BLITAR - Skin tone dan undertone menjadi dua hal penting yang wajib dipahami sebelum membeli foundation, cushion, lipstik, maupun eyeshadow. Banyak orang mengaku sering salah memilih shade karena hanya mengikuti tren tanpa mengetahui karakter warna kulitnya sendiri.
Melalui sebuah konten edukasi kecantikan, dijelaskan bahwa memahami skin tone dan undertone dapat membantu seseorang memilih warna makeup yang lebih menyatu dengan kulit. Hasil riasan pun terlihat lebih segar, natural, dan tidak membuat wajah tampak kusam.
Khusus bagi pemilik kulit sawo matang dengan undertone netral hingga warm, ada sejumlah warna makeup yang direkomendasikan serta beberapa warna yang sebaiknya dihindari agar tampilan wajah tetap cerah.
Skin Tone Berbeda dengan Undertone
Dalam penjelasannya, kreator mengungkapkan bahwa skin tone merupakan warna kulit yang terlihat di permukaan. Warna ini dapat berubah akibat paparan sinar matahari, perawatan kulit, hingga perubahan hormon.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Dukung Penuh Pembiayaan Perumahan
Sementara undertone adalah warna dasar kulit yang relatif tetap sepanjang hidup. Menurutnya, dirinya memiliki skin tone light-medium sawo matang dengan undertone neutral to warm yang cenderung berwarna kuning hingga peach.
Memahami kedua hal tersebut dinilai sangat membantu dalam menentukan shade complexion agar tidak salah pilih saat berbelanja, baik secara langsung maupun online.
Cara Mudah Menentukan Undertone
Bagi yang belum pernah mengikuti personal color analysis, cara paling sederhana adalah melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan.
Jika urat tampak kehijauan, kemungkinan termasuk warm undertone. Apabila terlihat kebiruan atau ungu, masuk kategori cool undertone.
Sedangkan perpaduan warna hijau dan biru umumnya menunjukkan neutral undertone.
Meski bukan metode yang paling akurat, cara ini dinilai cukup membantu sebagai langkah awal mengenali karakter warna kulit.
Kenali Kondisi Kulit Sebelum Memilih Makeup
Selain skin tone dan undertone, kondisi kulit juga memengaruhi hasil riasan.
Kulit kering membutuhkan primer dengan efek melembapkan agar makeup lebih menempel, sedangkan kulit berminyak memerlukan primer mattifying yang mampu mengontrol produksi minyak.
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, produk yang cocok pada satu periode belum tentu memberikan hasil yang sama di waktu berbeda.
Warna Makeup yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pemilik kulit sawo matang dengan undertone netral hingga warm disarankan menggunakan eyeshadow bernuansa warm brown, bronze, terracotta, hingga peach gold.
Untuk blush on, pilihan warna coral, peach, warm peach, brick, dan rose gelap dinilai mampu memberikan tampilan wajah yang lebih segar.
Sementara lipstik dengan nuansa warm nude, terracotta, brick red, hingga deep rose disebut lebih serasi dibandingkan warna-warna bernuansa dingin.
Hindari Warna yang Terlalu Cool
Sebaliknya, warna-warna seperti silver, icy blue, pastel pucat, hingga abu-abu kebiruan dinilai kurang cocok bagi pemilik kulit sawo matang dengan undertone hangat karena dapat membuat wajah terlihat kusam.
Hal serupa juga berlaku untuk lipstik nude yang terlalu pucat, baby pink, bubble gum pink, hingga neon pink yang berpotensi membuat bibir tampak abu-abu atau tidak menyatu dengan warna kulit.
Meski demikian, penggunaan warna cool tone tetap diperbolehkan sesuai selera. Bahkan, untuk produk contour, warna bernuansa dingin justru sering dipilih karena mampu menciptakan efek bayangan yang lebih natural.
Pada akhirnya, memilih warna makeup bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami karakter kulit sendiri. Dengan mengetahui skin tone, undertone, serta kondisi kulit, seseorang dapat lebih mudah menemukan produk yang sesuai dan menghasilkan tampilan yang lebih maksimal.
Editor : Maylanni Diana Fitri