JAKARTA - Weton Jumat Wage menurut primbon Jawa dipercaya memiliki perpaduan watak baik, kecerdasan, serta aura positif yang membuat pemiliknya mudah diterima dalam lingkungan sosial. Di balik berbagai kelebihannya, weton ini juga diyakini memiliki sejumlah kelemahan yang dapat memengaruhi hubungan asmara maupun perjalanan hidup.
Dalam kitab primbon Jawa, Jumat Wage memiliki neptu 10, yang berasal dari penjumlahan hari Jumat bernilai 6 dan pasaran Wage bernilai 4. Nilai neptu tersebut menjadi dasar penafsiran mengenai watak, jodoh, rezeki, karier, hingga warna aura seseorang.
Kepercayaan mengenai weton merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Penafsiran tersebut masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai pedoman dalam memahami karakter serta perjalanan hidup seseorang.
Menurut primbon Jawa, watak weton Jumat Wage dipengaruhi oleh Lintang Magelut yang melambangkan sifat suka menolong dan berhati lembut. Karakter tersebut membuat pemilik weton ini dikenal mudah berempati dan mampu memberikan pengaruh positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, Jumat Wage juga berada di bawah pengaruh Lakuning Pandita yang diartikan sebagai pribadi cerdas. Mereka dikenal bersemangat, energik, aktif, serta mampu menjalin komunikasi dengan baik kepada orang yang lebih tua, sebaya, maupun lebih muda.
Kepribadian lain yang melekat pada weton ini adalah royal, baik hati, dan memiliki daya tarik dalam hubungan sosial. Karena itu, pemilik Jumat Wage dipercaya mampu membangun hubungan pertemanan yang harmonis dan bertahan dalam waktu yang lama.
Di balik berbagai kelebihannya, weton Jumat Wage menurut primbon Jawa juga memiliki beberapa kelemahan. Pemilik weton ini disebut terkadang pandai berbohong, terlihat angkuh, mudah membanggakan diri, serta sulit memaafkan orang yang dianggap telah mengkhianati kepercayaannya.
Dalam urusan asmara, jodoh weton Jumat Wage dipercaya paling serasi apabila dipasangkan dengan seseorang yang memiliki jumlah neptu 9 atau 14. Weton yang disebut cocok antara lain Senin Legi, Rabu Pon, Minggu Pahing, Sabtu Legi, Jumat Kliwon, dan Minggu Wage.
Apabila bertemu pasangan yang dianggap sesuai menurut primbon, kehidupan rumah tangga diprediksi berlangsung harmonis, bahagia, dan langgeng. Sementara itu, jika berbagai kesialan yang diyakini melekat pada weton ini dirasa mengganggu, sebagian tradisi primbon menyebut ruwatan sebagai salah satu ikhtiar budaya yang dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Dalam hal ekonomi, rezeki weton Jumat Wage disebut cenderung berkembang secara perlahan karena memiliki neptu yang tergolong kecil. Meski demikian, primbon menyebut pemilik weton ini berpeluang mencapai masa kesuksesan pada usia sekitar 30 hingga 35 tahun apabila tetap bekerja keras, jujur, ulet, dan selalu bersyukur.
Pada bidang pekerjaan, karier weton Jumat Wage dinilai lebih cocok berkaitan dengan benda mati, seperti bekerja di instansi, perusahaan, pabrik, maupun bidang industri lainnya. Sebaliknya, mereka disebut kurang sesuai apabila menekuni profesi sebagai petani atau peternak.
Selain itu, weton Jumat Wage dipercaya memiliki aura positif yang sejuk seperti air. Aura tersebut membuat pemiliknya terlihat teduh, tenang, berwibawa, serta mampu memberikan rasa nyaman kepada orang-orang di sekitarnya sehingga hubungan sosial dapat terjalin dengan baik.
Meski demikian, seluruh penafsiran mengenai weton dalam primbon Jawa merupakan bagian dari warisan budaya dan tradisi. Pada akhirnya, keberhasilan dalam rezeki, karier, jodoh, maupun kehidupan seseorang tetap ditentukan oleh usaha, doa, dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Source: PRIMBON JAWA
Editor : Carissa Emrys Fawnia