Tips Mengelola Keuangan dengan Bijak Lewat Aturan 75-10-15 yang Disebut Efektif Membangun Kekayaan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Tips mengelola keuangan dengan bijak melalui aturan 75-10-15 membantu mengatur pengeluaran, membangun dana darurat, dan berinvestasi untuk masa depan. (PINTEREST)
Tips mengelola keuangan dengan bijak melalui aturan 75-10-15 membantu mengatur pengeluaran, membangun dana darurat, dan berinvestasi untuk masa depan. (PINTEREST)

BLITAR - Tips mengelola keuangan dengan bijak menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami agar kondisi finansial tetap sehat di tengah berbagai kebutuhan hidup. Salah satu metode yang banyak dibahas adalah aturan 75-10-15, yaitu strategi sederhana yang membagi pendapatan ke dalam tiga pos utama, mulai dari pengeluaran, dana darurat, hingga investasi.

Konsep tips mengelola keuangan dengan bijak ini dinilai fleksibel karena dapat diterapkan oleh siapa saja, baik yang memiliki penghasilan terbatas maupun berpenghasilan tinggi. Prinsip utamanya adalah mengatur persentase penggunaan uang secara disiplin sehingga tujuan keuangan jangka panjang lebih mudah tercapai.

Melalui tips mengelola keuangan dengan bijak, seseorang juga didorong untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, seperti mengendalikan pengeluaran, memiliki dana darurat, dan mulai berinvestasi secara konsisten. Berikut penjelasan mengenai aturan 75-10-15 yang dapat menjadi referensi dalam mengelola keuangan.

Baca Juga: Tips Sukses Kuliah untuk Mahasiswa Baru Wajib Tahu Persiapan Ini

Batasi Pengeluaran Maksimal 75 Persen dari Pendapatan

Langkah pertama dalam aturan 75-10-15 adalah membatasi seluruh pengeluaran maksimal 75 persen dari total pendapatan.

Alokasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, hiburan, hingga liburan. Jika pengeluaran dapat ditekan di bawah angka tersebut, kondisi keuangan akan semakin baik karena tersedia lebih banyak dana untuk ditabung atau diinvestasikan.

Prinsip ini juga mendorong seseorang lebih selektif dalam berbelanja. Sebelum membeli suatu barang, penting untuk mempertimbangkan nilai atau manfaat yang benar-benar diperoleh, bukan sekadar mengikuti keinginan sesaat.

Pendekatan tersebut lebih menekankan pengendalian pengeluaran besar dibandingkan menghemat pembelian kecil yang masih memberikan manfaat sesuai kebutuhan.

Siapkan Dana Darurat Sebesar 10 Persen

Bagian kedua dari aturan ini adalah menyisihkan sedikitnya 10 persen penghasilan untuk membangun dana darurat atau cushion fund.

Dana tersebut disiapkan khusus untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kerusakan rumah, kecelakaan, atau kondisi mendesak lainnya. Dana darurat tidak diperuntukkan bagi kebutuhan konsumtif maupun keinginan sesaat.

Cara menentukan target dana darurat cukup sederhana. Jumlahkan seluruh pengeluaran rutin setiap bulan, kemudian kalikan dengan lima.

Sebagai contoh, apabila kebutuhan bulanan mencapai Rp10 juta, maka dana darurat yang perlu dipersiapkan sekitar Rp50 juta. Setelah target tersebut tercapai, dana cukup dipertahankan tanpa perlu terus ditambah dalam porsi yang sama.

Transkrip juga menyarankan agar dana darurat disimpan pada rekening tabungan dengan bunga yang lebih tinggi sehingga nilai uang dapat berkembang lebih optimal dibanding rekening tabungan biasa.

Investasikan Minimal 15 Persen untuk Masa Depan

Tahap berikutnya adalah mengalokasikan minimal 15 persen dari pendapatan untuk investasi jangka panjang.

Tujuan utama investasi bukan sekadar menyimpan uang, melainkan membangun aset yang mampu menghasilkan pertumbuhan nilai dari waktu ke waktu. Dalam transkrip dijelaskan bahwa kekayaan sejati lebih banyak berasal dari kepemilikan aset dibanding hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan.

Karena itu, dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dana darurat dianjurkan dialihkan ke instrumen investasi sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Manfaatkan Rekening Investasi yang Tepat

Transkrip juga menjelaskan pentingnya memanfaatkan rekening investasi yang memberikan keuntungan pajak, seperti Roth IRA maupun 401(k) yang berlaku di Amerika Serikat.

Kedua jenis rekening tersebut memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan dana pensiun melalui investasi jangka panjang.

Bagi pekerja yang memperoleh fasilitas kontribusi tambahan dari perusahaan pada rekening pensiun, kesempatan tersebut dinilai sangat menguntungkan karena dapat menambah nilai investasi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan dari kantong pribadi.

Baca Juga: Tips Sukses Kuliah untuk Mahasiswa Baru Wajib Tahu Persiapan Ini

Pilih Investasi yang Terdiversifikasi

Selain disiplin menyisihkan dana investasi, pemilihan instrumen juga menjadi faktor penting.

Dalam transkrip disebutkan bahwa dana indeks (index fund) atau exchange traded fund (ETF) menjadi pilihan yang banyak digunakan karena memberikan diversifikasi otomatis ke banyak perusahaan sekaligus.

Dengan memiliki satu dana indeks yang mengikuti pergerakan indeks saham utama, investor tidak perlu membeli saham satu per satu. Strategi tersebut dinilai mampu menekan risiko sekaligus memudahkan investasi jangka panjang.

Transkrip juga menekankan bahwa hasil investasi membutuhkan waktu untuk berkembang melalui efek pertumbuhan majemuk (compound growth). Karena itu, konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan.

Pada akhirnya, aturan 75-10-15 menekankan keseimbangan antara menikmati hasil kerja saat ini dan mempersiapkan kondisi finansial di masa depan. Dengan membatasi pengeluaran, membangun dana darurat, serta rutin berinvestasi, seseorang dapat membentuk fondasi keuangan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan peluang mencapai kebebasan finansial dalam jangka panjang.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Vincent Chan
Tips mengelola keuangan dengan bijak aturan 75-10-15 perencanaan keuangan investasi dana darurat