju hati untuk dibuang dari dalam tubuh.
Sementara LDL disebut kolesterol jahat karena dapat meninggalkan endapan kolesterol pada dinding pembuluh darah apabila kadarnya terlalu tinggi.
Semakin tinggi kadar HDL, semakin baik kemampuan tubuh membersihkan kolesterol berlebih. Sebaliknya, peningkatan LDL perlu diwaspadai karena berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Bahaya Penumpukan Kolesterol
Kolesterol yang berlebihan dapat menempel pada dinding arteri dan membentuk plak.
Lama-kelamaan, plak tersebut akan semakin besar sehingga mempersempit pembuluh darah dan menghambat aliran darah menuju organ-organ vital.
Ketika penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung, risiko serangan jantung meningkat. Jika terjadi di pembuluh darah otak, kondisi tersebut dapat memicu stroke.
Inilah alasan mengapa kadar kolesterol perlu dikontrol meski seseorang belum merasakan keluhan apa pun.
Penyebab Kolesterol Tinggi Bukan Hanya Makanan
Makanan tinggi lemak memang dapat meningkatkan kadar kolesterol, tetapi bukan satu-satunya penyebab.
Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta pola hidup tidak sehat juga ikut memengaruhi penumpukan kolesterol di dalam tubuh.
Karena itu, menjaga pola makan saja tidak cukup apabila masih menjalani gaya hidup yang minim aktivitas.
Cara Menjaga Kolesterol Tetap Terkontrol
Pencegahan kolesterol tinggi dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana.
Rutin berolahraga membantu meningkatkan kadar HDL sekaligus menjaga kesehatan pembuluh darah. Konsumsi buah dan sayuran juga dianjurkan karena mengandung serat yang baik untuk membantu mengontrol kolesterol.
Selain itu, membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
Jangan Lupa Periksa Profil Lipid
Pemeriksaan profil lipid secara berkala juga perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga.
Melalui tes darah, dokter dapat mengetahui kadar kolesterol total, HDL, LDL, maupun komponen lemak lainnya. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan maupun pengobatan.
Menjaga kadar kolesterol tetap normal tidak hanya bergantung pada pilihan makanan, tetapi juga dipengaruhi pola hidup secara keseluruhan. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan, risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi dapat diminimalkan.
Editor : Maylanni Diana Fitri