Kepercayaan ini umumnya digunakan sebagai pedoman sebelum menggelar hajatan besar, seperti pernikahan, pindahan rumah, hingga memulai usaha atau berdagang. Dengan mengetahui naga dina dan patine dina, seseorang diyakini dapat menentukan arah yang dianggap membawa keberuntungan sekaligus menghindari arah yang dipercaya kurang baik.
Dalam penjelasan yang disampaikan pada video tersebut, perhitungan naga dina diawali dengan mengetahui nilai neptu hari dan neptu pasaran. Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk menentukan arah kekuatan hari atau naga dina.
Perhitungan naga dina dimulai dengan mengetahui nilai neptu hari dan pasaran Jawa. Nilai neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
Sementara itu, neptu pasaran meliputi Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Sebagai contoh, Sabtu Legi memiliki neptu 14 karena Sabtu bernilai 9 dan Legi bernilai 5. Jumlah tersebut kemudian dihitung mulai dari arah timur dengan urutan timur, selatan, barat, utara secara berulang hingga mencapai hitungan ke-14.
Baca Juga: Hari Jadi ke-702 Blitar, Kemenag Ajak Bangun Manusia dan Perkuat Kerukunan Demi Teguhkan Peradaban
Dari contoh tersebut, hitungan ke-14 jatuh di arah selatan. Dengan demikian, naga dina atau kekuatan hari Sabtu Legi dipercaya berada di arah selatan.
Selain naga dina, masyarakat yang masih memegang tradisi weton juga mengenal patine dina. Dalam penjelasan video disebutkan bahwa patine dina diibaratkan sebagai "kuburan hari" atau arah yang sebaiknya tidak dituju ketika melaksanakan kegiatan penting.
Cara menghitungnya menggunakan jumlah neptu yang sama, tetapi dilakukan melalui perhitungan hari dan pasaran hingga diperoleh kombinasi hari baru.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Agustus 2026 Libra Diminta Berani Move On, Peluang Kebahagiaan Baru Mulai Terbuka
Pada contoh Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14, hasil perhitungan menghasilkan Sabtu Kliwon sebagai patine dina.
Sabtu Kliwon memiliki neptu 17, yaitu hasil penjumlahan Sabtu (9) dan Kliwon (8). Angka 17 kemudian kembali dihitung mulai dari arah timur menggunakan pola yang sama.
Hasil perhitungan menunjukkan angka 17 berhenti di arah timur. Berdasarkan kepercayaan tersebut, arah timur menjadi patine dina atau arah yang sebaiknya dihindari pada hari Sabtu Legi.
Menurut penjelasan dalam video, perhitungan naga dina dan patine dina umumnya dijadikan pedoman saat akan menggelar acara penting, seperti mengarak pengantin, pindahan rumah, membuka usaha, hingga mencari rezeki melalui kegiatan berdagang.
Apabila seseorang beraktivitas menuju arah yang diyakini sebagai patine dina, dipercaya hasil yang diperoleh tidak akan maksimal. Sebaliknya, arah naga dina dianggap sebagai arah yang memiliki kekuatan atau kejayaan hari tersebut.
Meski demikian, penjelasan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan yang berkembang di sebagian masyarakat Jawa. Tidak ada penjelasan ilmiah dalam video yang membuktikan hubungan antara arah naga dina maupun patine dina dengan keberhasilan suatu kegiatan.
Video tersebut juga menegaskan bahwa rumus perhitungan sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran, lalu menghitung arah berdasarkan pola mata angin yang telah ditentukan.
Dengan memahami cara menghitung naga dina dan patine dina, masyarakat yang masih menggunakan pedoman weton diharapkan dapat lebih mudah menentukan arah sesuai tradisi yang mereka yakini ketika akan melaksanakan berbagai kegiatan penting.
Source: Mbah Yadi Chanel
Editor : Carissa Emrys Fawnia