JAKARTA - Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan sering kali dianggap cukup dilakukan dengan komunikasi yang baik. Padahal, komunikasi bukan satu-satunya faktor yang membuat hubungan romantis mampu bertahan dalam jangka panjang. Ada unsur lain yang tidak kalah penting, yakni perasaan positif terhadap pasangan.
Baca Juga: Cara Menjaga Hubungan Sehat dengan Pasangan: Boundaries Jadi Kunci agar Hubungan Tak Saling Menekan
Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan membutuhkan lebih dari sekadar membicarakan masalah ketika konflik muncul. Hubungan yang kuat juga dibangun melalui rasa senang, bersyukur, percaya, dan menerima pasangan sebagaimana adanya. Perasaan tersebut dapat membantu pasangan menghadapi konflik dengan cara yang lebih tenang.
Dalam sebuah hubungan, konflik merupakan sesuatu yang sulit dihindari. Masalah dapat muncul karena perbedaan karakter, kebiasaan, kebutuhan, maupun ekspektasi. Namun, cara pasangan memandang satu sama lain ketika konflik terjadi dapat menentukan apakah hubungan semakin kuat atau justru berakhir.
Komunikasi Bukan Satu-Satunya Kunci
Komunikasi memang menjadi bagian penting dalam hubungan. Pasangan perlu menyampaikan perasaan, kebutuhan, dan masalah yang sedang dihadapi. Namun, komunikasi dapat menjadi sulit ketika dilakukan dalam kondisi emosi yang tinggi.
Ketika seseorang sedang marah atau kecewa, pembicaraan mengenai masalah hubungan berpotensi berubah menjadi pertengkaran. Salah satu pihak bisa tidak mau mendengar, sementara pihak lain merasa tidak dipahami.
Selain itu, hubungan juga bisa berakhir tanpa konflik besar. Ada pasangan yang terlihat baik-baik saja, tetapi tiba-tiba kehilangan perasaan dan memilih berpisah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menyelesaikan konflik.
Perasaan Positif Membantu Hubungan Bertahan
Psikolog sekaligus peneliti hubungan pernikahan John Gottman menempatkan perasaan positif sebagai salah satu unsur penting dalam mempertahankan hubungan.
Perasaan positif dapat berupa rasa senang ketika melihat pasangan, rasa bersyukur karena bisa bersama, hingga perasaan rindu dan antusias untuk menghabiskan waktu bersama.
Ketika perasaan positif terhadap pasangan kuat, konflik dapat dipandang secara berbeda. Masalah yang muncul tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa pasangan memiliki niat buruk.
Kondisi tersebut berkaitan dengan konsep positive sentiment override, yaitu kecenderungan seseorang memberikan penilaian positif terhadap perilaku pasangan.
Misalnya, ketika pasangan tidak membalas pesan, seseorang tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya diabaikan. Bisa saja pasangan sedang bekerja atau memiliki kesibukan lain. Begitu pula ketika pasangan sedang emosional, perilaku tersebut tidak langsung dianggap sebagai cerminan karakter buruknya.
Jangan Gunakan Topeng Saat Menjalani Hubungan
Salah satu hal yang dapat mengganggu hubungan adalah ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu berusaha menunjukkan versi terbaik dirinya saat masa pendekatan.
Pada tahap pendekatan, seseorang mungkin berusaha terlihat sempurna agar menarik perhatian calon pasangan. Namun, ketika hubungan semakin serius, sisi lain dari dirinya mulai terlihat, termasuk kelemahan, ketakutan, dan kebiasaan yang sebelumnya disembunyikan.
Karena itu, kejujuran sejak awal menjadi bagian penting dalam hubungan. Seseorang sebaiknya tidak membangun persona yang jauh berbeda dari dirinya sendiri hanya demi mendapatkan pasangan.
Menjadi autentik membuat pasangan memiliki gambaran yang lebih realistis sejak awal. Dengan begitu, hubungan dapat dibangun berdasarkan penerimaan, bukan ekspektasi yang tidak sesuai kenyataan.
Kenali Pasangan Secara Lebih Mendalam
Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan berikutnya adalah mengenal pasangan secara lebih mendalam. Jangan hanya mengetahui sisi yang terlihat menyenangkan.
Pasangan perlu memahami karakter, kebiasaan, hal yang disukai dan tidak disukai, termasuk kelemahan serta ketakutan yang dimiliki satu sama lain.
Baca Juga: Hari Pantangan Tahun Be 2026 Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Hari Sangar Versi Aboge dan Asapon
Mengenal sisi tersebut penting karena hubungan jangka panjang membutuhkan kemampuan menerima kekurangan. Setiap orang memiliki kelemahan. Pertanyaannya bukan apakah pasangan sempurna, tetapi apakah kedua pihak mampu menerima dan menoleransi kekurangan masing-masing.
Karena itu, sebelum memutuskan menjalani hubungan serius, seseorang juga perlu berpikir kritis. Perasaan cinta memang penting, tetapi kecocokan karakter dan kemampuan menerima pasangan juga harus dipertimbangkan.
Pada akhirnya, cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan pertengkaran. Hubungan yang langgeng membutuhkan komunikasi, kejujuran, penerimaan, dan terutama perasaan positif yang terus dipelihara. Dengan menjadi diri sendiri serta mengenal pasangan secara lebih mendalam, hubungan dapat dibangun di atas ekspektasi yang realistis dan rasa saling menghargai.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Satu Persen - Indonesian Life School