JAKARTA – Hari Minggu untuk potong rambut dan kuku dalam sebagian tradisi dipercaya sebagai waktu yang kurang baik untuk berhias. Kepercayaan tersebut menyebutkan bahwa memotong rambut, kuku, maupun bulu pada hari Minggu diyakini dapat mengurangi keberkahan dalam kehidupan apabila dilakukan secara terus-menerus.
Dalam penjelasan yang disampaikan pada sumber tersebut, setiap hari memiliki makna tersendiri terkait aktivitas berhias. Hari Minggu disebut sebagai hari yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berkaitan dengan hilangnya keberkahan, baik dalam kehidupan, rezeki, maupun umur.
Kepercayaan mengenai hari baik dan hari kurang baik merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagian masyarakat masih memegang keyakinan tersebut sebagai pedoman, sementara yang lain memandangnya sebagai bagian dari kearifan budaya yang patut dihormati.
Menurut penjelasan tersebut, hari Minggu untuk potong rambut dipercaya kurang baik apabila digunakan untuk aktivitas berhias, seperti memotong rambut, kuku, maupun membersihkan bulu tubuh.
Dalam tradisi tersebut, aktivitas berhias pada hari Minggu diyakini dapat menyebabkan hilangnya keberkahan dalam kehidupan. Keberkahan yang dimaksud mencakup rezeki, umur, maupun berbagai kebaikan yang menyertai kehidupan seseorang.
Karena alasan tersebut, sebagian masyarakat memilih menghindari hari Minggu untuk melakukan aktivitas berhias dan lebih memilih hari lain yang dipercaya membawa makna lebih baik.
Baca Juga: Sena dan Davina Terikat Janji Kembali Dekat, Momen Romantis hingga Misi Rahasia Sena Terungkap
Dalam penjelasan tersebut, hari Minggu dikaitkan dengan berkurangnya keberkahan apabila dijadikan waktu rutin untuk memotong rambut atau kuku. Oleh sebab itu, hari ini dianggap kurang tepat bagi mereka yang masih memegang tradisi tersebut.
Aktivitas seperti memotong rambut, memotong kuku, maupun membersihkan bulu tubuh lebih dianjurkan dilakukan pada hari lain yang dipercaya membawa keberkahan dan manfaat menurut kepercayaan yang berkembang.
Meski demikian, keyakinan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak dapat dipastikan berlaku bagi setiap orang. Pandangan mengenai hal ini kembali pada kepercayaan masing-masing individu.
Selain menjelaskan hari yang dianggap kurang baik, sumber tersebut juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebebasan dalam menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat.
Bagi mereka yang mempercayainya, menghindari potong rambut atau kuku pada hari Minggu dipandang sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga keberkahan hidup. Sementara bagi yang tidak meyakininya, tradisi tersebut dapat dipahami sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, baik atau tidaknya suatu hari menurut tradisi merupakan persoalan keyakinan masing-masing. Menjaga kebersihan diri, menghormati perbedaan pandangan, serta terus berusaha dan berdoa tetap menjadi hal yang lebih utama dalam menjalani kehidupan.
Source: awai channel
Editor : Carissa Emrys Fawnia