BLITAR – Real food kembali menjadi sorotan dalam pembahasan mengenai pola hidup sehat. Seorang dokter memaparkan cara sederhana untuk mengenali makanan yang benar-benar alami sekaligus membedakannya dari junk food maupun makanan ultra proses yang kini semakin mudah ditemukan.
Menurutnya, konsep real food tidak rumit. Makanan yang sehat seharusnya memberi manfaat bagi tubuh, bukan justru menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Karena itu, memilih makanan setiap hari dinilai jauh lebih penting daripada sekadar mengandalkan obat-obatan.
Ia mengingatkan bahwa pola makan yang benar merupakan fondasi utama kesehatan. Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Makanan Sehat Harus Berasal dari Bahan Alami
Dalam penjelasannya, dokter tersebut menyebut real food sebagai makanan yang masih mempertahankan bentuk aslinya dan tidak mengalami banyak proses pengolahan.
Ciri utamanya adalah minim penggunaan bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, penyedap rasa, maupun perasa buatan. Selain itu, makanan sehat juga tidak dipenuhi gula, garam, atau minyak dalam jumlah berlebihan.
Menurutnya, semakin sedikit proses yang dilalui sebuah makanan, semakin baik pula kualitasnya bagi tubuh.
Ia mengajak masyarakat untuk kembali mengutamakan makanan yang berasal langsung dari alam, mulai dari sayuran, buah-buahan, ikan, telur, hingga daging segar.
Patokan Sederhana, Apakah Nenek Bisa Membuatnya?
Salah satu cara unik yang dibagikan untuk mengenali real food adalah dengan membayangkan apakah makanan tersebut masih bisa dibuat oleh ibu atau nenek di rumah.
Jika jawabannya iya, kemungkinan besar makanan tersebut masih termasuk makanan alami. Sebaliknya, bila makanan tersebut merupakan produk modern yang sulit dibuat tanpa mesin atau bahan tambahan, maka kemungkinan besar sudah masuk kategori makanan olahan.
Sebagai contoh, capcai, sayur bening, atau nasi goreng rumahan masih dapat dibuat dengan bahan sederhana. Namun berbagai makanan kekinian yang dipenuhi campuran bahan tambahan dinilai sudah jauh dari konsep real food.
Posisi Produk di Supermarket Bisa Jadi Petunjuk
Dokter tersebut juga membagikan tips saat berbelanja di supermarket. Menurutnya, lokasi sebuah produk di rak ternyata bisa menjadi petunjuk sederhana untuk mengenali makanan sehat.
Bahan pangan alami umumnya ditempatkan di bagian pinggir supermarket. Di area itu biasanya tersedia buah, sayur, ikan, ayam, telur, hingga daging segar.
Sementara itu, bagian tengah supermarket lebih banyak dipenuhi makanan ringan, minuman kemasan, makanan kaleng, hingga berbagai produk instan yang termasuk makanan ultra proses.
Ia menyarankan agar masyarakat lebih sering memenuhi keranjang belanja dengan bahan makanan dari area pinggir supermarket dibanding memilih produk kemasan.
Hindari Makanan yang Terlalu Praktis
Menurutnya, makanan yang bisa diperoleh melalui layanan drive thru atau langsung dimakan sambil berkendara umumnya bukan termasuk real food.
Jenis makanan seperti itu biasanya merupakan junk food yang telah mengalami banyak proses pengolahan sehingga kandungan gula, garam, maupun lemaknya cenderung lebih tinggi.
Ia juga menilai makanan yang berasal dari pabrik dan dikemas secara praktis perlu dibatasi konsumsinya apabila ingin menerapkan pola makan sehat.
Hasil Pertanian hingga Perikanan Lebih Direkomendasikan
Pada akhirnya, dokter tersebut menegaskan bahwa makanan terbaik adalah yang berasal langsung dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Bahan pangan alami tersebut diperoleh dari alam tanpa proses pengolahan yang berlebihan sehingga kandungan gizinya relatif tetap terjaga.
Ia mencontohkan pisang yang diolah menjadi pisang goreng sederhana masih dapat dikategorikan sebagai real food karena bentuk dan bahan utamanya masih mudah dikenali. Berbeda halnya jika pisang sudah diolah menjadi produk makanan modern dengan banyak tambahan bahan.
Di akhir pemaparannya, ia mengajak masyarakat untuk kembali menerapkan pola makan yang lebih sederhana. Menurutnya, memperbanyak konsumsi real food dan mengurangi makanan ultra proses merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus menekan risiko penyakit di masa mendatang.
Editor : Maylanni Diana Fitri