JAKARTA - Manfaat membantu orang lain dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan hubungan sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang besar. Menolong seseorang yang sedang menghadapi kesulitan disebut sebagai amalan mulia karena dapat memberikan kebahagiaan sekaligus meringankan beban sesama.
Pembahasan mengenai manfaat membantu orang lain tersebut merujuk pada sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu pesan yang disampaikan adalah Allah SWT akan senantiasa memberikan pertolongan kepada seorang hamba selama hamba tersebut mau membantu saudaranya yang sedang membutuhkan.
Karena itu, manfaat membantu orang lain menjadi salah satu nilai penting yang layak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bantuan tidak selalu harus berupa materi. Mengangkat kesulitan orang lain, membantu memenuhi kebutuhan, membayarkan utang, hingga membuat seorang muslim merasa bahagia juga termasuk bentuk kebaikan.
Baca Juga: Manfaat Membantu Orang Lain Ternyata Besar, Bukan Cuma Berpahala tapi Juga Bikin Hidup Lebih Berkah
Menolong Sesama Mendapat Pertolongan Allah
Dalam materi tersebut disebutkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan keutamaan membantu memenuhi kebutuhan saudara. Pesan utamanya adalah orang yang berusaha menyelesaikan hajat saudaranya akan mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam urusannya.
Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kepedulian kepada orang lain memiliki hubungan erat dengan kehidupan seorang muslim. Ketika melihat seseorang sedang mengalami kesulitan, umat Islam dianjurkan tidak hanya bersimpati, tetapi juga berusaha memberikan bantuan sesuai kemampuan.
Semakin banyak seseorang memberikan manfaat kepada orang lain, semakin besar pula kesempatan untuk menghadirkan kebaikan dalam lingkungan sekitarnya.
Membahagiakan Orang Lain Memiliki Keutamaan
Hadis lain yang disampaikan dalam materi tersebut menjelaskan bahwa manusia yang paling dicintai Allah adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada manusia.
Bentuknya beragam. Membuat seorang muslim bahagia, menghilangkan kesulitan, membantu melunasi utang, atau mengatasi rasa lapar termasuk perbuatan yang mendapatkan perhatian besar dalam ajaran Islam.
Bahkan, terdapat hadis yang menyebutkan keutamaan berjalan bersama saudara muslim untuk memenuhi kebutuhannya. Perbuatan tersebut digambarkan memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan berdiam untuk beribadah di Masjid Nabawi dalam waktu yang panjang.
Pesan tersebut tidak berarti ibadah seperti salat dan iktikaf menjadi tidak penting. Sebaliknya, pembahasan itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan sesama juga merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Kisah Ulama tentang Membantu Orang yang Kesulitan
Keutamaan membantu orang lain juga tergambar dari kisah Al Hasan Al Bashri. Dalam materi tersebut diceritakan bahwa ia pernah meminta murid-muridnya mendatangi seseorang untuk memberikan bantuan kepada saudaranya yang sedang mengalami kesulitan.
Orang tersebut pada awalnya sedang melakukan iktikaf. Namun, Al Hasan Al Bashri menjelaskan bahwa berjalan untuk membantu saudara yang membutuhkan pertolongan memiliki keutamaan yang sangat besar.
Kisah itu kemudian menjadi gambaran bahwa ibadah sosial dan kepedulian terhadap sesama tidak boleh dipandang sebelah mata. Membantu orang yang sedang kesulitan dapat menjadi bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Baca Juga: Manfaat Membantu Orang Lain Ternyata Besar, Bukan Cuma Berpahala tapi Juga Bikin Hidup Lebih Berkah
Islam Mendorong Tolong-Menolong dalam Kebaikan
Al-Qur'an juga memberikan pedoman mengenai pentingnya saling membantu. Dalam Surah Al-Maidah ayat 2, umat Islam diperintahkan untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, bukan dalam dosa maupun pelanggaran.
Dengan demikian, bantuan yang diberikan tetap harus berada dalam koridor kebaikan. Menolong seseorang bukan berarti mengikuti semua keinginannya, terutama jika bantuan tersebut justru mengarah pada perbuatan yang dilarang.
Selain bantuan berupa harta, dakwah dan mengajak orang lain menuju kebaikan juga disebut sebagai amal yang memiliki kedudukan tinggi. Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa orang yang mengajak kepada petunjuk memperoleh pahala seperti orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka.
Pada akhirnya, manfaat membantu orang lain dapat menjadi bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Memberikan bantuan bukan hanya meringankan beban penerima, tetapi juga menjadi sarana mendapatkan pahala dan pertolongan Allah SWT. Karena itu, kesempatan berbuat baik sebaiknya tidak selalu ditunda. Selama mampu memberikan manfaat, sekecil apa pun bentuknya, pertolongan tersebut tetap memiliki nilai di sisi Allah.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Bidadari Surga