BLITAR - Cara cek undertone dan skin tone menjadi informasi yang wajib diketahui sebelum membeli produk makeup. Pasalnya, banyak orang mengaku kecewa setelah membeli foundation atau lipstik yang sedang viral karena hasilnya justru membuat wajah terlihat kusam dan tidak menyatu dengan warna kulit.
Padahal, menurut penjelasan dalam sebuah konten edukasi kecantikan, penyebabnya bukan selalu karena kualitas produk. Sering kali masalah muncul karena seseorang belum mengetahui undertone dan skin tone miliknya sehingga salah memilih shade kosmetik.
Dengan mengenali warna dasar kulit dan warna permukaan kulit, proses memilih foundation, cushion, lipstik, hingga eyeshadow akan menjadi lebih mudah. Hasil makeup pun terlihat lebih natural tanpa perlu mencoba banyak produk.
Kenali Perbedaan Undertone dan Skin Tone
Undertone merupakan warna dasar yang berada di bawah permukaan kulit. Warna ini bersifat tetap dan tidak berubah meski kulit menjadi lebih gelap karena sinar matahari atau lebih cerah akibat perawatan kulit.
Baca Juga: BINUS Online Jadi Pilihan Nasya Marcella, Ungkap Alasan Tinggalkan Sinetron Demi Kuliah dan Bisnis
Secara umum, undertone dibagi menjadi tiga jenis, yaitu warm, cool, dan neutral.
Sementara itu, skin tone adalah warna yang tampak di permukaan kulit. Berbeda dengan undertone, skin tone dapat berubah akibat paparan sinar matahari, penggunaan skincare, maupun faktor gaya hidup.
Kategori skin tone sendiri biasanya terdiri dari fair, light, medium, medium deep, dan deep.
Karena itu, seseorang dapat memiliki warm undertone dengan skin tone medium atau cool undertone dengan skin tone fair.
Cara Mengetahui Undertone dengan Mudah
Cara paling praktis mengetahui undertone adalah dengan memperhatikan warna pembuluh darah di bagian pergelangan tangan.
Baca Juga: Panahan Junior Jawa Tengah Kembali Juara Umum, Raih 26 Emas di Milk Life Archery Challenge 2026
Jika pembuluh darah tampak berwarna hijau, berarti undertone termasuk warm.
Apabila terlihat biru atau ungu, berarti tergolong cool undertone.
Sedangkan warna pembuluh darah yang tampak campuran hijau dan biru menandakan neutral undertone.
Metode sederhana ini banyak digunakan sebagai panduan awal sebelum membeli kosmetik.
Menentukan Skin Tone Melalui Foto
Untuk mengetahui skin tone, pengguna disarankan memotret wajah menggunakan pencahayaan putih dengan mengenakan pakaian hitam atau putih agar warna kulit terlihat lebih akurat.
Selanjutnya, foto tersebut dibandingkan dengan bagan skin tone menggunakan fitur pemilih warna pada aplikasi seperti Instagram Story.
Cara ini membantu menentukan kategori warna kulit sehingga lebih mudah memilih shade foundation maupun cushion yang sesuai.
Pilih Makeup Sesuai Undertone
Pemilik warm undertone umumnya cocok menggunakan foundation dengan nuansa kuning atau keemasan seperti yellow base, honey, caramel, maupun warm peach.
Eyeshadow bernuansa bronze, copper, emas, dan cokelat juga mampu membuat wajah tampak lebih hangat. Untuk lipstik, pilihan warna coral, terracotta, nude peach, hingga warm brown menjadi rekomendasi.
Sementara pemilik cool undertone disarankan memilih foundation dengan pink base, ivory, atau cool peach.
Eyeshadow silver, abu-abu, cool brown, serta soft purple dapat membuat riasan mata lebih segar. Lipstik bernuansa mauve, berry, plum, pink, hingga merah kebiruan juga dinilai lebih serasi.
Adapun pemilik neutral undertone termasuk yang paling fleksibel karena dapat menggunakan berbagai pilihan warna. Foundation natural beige maupun warm beige sama-sama cocok digunakan.
Pilihan eyeshadow rose gold, champagne, brown, serta lipstik nude, rosy brown, peach pink, dan pink natural juga mudah dipadukan dengan jenis undertone ini.
Membantu Belanja Makeup Lebih Hemat
Memahami undertone dan skin tone memberikan banyak manfaat, salah satunya menghindari kesalahan membeli produk kosmetik.
Dengan mengetahui karakter warna kulit sendiri, seseorang tidak lagi mudah tergoda membeli produk viral yang belum tentu sesuai.
Selain menghasilkan tampilan makeup yang lebih natural, langkah ini juga membantu menghemat pengeluaran karena produk yang dibeli lebih sesuai dengan kebutuhan.
Editor : Maylanni Diana Fitri