BLITAR – Glow up mental disebut menjadi fondasi penting yang sering diabaikan banyak orang saat ingin memperbaiki diri. Selama ini, glow up kerap diidentikkan dengan skincare, makeup, gaya rambut, hingga pakaian. Padahal, perubahan dari dalam atau inner glow up dinilai jauh lebih berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan kualitas hidup seseorang.
Dalam sebuah konten edukasi, kreator Fina Triananda menjelaskan bahwa seseorang tidak akan benar-benar merasakan perubahan jika hanya fokus mempercantik penampilan luar. Menurutnya, kondisi mental yang sehat justru menjadi faktor utama yang membuat seseorang terlihat lebih menarik.
Ia menyampaikan bahwa ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mampu mengelola emosi, dan memiliki pola pikir yang positif, maka aura positif tersebut akan terlihat secara alami. Sebaliknya, jika mental terus terbebani, perubahan penampilan dari luar pun tidak akan memberikan kepuasan yang bertahan lama.
Positive Mindset Jadi Langkah Pertama
Menurut Fina, glow up mental dimulai dari membangun positive mindset. Ia mengajak setiap orang untuk mulai melihat kelebihan yang dimiliki dibanding terus-menerus mengkritik diri sendiri.
Baca Juga: Rumah Mawar Guesthouse di Kota Blitar, Hadirkan Sensasi Menginap Nyaman untuk Keluarga
Ia menilai banyak orang tanpa sadar memiliki pola pikir negatif. Tandanya antara lain sering merasa kurang, mudah mengeluh, gampang menyerah, overthinking, hingga merasa tidak layak dibandingkan orang lain.
Sebaliknya, ketika seseorang mulai membiasakan diri melihat sisi positif, rasa percaya diri akan meningkat. Kebiasaan tersebut juga membantu seseorang lebih mudah bersyukur, lebih tenang menghadapi masalah, dan mampu menemukan peluang di balik setiap tantangan.
Fina menambahkan bahwa perubahan pola pikir dapat mengubah cara seseorang memandang kehidupan. Menurutnya, realitas yang dirasakan seseorang sering kali dipengaruhi oleh cara berpikir yang dibangun setiap hari.
Latih Pikiran dengan Hal Positif
Untuk mengubah pola pikir negatif, ia menyarankan agar seseorang terlebih dahulu menyadari kebiasaan berpikir yang dimiliki.
Baca Juga: Lensa Bicara, SMKN 1 Kademangan Blitar Gembleng Jurnalis Muda lewat Workshop Fotografi Jurnalistik
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menuliskan hal-hal yang dipikirkan setiap hari. Dari catatan tersebut, seseorang dapat mengetahui apakah pikirannya lebih sering dipenuhi hal negatif atau justru hal-hal yang membangun.
Selain itu, ia juga menyarankan membiasakan diri menulis rasa syukur setiap hari, mengurangi konsumsi konten negatif, serta memperbanyak afirmasi positif.
Menurutnya, apa yang dilihat, didengar, dan diucapkan setiap hari akan membentuk pola pikir seseorang dalam jangka panjang.
Growth Mindset Membantu Terus Berkembang
Mindset kedua yang dianggap penting adalah growth mindset, yaitu keyakinan bahwa setiap orang mampu berkembang selama mau belajar dan terus berusaha.
Fina menjelaskan bahwa orang dengan growth mindset tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Mereka percaya kemampuan dapat terus diasah melalui latihan dan pengalaman.
Sebaliknya, orang yang memiliki fixed mindset cenderung langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak berbakat atau tidak mungkin berhasil sebelum benar-benar mencoba.
Ia mencontohkan pengalamannya saat masih kesulitan dalam pelajaran matematika maupun ketika harus berbicara di depan banyak orang. Meski prosesnya tidak mudah, ia tetap memilih belajar dan terus berlatih hingga akhirnya mampu meningkatkan kemampuannya.
Menurutnya, setiap usaha tidak pernah benar-benar sia-sia meskipun hasilnya tidak selalu langsung terlihat sesuai harapan.
Berani Memecahkan "Tembok" Ketidakmungkinan
Fina juga mengajak masyarakat untuk mulai memecahkan satu "tembok" yang selama ini dianggap mustahil.
Baginya, keberhasilan melewati satu tantangan akan menumbuhkan keyakinan bahwa tantangan berikutnya juga bisa diselesaikan.
Ia mencontohkan bagaimana dirinya yang dulu merasa tidak berbakat bernyanyi akhirnya berkembang karena terus berlatih. Begitu pula rasa tidak percaya diri yang perlahan berubah setelah memahami penyebabnya dan membiasakan diri berbicara di depan orang lain.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa kemampuan seseorang bukan hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh proses belajar yang konsisten.
Jangan Terlalu Memikirkan Penilaian Orang
Mindset terakhir yang menurutnya sangat penting adalah berhenti terlalu memikirkan pendapat orang lain.
Ia mengaku pernah menghabiskan banyak waktu karena takut dinilai buruk oleh lingkungan sekitar. Namun setelah menerapkan prinsip lebih fokus pada tujuan sendiri, ia merasa lebih bebas berkembang.
Menurutnya, tidak mungkin semua orang menyukai apa yang dilakukan seseorang. Karena itu, selama tindakan yang dilakukan bersifat positif, tidak ada alasan untuk terus hidup berdasarkan penilaian orang lain.
Di akhir penjelasannya, Fina menyimpulkan bahwa glow up mental bukan sekadar motivasi sesaat. Dengan membangun positive mindset, growth mindset, serta mengurangi ketergantungan terhadap validasi orang lain, seseorang dinilai lebih mudah menjadi versi terbaik dirinya sekaligus membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.
Editor : Maylanni Diana Fitri