Hari Rabu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Memengaruhi Sifat Menurut Tradisi?

Carissa Emrys Fawnia • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Hari baik potong rambut
Hari baik potong rambut
JAKARTA – Hari Rabu untuk potong rambut dan kuku dalam sebagian tradisi dipercaya sebagai waktu yang kurang baik untuk berhias. Kepercayaan tersebut menyebutkan bahwa memotong rambut, kuku, maupun bulu pada hari Rabu diyakini dapat memengaruhi sifat atau perilaku seseorang apabila dilakukan secara terus-menerus.

Dalam penjelasan yang disampaikan pada sumber tersebut, setiap hari memiliki makna tersendiri terkait aktivitas berhias. Hari Rabu disebut sebagai hari yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berkaitan dengan munculnya sifat atau perangai yang kurang baik.

Kepercayaan mengenai hari baik dan hari kurang baik merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagian masyarakat masih menjadikannya sebagai pedoman, sementara yang lain memandangnya sebagai bagian dari kearifan budaya tanpa menganggapnya sebagai penentu nasib.

Baca Juga: Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 40 Orang Sempat Bertahan di Kapal Saat Evakuasi Berlangsung

Menurut penjelasan tersebut, hari Rabu untuk potong rambut dipercaya kurang baik apabila digunakan untuk aktivitas berhias, seperti memotong rambut, kuku, maupun membersihkan bulu tubuh.

Tradisi tersebut menyebutkan bahwa kebiasaan berhias pada hari Rabu diyakini dapat menyebabkan seseorang memiliki perangai atau sifat yang kurang baik. Karena itu, sebagian masyarakat memilih menghindari hari tersebut untuk melakukan aktivitas perawatan diri.

Kepercayaan ini menjadi salah satu pedoman yang masih dipertahankan oleh sebagian kalangan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan tradisi yang diwariskan para leluhur.

Baca Juga: Bagas Maulana Ungkap Awal Dipasangkan dengan Fikri hingga Sukses Juara All England, Perjuangannya Tak Selalu Mulus

Dalam penjelasan tersebut, hari Rabu dikaitkan dengan munculnya sifat yang kurang baik apabila dijadikan waktu rutin untuk berhias. Anggapan inilah yang membuat sebagian orang memilih hari lain yang dipercaya membawa makna lebih positif.

Aktivitas seperti memotong rambut, memotong kuku, maupun membersihkan bulu tubuh lebih dianjurkan dilakukan pada hari yang menurut tradisi dianggap membawa keberkahan atau manfaat yang lebih baik.

Meski demikian, keyakinan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya yang berkembang di masyarakat dan tidak dapat dipastikan berlaku bagi setiap orang.

Baca Juga: Bagas Maulana Dirumorkan Pindah ke Ganda Campuran, Berpeluang Dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil

Selain menjelaskan hari yang dianggap kurang baik, sumber tersebut juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebebasan dalam menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat.

Bagi mereka yang masih mempercayainya, menghindari potong rambut atau kuku pada hari Rabu dipandang sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga kebaikan dalam kehidupan. Sementara bagi yang tidak meyakininya, tradisi tersebut dapat dipahami sebagai warisan budaya yang patut dihormati.

Pada akhirnya, baik atau tidaknya suatu hari menurut tradisi merupakan persoalan keyakinan masing-masing. Menjaga kebersihan diri, menghargai perbedaan pandangan, serta tetap menjalankan kehidupan dengan usaha dan doa menjadi hal yang lebih utama.

Source: awai channel

Editor : Carissa Emrys Fawnia
hari Rabu potong rambut tradisi berhias hari Rabu potong kuku kepercayaan masyarakat budaya Nusantara