Dalam pandangan primbon Jawa, setiap bulan memiliki pergerakan energi yang berbeda. Karena itu, terdapat sejumlah weton yang dipercaya berada pada posisi lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya berdasarkan perhitungan neptu dan ilmu titen para leluhur.
Kepercayaan mengenai weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Potensi keberuntungan tersebut tetap perlu diiringi dengan usaha, doa, karakter yang baik, serta sikap menghormati sesama.
Baca Juga: Kirab Bedhol Pusaka Awali Hari Jadi ke-702 Blitar, Pisowanan Agung Digelar Hari Ini
Menurut perhitungan primbon Jawa, weton yang beruntung pada Agustus 2026 terdiri atas Rabu Legi, Kamis Wage, Kamis Pahing, Sabtu Kliwon, Minggu Pon, Senin Kliwon, Selasa Pahing, dan Selasa Wage. Masing-masing dipercaya memperoleh potensi keberuntungan yang berbeda sesuai kedudukan wetonnya.
Rabu Legi diyakini mengalami peningkatan kewibawaan sehingga lebih mudah memperoleh kepercayaan dari orang lain. Sementara Kamis Wage dipercaya memiliki peluang lebih besar dalam urusan rezeki dan memperluas jaringan pergaulan yang dapat membuka kesempatan baru.
Di sisi lain, Kamis Pahing disebut berada pada fase yang baik untuk menunjukkan kemampuan dan mengambil keputusan penting. Sabtu Kliwon dipercaya memperoleh ketenangan batin sehingga lebih siap menghadapi berbagai tekanan dan persoalan hidup.
Primbon Jawa juga menyebut Minggu Pon memperoleh energi positif dalam hubungan sosial. Dukungan dari keluarga, teman, maupun relasi lama dipercaya menjadi salah satu jalan datangnya kesempatan baru pada bulan Agustus 2026.
Selanjutnya, Senin Kliwon diperkirakan memasuki masa yang lebih cerah dengan berbagai hambatan mulai berkurang. Keberuntungan tidak hanya dimaknai sebagai datangnya rezeki, tetapi juga kemudahan menyelesaikan masalah, bertambahnya ilmu, hingga hadirnya orang-orang yang tulus membantu.
Sementara itu, Selasa Pahing dipercaya memiliki semangat juang yang tinggi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk mengejar target, mengembangkan usaha, maupun meningkatkan kemampuan diri. Adapun Selasa Wage dinilai memperoleh keseimbangan antara urusan keluarga, pekerjaan, dan keuangan selama mampu mengendalikan emosi serta tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Menurut penjelasan dalam primbon Jawa, seluruh perhitungan weton tersebut hanyalah gambaran mengenai potensi yang bisa dimiliki seseorang pada bulan tertentu. Hasil perhitungan tidak dimaksudkan sebagai kepastian mengenai perjalanan hidup ataupun nasib seseorang.
Dalam falsafah Jawa, keberuntungan diyakini lebih mudah menghampiri mereka yang terus berusaha memperbaiki diri, menjaga perilaku, serta menghormati orang lain. Karena itu, hasil perhitungan weton sebaiknya dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sebagai satu-satunya patokan dalam menjalani kehidupan.
Meski demikian, pembahasan mengenai weton hingga kini masih menjadi bagian dari budaya Jawa yang terus dilestarikan. Pada akhirnya, keberhasilan maupun keberuntungan seseorang tetap ditentukan oleh ikhtiar, doa, dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Source: Fitka Channel
Editor : Carissa Emrys Fawnia