Arah Mencari Rezeki Hari Rabu Menurut Primbon Jawa, Ada Dua Arah Utama

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Arah mencari rezeki hari Rabu menurut Primbon Jawa adalah utara dan timur. Simak arah pantangan dan yang disebut sebagai matinya hari.
Arah mencari rezeki hari Rabu menurut Primbon Jawa adalah utara dan timur. Simak arah pantangan dan yang disebut sebagai matinya hari.

JAKARTA - Arah mencari rezeki hari Rabu menjadi salah satu pembahasan dalam tradisi Primbon Jawa. Berdasarkan konsep Pati Uriping Dina atau mati dan hidupnya hari, setiap hari memiliki arah yang dipercaya membawa keberuntungan maupun arah yang sebaiknya dihindari ketika seseorang bepergian untuk mencari nafkah.

Perhitungan tersebut disebut mengacu pada Kitab Primbon Betaljemur Adammakna nomor 154. Pedoman tradisional ini tidak hanya membahas perjalanan untuk mencari rezeki, tetapi juga dapat dikaitkan dengan pekerjaan, sandang pangan, jodoh, kemitraan, hingga keberkahan.

Untuk arah mencari rezeki hari Rabu, terdapat dua arah yang disebut sebagai uriping dina atau hidupnya hari. Keduanya adalah utara dan timur. Sementara itu, barat masuk dalam kategori laranganing dina, sedangkan selatan disebut sebagai patining dina.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Ini Panduan Hari dan Pasaran yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Utara dan Timur Disebut Arah Baik

Dalam perhitungan Primbon Jawa yang dibahas, utara dan timur menjadi arah yang disarankan ketika seseorang hendak bepergian pada hari Rabu.

Kedua arah tersebut dipercaya dapat membawa kelancaran dalam mencari rezeki. Selain urusan pekerjaan dan penghasilan, perjalanan menuju utara atau timur juga dikaitkan dengan peluang mendapatkan kemitraan, kemudahan dalam pekerjaan, maupun urusan jodoh.

Dengan demikian, seseorang yang mengikuti perhitungan Pati Uriping Dina dapat menjadikan utara dan timur sebagai pilihan arah ketika hendak melakukan perjalanan penting pada hari Rabu.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Weton Jawa, Benarkah Menentukan Kelancaran Rezeki? Ini Daftar Lengkapnya

Dalam istilah Jawa, utara dikenal dengan sebutan ngalor, sedangkan timur disebut ngetan. Keduanya ditempatkan sebagai arah yang memiliki nilai positif untuk hari Rabu berdasarkan perhitungan tradisional tersebut.

Barat Masuk Laranganing Dina

Selain arah yang dianggap baik, Primbon Jawa juga mengenal laranganing dina, yakni arah yang sebaiknya dihindari untuk tujuan tertentu.

Untuk hari Rabu, barat disebut sebagai laranganing dina. Artinya, arah tersebut tidak dianjurkan menjadi tujuan utama ketika seseorang bepergian untuk mencari nafkah atau pekerjaan.

Dalam kepercayaan tradisional, menghindari arah tersebut dipercaya dapat membantu seseorang menjaga kelancaran perjalanan dan usaha mencari rezeki.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Lengkap dan Waktu Terbaik Mencari Nafkah

Namun, konsep ini merupakan bagian dari kepercayaan budaya Jawa. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bepergian ke arah barat pada hari Rabu secara langsung menyebabkan kegagalan atau menghambat rezeki.

Selatan Disebut Patining Dina

Sementara itu, selatan atau ngidul disebut sebagai patining dina, yang berarti matinya hari untuk Rabu.

Posisi ini dianggap sebagai arah yang paling tidak dianjurkan dalam perhitungan tersebut. Bagi orang yang hendak mencari pekerjaan, berdagang, atau mencari rezeki pada hari Rabu, arah selatan disebut sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Benarkah Bisa Membawa Untung Berlipat? Ini Daftar Lengkapnya

Dalam kepercayaan yang dibahas, perjalanan menuju arah tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu peluang, memutus jalan rezeki, atau membawa hasil yang kurang baik.

Karena itu, jika mengikuti perhitungan primbon, susunan arah pada hari Rabu adalah utara dan timur sebagai arah yang dianggap baik, barat sebagai pantangan, serta selatan sebagai arah yang paling dihindari.

Tradisi Primbon Jawa di Tengah Kehidupan Modern

Arah mencari rezeki hari Rabu merupakan bagian dari warisan pengetahuan tradisional Jawa. Perhitungan Pati Uriping Dina memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa terdahulu menghubungkan hari dengan arah perjalanan dan berbagai keperluan kehidupan.

Baca Juga: Fenomena Rashdul Kiblat 16 Juli 2026, MUI Kabupaten Blitar Ajak Umat Kalibrasi Arah Kiblat dengan Cara Mudah

Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi tersebut, perhitungan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar sebelum melakukan perjalanan. Namun, keberhasilan mencari nafkah tetap dipengaruhi faktor nyata seperti kesempatan, kemampuan, kondisi ekonomi, strategi usaha, serta pengambilan keputusan.

Karena itu, primbon dapat ditempatkan sebagai pengetahuan budaya dan kepercayaan leluhur, bukan jaminan pasti mengenai hasil perjalanan. Dalam kehidupan modern, pertimbangan rasional dan persiapan yang matang tetap penting ketika seseorang hendak mencari pekerjaan, menjalankan usaha, atau melakukan perjalanan untuk mencari penghasilan.

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @KITABPRIMBON
arah rezeki Kitab Primbon Betaljemur Adammakna arah mencari rezeki hari Rabu Pati Uriping Dina Primbon Jawa