Pandangan mengenai hari Jumat untuk potong rambut dan kuku banyak dijumpai dalam tradisi masyarakat yang memadukan nilai budaya dengan ajaran keagamaan. Hari Jumat sendiri dikenal sebagai hari yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam sehingga sering dikaitkan dengan berbagai amalan baik.
Meski demikian, keyakinan mengenai hari baik maupun hari yang kurang baik untuk memotong rambut dan kuku merupakan bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat. Tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan seseorang mengikuti kepercayaan tersebut, sehingga pelaksanaannya kembali kepada keyakinan masing-masing.
Baca Juga: Xiaomi 17 Ultra by Leica Resmi Unjuk Gigi, Logo Merah Leica Pertama di Smartphone Jadi Sorotan
Dalam tradisi yang disampaikan oleh sebagian ulama dan masyarakat, hari Jumat untuk potong rambut dan kuku dipercaya sebagai waktu yang membawa keberkahan. Aktivitas berhias, seperti memotong rambut, kuku, maupun membersihkan diri, dianggap menjadi bagian dari persiapan menyambut hari yang mulia.
Selain dipercaya mendatangkan keberkahan hidup, hari Jumat juga dikaitkan dengan bertambahnya keberkahan rezeki serta ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, tidak sedikit orang yang memilih melakukan perawatan diri pada hari tersebut.
Kepercayaan ini berkembang secara turun-temurun dan masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat hingga sekarang sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan para pendahulu.
Baca Juga: Ini Wilayah Indonesia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Total, Cincin, hingga Sebagian
Menurut tradisi tersebut, potong rambut dan kuku pada hari Jumat diyakini dapat membawa manfaat berupa bertambahnya ilmu pengetahuan. Hari Jumat disebut sebagai hari yang baik untuk melakukan berbagai amalan yang bernilai ibadah maupun kebersihan diri.
Dalam penafsiran yang berkembang, seseorang yang rutin merawat kebersihan diri pada hari Jumat dipercaya akan memperoleh keberkahan berupa kemudahan dalam menuntut ilmu dan meningkatkan wawasan.
Karena alasan itu, hari Jumat sering dipilih sebagai waktu untuk memotong kuku sebelum melaksanakan ibadah salat Jumat ataupun menjalani aktivitas lainnya.
Selain membahas hari yang dianggap baik, sebagian tradisi juga menjelaskan tata cara memotong kuku menurut anjuran yang dikenal di kalangan masyarakat Islam. Untuk kuku tangan, pemotongan dianjurkan dimulai dari jari telunjuk tangan kanan, dilanjutkan hingga kelingking tangan kanan.
Setelah itu, pemotongan diteruskan dari kelingking tangan kiri hingga ibu jari tangan kiri, kemudian ditutup dengan ibu jari tangan kanan. Pola tersebut diyakini sebagai salah satu cara yang mengikuti kebiasaan yang diajarkan dalam sebagian literatur keislaman.
Sementara untuk kuku kaki, tidak terdapat tata cara yang benar-benar baku. Karena itu, sebagian ulama maupun masyarakat memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam memulai dan mengakhiri pemotongan kuku.
Terlepas dari berbagai kepercayaan tersebut, menjaga kebersihan diri melalui memotong rambut dan kuku merupakan bagian dari pola hidup sehat. Adapun keyakinan mengenai hari baik dan hari kurang baik tetap menjadi bagian dari tradisi yang dihormati oleh sebagian masyarakat, tanpa mengurangi pentingnya ikhtiar dan ajaran agama sebagai pedoman utama.
Source: awai channel
Editor : Carissa Emrys Fawnia