BLITAR - Tips menjaga kesehatan tubuh menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya kasus penyakit kronis pada usia muda. Seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi mengingatkan bahwa gaya hidup sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ginjal, jantung, hingga tekanan darah.
Dalam sebuah diskusi edukatif bersama dr. Tirta, dr. Deksa menjelaskan bahwa semakin banyak pasien gagal ginjal, hipertensi, dan diabetes yang datang pada usia 20 hingga 40 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang dahulu identik dengan usia lanjut kini mulai menyerang kelompok usia produktif.
Menurutnya, tips menjaga kesehatan tubuh tidak hanya berkaitan dengan menghindari penyakit, tetapi juga menjaga produktivitas dalam jangka panjang. Kesadaran untuk hidup sehat dinilai harus dimulai sejak dini sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Setiap Provider Paket Internet eSIM untuk Ponsel Pintar
Gaya Hidup Menjadi Faktor Utama
Dr. Deksa menjelaskan bahwa pola makan masyarakat menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit ginjal. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak secara berlebihan membuat organ tubuh bekerja lebih keras setiap hari.
Ia membandingkan kebiasaan makan di Indonesia dengan sejumlah negara Eropa. Di sana, porsi makanan cenderung lebih sederhana dengan konsumsi sayuran, protein, dan makanan rendah garam yang lebih dominan. Sebaliknya, masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi makanan berat hingga tiga kali sehari dengan cita rasa yang relatif lebih asin dan manis.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi perhatian. Tingginya penggunaan kendaraan bermotor membuat masyarakat semakin jarang berjalan kaki atau bersepeda. Padahal, aktivitas sederhana tersebut membantu menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan metabolisme tubuh.
Faktor lain yang ikut berperan adalah kurang tidur serta tingginya tingkat stres akibat rutinitas pekerjaan. Kombinasi berbagai kebiasaan tersebut secara perlahan meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, hingga gagal ginjal kronis.
Mengenal Fungsi Penting Ginjal
Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini bertugas menyaring limbah metabolisme, mengatur keseimbangan cairan, menjaga tekanan darah, membantu pembentukan sel darah merah melalui hormon eritropoietin, mengaktifkan vitamin D, serta mengatur keseimbangan elektrolit.
Ketika fungsi tersebut terganggu, berbagai masalah kesehatan dapat muncul. Penumpukan limbah metabolisme dapat menyebabkan gangguan kesadaran, sedangkan penumpukan cairan memicu pembengkakan hingga sesak napas akibat cairan di paru-paru.
Gangguan fungsi ginjal juga dapat membuat tekanan darah meningkat sehingga memperbesar risiko stroke dan serangan jantung. Pada kondisi kronis, produksi hormon eritropoietin menurun sehingga penderita mengalami anemia, lemas, dan mudah lelah.
Pentingnya Menjaga Pola Makan dan Minum
Sebagai bagian dari tips menjaga kesehatan tubuh, dr. Deksa menyarankan masyarakat membatasi konsumsi gula tambahan sesuai kebutuhan harian. Minuman manis tetap dapat dikonsumsi, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan agar tidak melebihi kebutuhan kalori.
Kopi juga tidak selalu harus dihindari. Selama dikonsumsi tanpa gula berlebihan dan dalam batas wajar, beberapa penelitian bahkan menunjukkan manfaat bagi kesehatan jantung dan ginjal. Namun, setiap orang tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Saat menjalankan ibadah puasa, ginjal bekerja menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak terjadi dehidrasi. Karena itu, berbuka puasa dianjurkan dimulai dengan air putih, kemudian dilanjutkan makanan secukupnya tanpa berlebihan. Mengonsumsi makanan tinggi garam, santan, atau gorengan dalam jumlah besar sekaligus dapat membebani sistem pencernaan dan metabolisme.
Alkohol dan Obat Nyeri Perlu Diwaspadai
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Setiap Provider Paket Internet eSIM untuk Ponsel Pintar
Dr. Deksa juga mengingatkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah halus pada ginjal. Semakin tinggi frekuensi konsumsi, semakin besar risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal maupun hati.
Selain itu, penggunaan obat pereda nyeri secara rutin tanpa pengawasan medis juga perlu dihindari. Konsumsi obat antinyeri dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal sehingga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Antibiotik pun harus digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bukan hanya meningkatkan risiko resistensi bakteri, tetapi juga dapat memberi beban tambahan bagi ginjal apabila digunakan tanpa indikasi yang jelas.
Kesadaran Menjadi Investasi Kesehatan
Dr. Deksa menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu. Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah mengalami penyakit yang menghambat aktivitas dan pekerjaan.
Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup seimbang melalui konsumsi makanan bergizi, memperbanyak aktivitas fisik, tidur yang cukup, mengelola stres, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan urine sebagai skrining awal gangguan ginjal.
Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut jauh lebih baik dibandingkan harus menjalani pengobatan jangka panjang akibat penyakit kronis yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Tirta pengpengpeng