Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Ini Panduan Hari dan Pasaran yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Percaya atau tidak, tradisi Primbon Jawa tentang arah mencari rezeki masih dikenal oleh sebagian masyarakat hingga kini. Doa, ikhtiar, dan kerja keras tetap menjadi kunci utama, sementara warisan budaya ini menjadi salah satu pedoman yang terus dilestarikan.
Percaya atau tidak, tradisi Primbon Jawa tentang arah mencari rezeki masih dikenal oleh sebagian masyarakat hingga kini. Doa, ikhtiar, dan kerja keras tetap menjadi kunci utama, sementara warisan budaya ini menjadi salah satu pedoman yang terus dilestarikan.

JAKARTA – Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa sejak lama dipercaya sebagian masyarakat sebagai pedoman sebelum memulai usaha, berdagang, atau bepergian untuk mencari penghasilan. Dalam tradisi Jawa, setiap kombinasi hari dan pasaran diyakini memiliki kecocokan dengan arah tertentu agar ikhtiar memperoleh rezeki berjalan lebih baik.

Kepercayaan ini merupakan warisan leluhur yang masih dikenal hingga kini. Meski tidak memiliki dasar ilmiah dan bersifat tradisi budaya, banyak masyarakat Jawa yang tetap menjadikannya sebagai bagian dari ikhtiar, berdampingan dengan doa dan usaha yang sungguh-sungguh.

Sebelum memulai aktivitas mencari nafkah, masyarakat Jawa umumnya dianjurkan untuk berdoa. Setelah itu, sebagian orang juga mempertimbangkan arah perjalanan berdasarkan hari dan pasaran kelahiran atau kalender Jawa sebagaimana tercantum dalam kitab Primbon.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Weton Jawa, Benarkah Menentukan Kelancaran Rezeki? Ini Daftar Lengkapnya

Dalam Primbon Jawa, seseorang yang hendak mencari rezeki ke arah barat dianjurkan berangkat pada kombinasi hari dan pasaran tertentu yang dipercaya membawa keberuntungan.

Hari dan pasaran yang dianggap baik menuju arah barat meliputi Jumat Legi, Rabu Legi, Minggu Kliwon, Selasa Pahing, Minggu Pahing, Kamis Legi, Kamis Pon, Jumat Wage, Sabtu Kliwon, Minggu Legi, dan Kamis Kliwon.

Menurut tradisi tersebut, arah perjalanan diyakini dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar ketika membuka usaha, mencari pekerjaan, maupun berdagang keliling.

Baca Juga: Arti Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Simak Cara Menghitung Hari yang Diyakini Perlu Dihindari Leluhur

Namun demikian, dalam praktiknya masyarakat tetap menempatkan doa, kerja keras, dan perencanaan sebagai faktor utama dalam memperoleh penghasilan.

Selain arah barat, Primbon Jawa juga memuat panduan hari dan pasaran yang dianggap baik apabila tujuan mencari rezeki berada di arah timur.

Kombinasi hari yang disebutkan meliputi Selasa Legi, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Senin Legi, Jumat Pon, dan Kamis Pahing.

Sementara itu, bagi yang memiliki tujuan ke arah selatan, hari yang dipercaya baik adalah Selasa Kliwon, Kamis Wage, Rabu Kliwon, Senin Kliwon, Rabu Pahing, dan Rabu Wage.

Adapun untuk arah utara, daftar hari dan pasaran yang disebutkan lebih banyak, yakni Sabtu Pahing, Minggu Pon, Senin Wage, Sabtu Wage, Rabu Pon, Sabtu Legi, Senin Pon, Selasa Wage, Sabtu Pon, Minggu Wage, Senin Pahing, serta Selasa Pon.

Panduan tersebut merupakan rangkuman yang diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi Primbon Jawa.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Lengkap dan Waktu Terbaik Mencari Nafkah

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, Primbon tidak hanya membahas arah mencari rezeki, tetapi juga berbagai perhitungan hari baik untuk beragam aktivitas.

Kepercayaan terhadap Primbon merupakan bagian dari budaya yang berkembang selama bertahun-tahun dan masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat hingga sekarang.

Meski demikian, keyakinan tersebut bersifat tradisional dan tidak dapat dijadikan ukuran pasti keberhasilan seseorang dalam memperoleh rezeki.

Pada akhirnya, keberhasilan usaha tetap ditentukan oleh berbagai faktor seperti kerja keras, kemampuan, perencanaan yang matang, serta doa sesuai keyakinan masing-masing. Tradisi arah mencari rezeki dalam Primbon Jawa lebih dipandang sebagai warisan budaya yang masih dijaga dan dihormati oleh sebagian masyarakat.

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa hari dan pasaran Jawa tradisi masyarakat Jawa Primbon Jawa weton jawa