Hari Baik Pindah Rumah Menurut Islam, Benarkah Hari Selasa dan Bulan Muharram Harus Dihindari? Ini Penjelasan Tiga Ulama

Brilian Syifa Almasih • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi pindah rumah. Tiga ulama menegaskan bahwa Islam tidak mengenal hari sial untuk pindah rumah. Yang utama adalah menjaga ibadah, membaca Surah Al-Baqarah saat memasuki rumah baru, tidak mengganggu orang lain, serta bertawakal kepada Allah.
Ilustrasi pindah rumah. Tiga ulama menegaskan bahwa Islam tidak mengenal hari sial untuk pindah rumah. Yang utama adalah menjaga ibadah, membaca Surah Al-Baqarah saat memasuki rumah baru, tidak mengganggu orang lain, serta bertawakal kepada Allah.

 

JAKARTA – Hari baik pindah rumah menurut Islam tidak ditentukan oleh hari tertentu, melainkan bergantung pada niat, tetap menjaga ibadah, dan tidak mengganggu orang lain. Hal itu disampaikan tiga ulama, yakni Buya Yahya, Ustaz Khalid Basalamah, dan Habib Husein Jafar yang sama-sama menegaskan bahwa Islam tidak mengenal konsep hari sial untuk pindah rumah.

Di tengah masyarakat yang masih mempercayai mitos tentang hari dan bulan tertentu yang dianggap kurang baik untuk pindahan, ketiga ulama tersebut memberikan penjelasan berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan prinsip akidah Islam.

Mereka mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan tradisi tanpa dasar syariat sebagai pedoman dalam menentukan waktu pindah rumah.

Baca Juga: Kirab Bedhol Pusaka Awali Hari Jadi ke-702 Blitar, Pisowanan Agung Digelar Hari Ini

Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan khusus mengenai hari terbaik untuk pindah rumah menurut ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, yang paling utama saat menempati rumah baru adalah membaca Surah Al-Baqarah sebagai ikhtiar memohon keberkahan sekaligus menjauhkan rumah dari gangguan yang tidak diinginkan.

Selain itu, rumah yang ditempati juga harus dijadikan tempat untuk kebaikan, bukan tempat yang direncanakan untuk melakukan kemaksiatan.

Ia menegaskan bahwa waktu pindah rumah sebaiknya dipilih agar tidak mengganggu kewajiban kepada Allah maupun hak orang lain.

Baca Juga: Review Rocket AI Glasses 2026: Kacamata AI dengan Display, Live Translation 89 Bahasa, Navigasi Real Time hingga ChatGPT

"Jangan mengganggu urusanmu dengan Allah dan jangan mengganggu orang lain," jelasnya.

Buya Yahya memberi contoh, jangan sampai proses pindahan membuat seseorang meninggalkan salat atau mengabaikan kewajiban ibadah lainnya.

Karena itu, kapan pun seseorang pindah rumah dapat menjadi waktu yang baik selama dilakukan dengan niat yang benar dan tetap menjaga kewajiban agama.

Baca Juga: Hari Jadi ke-702 Blitar, Kemenag Ajak Bangun Manusia dan Perkuat Kerukunan Demi Teguhkan Peradaban

Senada dengan Buya Yahya, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa Islam tidak mengenal istilah hari sial ataupun waktu sial.

Menurutnya, memang ada hari atau waktu yang memiliki keutamaan lebih dibanding waktu lainnya, tetapi bukan berarti hari selain itu membawa kesialan.

Ia mencontohkan hari Jumat yang memiliki keutamaan dalam Islam, begitu pula sepertiga malam yang menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

Baca Juga: Bocoran HP Xiaomi Terbaru Siap Masuk Indonesia, Redmi 17 hingga Poco F9 Pro Sudah Muncul di TKDN

Selain itu, tempat-tempat seperti Makkah, Madinah, dan Masjid Al-Aqsa juga memiliki keistimewaan dibanding tempat lainnya.

Namun, keutamaan tersebut tidak boleh diartikan bahwa hari atau tempat lain membawa nasib buruk.

Khalid Basalamah juga meluruskan anggapan bahwa Hari Selasa merupakan hari sial atau bulan Muharram tidak baik digunakan untuk pindah rumah.

Baca Juga: Gerhana Matahari: Pengertian, Jenis, Cara Terjadi, hingga Tips Aman Mengamatinya

Menurutnya, keyakinan seperti itu tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

Ia menegaskan bahwa umat Islam diperbolehkan pindah rumah pada hari apa pun selama tidak melanggar aturan agama.

"Belajarlah ilmu yang benar. Ada syariat yang sudah jelas," tegasnya.

Habib Husein Jafar memberikan penjelasan dari sisi psikologis dan spiritual mengenai kepercayaan terhadap hari sial.

Baca Juga: Gaji Bersih PPPK 2026 Masih Menunggu Keputusan Presiden, Bantuan Fiskal untuk Daerah Segera Diputuskan

Ia mengutip hadis qudsi yang menjelaskan bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Karena itu, ketika seseorang meyakini suatu hari sebagai hari sial, keyakinan tersebut justru dapat memengaruhi cara berpikir dan sikapnya sehingga merasa mengalami kesialan.

Habib Husein Jafar menjelaskan bahwa prasangka buruk dapat memunculkan rasa cemas, takut, hingga waswas yang akhirnya membuat seseorang menganggap berbagai kejadian sebagai pertanda buruk.

Baca Juga: Tema iOS 27 untuk Xiaomi, Redmi, dan Poco Viral, Hadirkan Efek Liquid Glass Mirip iPhone dengan Dua Metode Instalasi

Padahal, menurutnya, semua hari merupakan ciptaan Allah yang sama-sama dapat menjadi hari penuh keberkahan.

Ia mengajak umat Islam untuk membangun husnuzan atau prasangka baik kepada Allah serta memperbanyak amal saleh.

Menurutnya, keberkahan tidak datang dari tanggal tertentu, melainkan dari niat yang baik, ketakwaan, dan hubungan yang dekat dengan Allah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Agustus 2026 Gemini Memprediksi Kebahagiaan dan Rezeki Melimpah

Pada akhirnya, ketiga ulama tersebut memiliki kesimpulan yang sejalan bahwa hari baik pindah rumah menurut Islam bukan ditentukan oleh kalender, weton, maupun mitos yang berkembang di masyarakat.

Sebaliknya, keberkahan akan hadir ketika seseorang menjaga ibadah, membaca Al-Qur'an saat memasuki rumah baru, tidak menyusahkan orang lain, serta menjalani setiap langkah dengan tawakal kepada Allah.

Dengan demikian, momen pindah rumah dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik tanpa harus dibayangi keyakinan tentang hari sial yang tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam.

Editor : Brilian Syifa Almasih
Buya Yahya Hari baik pindah rumah menurut Islam Habib Husein Jafar Hari sial dalam Islam Ustaz Khalid Basalamah