Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Menurut Dokter, Terapkan 5 Kebiasaan Ini agar Tetap Bugar Setiap Hari

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Tips menjaga kesehatan tubuh dapat dimulai dari pola makan bergizi, olahraga rutin, tidur berkualitas, dan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. (PINTEREST)
Tips menjaga kesehatan tubuh dapat dimulai dari pola makan bergizi, olahraga rutin, tidur berkualitas, dan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. (PINTEREST)

BLITAR - Tips menjaga kesehatan tubuh tidak selalu membutuhkan biaya besar atau peralatan khusus. Kunci utamanya justru terletak pada kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten, mulai dari pola makan, olahraga, hingga kualitas istirahat.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr. Suwetra Indra, pola hidup sehat dibangun melalui keseimbangan beberapa aspek penting. Penerapan tips menjaga kesehatan tubuh secara rutin mampu membantu menjaga kebugaran sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit.

Di era digital yang serba praktis, tips menjaga kesehatan tubuh semakin penting diterapkan. Kemudahan memesan makanan, bekerja dari rumah, hingga meningkatnya waktu menggunakan gawai membuat banyak orang tanpa sadar menjalani gaya hidup kurang aktif.

Baca Juga: Rekomendasi Magic Com yang Cocok untuk Mahasiswa, Pilih Sesuai Budget atau Fitur Lengkap?

Terapkan Prinsip Lima "Cukup"

Dr. Suwetra menjelaskan bahwa pola hidup sehat dapat dimulai dengan menerapkan prinsip lima "cukup". Prinsip tersebut meliputi cukup makan dengan gizi seimbang, cukup berolahraga, cukup beristirahat, cukup relaksasi, dan memenuhi kebutuhan tubuh secara proporsional.

Keseimbangan kelima aspek tersebut membantu tubuh menjalankan fungsinya secara optimal. Sebaliknya, jika salah satunya diabaikan, kondisi kesehatan dapat terganggu dalam jangka panjang.

Waspadai Gaya Hidup Minim Aktivitas

Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan. Namun, di sisi lain, aktivitas fisik masyarakat cenderung menurun karena hampir semua kebutuhan dapat dipenuhi melalui aplikasi digital.

Kondisi kurang bergerak atau sedentari berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, penurunan kebugaran otot, berkurangnya fungsi paru-paru, hingga meningkatkan risiko perlemakan hati, gangguan pencernaan, naiknya asam lambung, dan sembelit.

Karena itu, meskipun lebih banyak beraktivitas di rumah, masyarakat tetap dianjurkan meluangkan waktu untuk berjalan kaki, senam, atau melakukan olahraga ringan secara rutin.

Faktor Genetik Tetap Perlu Diperhatikan

Selain pola hidup, riwayat kesehatan keluarga juga memiliki peran penting. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes, misalnya, sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana.

Sebaliknya, asupan protein, serat, sayuran, dan makanan bergizi seimbang perlu ditingkatkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Begitu pula bagi individu yang memiliki riwayat sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu. Mengenali kondisi tersebut sejak dini dapat membantu mencegah munculnya keluhan kesehatan yang serupa.

Variasikan Pola Makan Sehari-hari

Dr. Suwetra mengingatkan bahwa pola makan sehat bukan hanya soal memilih makanan tertentu, melainkan memastikan menu harian tetap beragam.

Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari dapat membuat kebutuhan gizi menjadi tidak seimbang. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memperbanyak variasi makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat sesuai kebutuhan tubuh.

Prinsip gizi seimbang tetap menjadi pedoman utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari.

Olahraga Rutin Lebih Penting daripada Berat

Olahraga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Menurut dr. Suwetra, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara rutin minimal lima hari dalam sepekan agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Durasi latihan sekitar satu hingga satu setengah jam sudah cukup, dengan intensitas yang disesuaikan kemampuan masing-masing.

Jenis olahraga pun tidak harus sama untuk setiap orang. Mereka yang memiliki berat badan berlebih dapat memprioritaskan latihan kardio, sedangkan kelompok usia yang mulai memasuki usia paruh baya dapat memilih peregangan, yoga, atau senam untuk menjaga kelenturan otot dan sendi.

Sementara itu, latihan beban dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin meningkatkan kekuatan otot sesuai kondisi fisik.

Baca Juga: Rekomendasi Magic Com yang Cocok untuk Mahasiswa, Pilih Sesuai Budget atau Fitur Lengkap?

Kualitas Tidur Sama Pentingnya dengan Durasi

Istirahat yang cukup juga menjadi bagian penting dalam pola hidup sehat. Namun, dr. Suwetra menegaskan bahwa kualitas tidur tidak kalah penting dibanding lamanya waktu tidur.

Seseorang yang tidur lama tetapi sering mengalami gangguan pernapasan atau terbangun dalam kondisi tidak segar tetap belum memperoleh manfaat istirahat secara optimal.

Durasi tidur setiap orang juga berbeda karena dipengaruhi faktor genetik. Ada yang merasa segar setelah tidur selama beberapa jam, sementara sebagian lainnya membutuhkan waktu lebih panjang.

Indikator terbaik adalah kondisi tubuh saat bangun tidur. Jika tubuh terasa bugar, segar, dan siap beraktivitas, maka kualitas serta durasi tidur dapat dikatakan sudah mencukupi.

Komitmen Menjadi Kunci Hidup Sehat

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tubuh tidak selalu identik dengan biaya mahal. Komitmen untuk menerapkan pola makan bergizi, rutin bergerak, menjaga kualitas tidur, serta mengelola waktu beristirahat menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.

Dengan membangun kebiasaan sehat secara konsisten, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup di masa mendatang.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne
pola makan sehat Tips menjaga kesehatan tubuh olahraga rutin pola hidup sehat kualitas tidur