BLITAR – Cuka apel kembali menjadi perbincangan setelah seorang dokter membagikan tips sederhana untuk membantu mengurangi lonjakan gula darah, terutama bagi orang yang masih sulit mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi gula. Selain cuka apel, ia juga menyoroti manfaat berbagai rempah-rempah serta pola makan yang dinilai lebih sehat.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan rempah yang melimpah dan bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Berbagai bumbu dapur seperti ketumbar, kapulaga, hingga kunyit disebut memiliki manfaat apabila dikonsumsi secara bergantian dan tidak berlebihan.
Menurutnya, masyarakat yang tidak memiliki penyakit tertentu dapat menjadikan rempah-rempah sebagai minuman harian. Caranya cukup sederhana, yakni dengan menyeduh sedikit rempah menggunakan air panas hingga aroma alaminya keluar sebelum diminum.
Khasiat Rempah Dinilai Semakin Dilirik Dunia
Ia menjelaskan bahwa rempah-rempah Indonesia kini semakin mendapat perhatian dunia. Salah satu yang disebut memiliki banyak manfaat adalah kunyit.
Baca Juga: Rumah Mawar Guesthouse di Kota Blitar, Hadirkan Sensasi Menginap Nyaman untuk Keluarga
Menurutnya, kunyit dikenal memiliki kandungan yang bersifat antiinflamasi atau antiradang. Selain itu, rempah berwarna kuning tersebut juga disebut memiliki potensi sebagai antiaging dan memberikan berbagai manfaat lain bagi kesehatan.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat membiasakan mengonsumsi makanan alami setiap hari, termasuk rempah-rempah yang mudah ditemukan di dapur.
Selain kunyit, ia juga menyinggung makanan yang telah lama dikenal memiliki nilai gizi tinggi, yakni kurma. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kurma tetap mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.
Cara Mengonsumsi Kurma agar Gula Tidak Cepat Naik
Dalam penjelasannya, ia membagikan kebiasaan pribadi saat mengonsumsi kurma. Salah satunya adalah menambahkan kacang ke dalam kurma sebelum dimakan.
Baca Juga: Lensa Bicara, SMKN 1 Kademangan Blitar Gembleng Jurnalis Muda lewat Workshop Fotografi Jurnalistik
Beberapa jenis kacang yang disebutkan antara lain almond, edamame, kacang mete, hingga kacang tanah. Menurutnya, kombinasi tersebut dapat membantu memperlambat peningkatan kadar gula darah setelah makan.
Ia menilai langkah sederhana seperti ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang tetap ingin menikmati kurma tanpa memicu lonjakan gula yang terlalu tinggi.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahwa pola makan seimbang jauh lebih penting dibanding hanya mengandalkan satu jenis makanan tertentu.
Cuka Apel Disarankan Diminum Sebelum Makan
Pembahasan kemudian berlanjut pada manfaat cuka apel. Ia menyebut minuman ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang masih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi gula.
Cara yang disarankan cukup sederhana. Satu sendok teh cuka apel dicampurkan ke dalam segelas air putih, kemudian diminum sebelum menyantap makanan tinggi gula maupun tinggi kalori.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat memilih cuka apel yang dipastikan halal karena terdapat produk yang melalui proses pembuatan yang berbeda.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu membuat kenaikan gula darah menjadi lebih terkendali dibandingkan jika langsung mengonsumsi makanan tinggi gula tanpa persiapan.
Ia memberikan contoh orang yang masih gemar mengonsumsi gorengan dan minuman manis. Dalam kondisi tersebut, minum air yang dicampur cuka apel terlebih dahulu dinilai dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.
Dahulukan Sayur dan Buah Sebelum Makanan Berat
Selain mengonsumsi cuka apel, ia juga menyarankan masyarakat membiasakan makan sayuran atau buah-buahan terlebih dahulu sebelum menyantap makanan utama.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah yang biasanya terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat maupun tinggi kalori.
Ia menekankan bahwa perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dinilai lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir penjelasannya, ia kembali mengingatkan pentingnya mengatur pola konsumsi makanan, memperbanyak bahan pangan alami, serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula tinggi. Dengan pola hidup yang lebih seimbang, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus menekan risiko gangguan metabolisme di kemudian hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri