Cara Menjaga Hubungan Sehat dengan Pasangan, 4 Hal Ini Sering Diabaikan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan bukan cuma komunikasi. Kenali diri dan pasangan, terima kekurangan, serta bangun perasaan positif. (PINTEREST)
Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan bukan cuma komunikasi. Kenali diri dan pasangan, terima kekurangan, serta bangun perasaan positif. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan ternyata tidak cukup hanya dengan komunikasi. Meski komunikasi sering dianggap sebagai kunci utama hubungan romantis, ada faktor lain yang menentukan apakah hubungan mampu bertahan atau justru perlahan kehilangan kedekatan.

Cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan juga berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang pasangannya setiap hari. Rasa senang, bersyukur, percaya, dan menerima kekurangan pasangan dapat menciptakan suasana hubungan yang lebih positif, termasuk ketika keduanya sedang menghadapi masalah.

Bahkan, pasangan yang jarang bertengkar belum tentu memiliki hubungan yang benar-benar kuat. Ada hubungan yang terlihat baik-baik saja, tetapi tiba-tiba berakhir karena salah satu atau kedua pihak merasa sudah tidak memiliki perasaan yang sama. Karena itu, menjaga kedekatan emosional menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Hari Pantangan Tahun Be 2026 Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Hari Sangar Versi Aboge dan Asapon

Ketika Komunikasi Justru Tidak Berjalan

Komunikasi tetap memiliki peran penting dalam hubungan. Pasangan perlu berbicara ketika ada masalah, menyampaikan kebutuhan, serta mendengarkan sudut pandang satu sama lain.

Namun, komunikasi tidak selalu berjalan dengan baik. Terutama ketika salah satu pihak sedang marah, kecewa, atau merasa terluka. Dalam kondisi tersebut, pembicaraan mengenai konflik bisa berubah menjadi saling menyalahkan.

Masalah yang sama juga dapat terjadi ketika pasangan tidak mau mendengarkan. Akibatnya, komunikasi justru menjadi bagian dari konflik, bukan solusi.

Karena itu, hubungan yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbicara. Pasangan juga perlu memiliki dasar emosional yang membuat keduanya tetap melihat satu sama lain secara positif.

Perasaan Positif Jadi Fondasi Hubungan

Peneliti hubungan pernikahan John Gottman menjelaskan pentingnya perasaan positif dalam hubungan. Perasaan tersebut dapat muncul dalam bentuk rasa senang ketika bertemu pasangan, rasa bersyukur karena memiliki pasangan, hingga rasa rindu dan antusias untuk menghabiskan waktu bersama.

Perasaan positif membuat seseorang tidak mudah memberikan penilaian buruk terhadap pasangannya ketika terjadi masalah.

Misalnya, ketika pasangan tidak segera membalas pesan, seseorang tidak langsung menganggap dirinya sengaja diabaikan. Ada kemungkinan pasangan sedang bekerja atau memiliki kesibukan lain.

Cara berpikir tersebut dikenal dengan konsep positive sentiment override. Secara sederhana, seseorang cenderung memberikan penafsiran yang lebih positif terhadap perilaku pasangan karena memiliki dasar perasaan positif yang kuat.

Baca Juga: Cara Menjaga Hubungan Sehat dengan Pasangan: Boundaries Jadi Kunci agar Hubungan Tak Saling Menekan

Jangan Menjadi Orang Lain Saat PDKT

Hubungan juga dapat bermasalah ketika seseorang terlalu banyak menggunakan "topeng" selama masa pendekatan. Demi mendapatkan perhatian calon pasangan, seseorang terkadang hanya menunjukkan kelebihan dan menyembunyikan kelemahannya.

Pada awal hubungan, cara tersebut mungkin terlihat berhasil. Namun, ketika hubungan semakin serius, karakter asli dan kebiasaan yang sebelumnya ditutupi akan mulai terlihat.

Kondisi tersebut dapat menciptakan jarak antara harapan dan kenyataan. Pasangan mungkin merasa bahwa orang yang ditemuinya saat pendekatan berbeda dengan orang yang dijalani setelah berpacaran atau menikah.

Karena itu, menjadi diri sendiri sejak awal menjadi langkah penting. Seseorang tidak perlu menciptakan citra sempurna hanya agar disukai. Hubungan jangka panjang justru membutuhkan penerimaan terhadap kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Pasangan

Mengenal pasangan juga tidak cukup hanya mengetahui makanan favorit, hobi, atau kebiasaan sehari-hari. Hal yang lebih penting adalah memahami karakter, ketakutan, kelemahan, serta pola perilakunya ketika menghadapi masalah.

Dengan mengenal pasangan lebih dalam, seseorang dapat mempertimbangkan apakah berbagai perbedaan tersebut bisa diterima dalam hubungan jangka panjang.

Hal yang sama juga berlaku untuk diri sendiri. Hubungan yang sehat bukan tentang mencari pasangan sempurna, tetapi menemukan seseorang yang dapat menerima kekurangan dan bersedia membangun hubungan bersama.

Karena itu, sebelum melangkah ke hubungan yang lebih serius, seseorang perlu menggunakan perasaan sekaligus pertimbangan yang matang. Rasa cinta memang penting, tetapi kecocokan, penerimaan, dan kemampuan menghadapi perbedaan juga menentukan masa depan hubungan.

Hubungan Sehat Dibangun Setiap Hari

Pada akhirnya, cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan membutuhkan usaha dari kedua pihak. Komunikasi tetap penting, tetapi harus didukung oleh kejujuran, penerimaan, dan perasaan positif.

Pasangan juga perlu berhenti mengejar hubungan yang terlihat sempurna. Yang lebih penting adalah membangun hubungan yang realistis, di mana kedua pihak bisa menjadi diri sendiri, memahami kelemahan masing-masing, dan tetap memilih untuk saling menghargai.

Hubungan yang langgeng bukan berarti tidak pernah memiliki konflik. Hubungan yang sehat adalah ketika pasangan mampu melewati konflik tanpa kehilangan rasa hormat dan perasaan positif terhadap satu sama lain.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Satu Persen - Indonesian Life School
cara menjaga hubungan sehat dengan pasangan hubungan sehat komunikasi pasangan perasaan positif hubungan langgeng