Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Lengkap dengan Hari dan Pasaran

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Arah mencari rezeki menurut primbon Jawa memiliki hitungan hari dan pasaran. Simak daftar arah barat, timur, selatan, dan utara.
Arah mencari rezeki menurut primbon Jawa memiliki hitungan hari dan pasaran. Simak daftar arah barat, timur, selatan, dan utara.

JAKARTA - Arah mencari rezeki menurut primbon Jawa menjadi salah satu tradisi yang masih dikenal sebagian masyarakat Jawa. Dalam kepercayaan dan pengetahuan tradisional Jawa, hari dan pasaran tertentu dipercaya memiliki kecocokan dengan arah seseorang ketika bepergian untuk berdagang, membuka usaha, maupun mencari penghasilan.

Pandangan tersebut dirangkum dari pengetahuan orang tua zaman dahulu yang kemudian dikaitkan dengan kitab primbon Jawa. Dalam praktiknya, masyarakat dapat menentukan arah tujuan berdasarkan hari dan pasaran saat hendak mencari rezeki.

Meski demikian, daftar tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Jawa, bukan pedoman yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Keberhasilan usaha tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti kerja keras, strategi, kondisi pasar, dan kemampuan mengelola usaha.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Lengkap dan Waktu Terbaik Mencari Nafkah

Arah Barat untuk Mencari Rezeki

Dalam daftar yang dibahas pada video, orang yang hendak mencari rezeki ke arah barat disebut memiliki beberapa pilihan hari dan pasaran yang dianggap baik.

Hari dan pasaran tersebut meliputi Jumat Legi, Rabu Legi, Minggu Kliwon, Selasa Pahing, Minggu Pahing, Kamis Legi, Kamis Pon, Jumat Wage, Sabtu Kliwon, Minggu Legi, serta Kamis Kliwon.

Daftar tersebut dapat digunakan sebagai rujukan tradisional bagi masyarakat yang masih menjalankan perhitungan berdasarkan kalender Jawa sebelum bepergian ke arah barat untuk berdagang atau menjalankan usaha.

Arah Timur dan Hari yang Dipercaya Baik

Sementara itu, arah mencari rezeki menurut primbon Jawa ke timur memiliki daftar hari dan pasaran yang berbeda.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Weton Jawa, Benarkah Menentukan Kelancaran Rezeki? Ini Daftar Lengkapnya

Dalam video, hari yang disebut baik untuk menuju arah timur antara lain Selasa Legi, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Senin Legi, Jumat Pon, dan Kamis Pahing.

Perbedaan daftar antara satu arah dan arah lainnya menunjukkan bagaimana tradisi Jawa mengenal perhitungan hari dan pasaran sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Sistem tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa.

Arah Selatan dan Utara

Untuk tujuan mencari rezeki ke arah selatan, daftar yang disebut dalam video mencakup Selasa Kliwon, Kamis Wage, Rabu Kliwon, Senin Kliwon, Rabu Pahing, serta Rabu Wage.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Benarkah Bisa Membawa Untung Berlipat? Ini Daftar Lengkapnya

Sedangkan bagi mereka yang hendak menuju arah utara, terdapat daftar yang lebih panjang. Di antaranya Senin Pahing, Minggu Pon, Senin Wage, Sabtu Wage, Rabu Pon, Sabtu Legi, Senin Pon, Selasa Wage, Sabtu Pon, Minggu Wage, Senin Pahing, dan Selasa Pon.

Perhitungan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Bagi sebagian masyarakat, primbon tidak hanya digunakan untuk menentukan hari perjalanan, tetapi juga menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan kehidupan.

Tradisi Primbon Jawa dalam Mencari Rezeki

Arah mencari rezeki menurut primbon Jawa pada dasarnya memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa dahulu menghubungkan aktivitas mencari penghasilan dengan perhitungan waktu dan arah.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Lengkap dan Waktu Terbaik Mencari Nafkah

Sebelum berangkat berdagang atau memulai aktivitas ekonomi, masyarakat juga mengenal kebiasaan berdoa dan memohon kelancaran rezeki. Perhitungan hari dan pasaran kemudian menjadi salah satu bagian dari tradisi tersebut.

Di tengah kehidupan modern, kepercayaan semacam ini masih menarik perhatian karena menjadi bagian dari warisan budaya Jawa. Namun, penggunaannya sebaiknya ditempatkan sebagai pengetahuan tradisional dan budaya, bukan sebagai jaminan seseorang akan mendapatkan rezeki.

Pada akhirnya, doa, usaha, perencanaan, serta kemampuan membaca peluang tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan pekerjaan dan usaha. Primbon dapat dipahami sebagai salah satu warisan budaya yang mencerminkan cara masyarakat Jawa terdahulu memaknai waktu, arah, dan perjalanan mencari penghidupan.

Baca Juga: Cara Mencari Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Perhatikan Hari Naas hingga Nogo Dino agar Tak Apes

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @BALEKAMBANGtv
Kalender Jawa hari pasaran Jawa arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa mencari rezeki Primbon Jawa