Fenomena Sound Horeg Sam Brewok Blitar, Sekali Tampil Bawa Truk Rp1 Miliar dan Ribuan Penonton

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Sound horeg Sam Brewok Blitar jadi fenomena hiburan besar dengan truk sound Rp1 miliar. Simak kisah bisnis dan kontroversinya.(ScYoutube)
Sound horeg Sam Brewok Blitar jadi fenomena hiburan besar dengan truk sound Rp1 miliar. Simak kisah bisnis dan kontroversinya.(ScYoutube)

BLITAR - Fenomena sound horeg Sam Brewok semakin mencuri perhatian publik setelah kisah perjalanan bisnisnya terungkap. Berasal dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Mujahidin alias Mas Brewok berhasil mengubah kecintaan terhadap musik bass menjadi usaha hiburan besar dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.

Sound horeg Sam Brewok kini menjadi salah satu hiburan yang banyak dicari masyarakat, terutama saat acara karnaval, bersih desa, dan perayaan tertentu. Dengan karakter suara bass rendah yang kuat, penampilan sound system ini mampu menarik perhatian ribuan warga yang datang untuk menyaksikan kemeriahannya.

Di balik besarnya nama Brewok Audio, terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah hobi sederhana. Mas Brewok mengaku awalnya bukan seorang pelaku industri hiburan, melainkan hanya penikmat musik dengan suara bass kuat.

Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Mulai Rp4 Jutaan, Sudah Full Set dan Bergaransi

Awal Mula Mas Brewok Terjun ke Dunia Sound Horeg

Mas Brewok menceritakan dirinya mulai serius mengembangkan sound horeg pada 2019. Sebelum itu, ia lebih dulu menyukai musik bass booster yang biasa digunakan pada sound mobil.

Ketertarikannya semakin besar setelah melihat berbagai acara karnaval di sekitar Blitar yang menggunakan sound dengan suara besar dan getaran kuat.

“Awalnya cuma suka lihat karnaval. Suaranya besar, getarannya terasa, akhirnya saya coba bikin sendiri,” kata Mas Brewok.

Pada tahap awal, sound yang dibuat masih berukuran kecil. Ia hanya memiliki sekitar enam sap atau unit speaker yang digunakan untuk kebutuhan lingkungan sekitar.

Namun, karena banyak masyarakat tertarik menggunakan jasanya, perangkat tersebut terus dikembangkan. Dari tahun ke tahun, jumlah perlengkapan bertambah hingga menjadi bisnis besar seperti sekarang.

Punya Puluhan Kru dan Melayani Banyak Daerah

Perkembangan Brewok Audio membuat bisnis tersebut tidak lagi sekadar hobi. Kini, Mas Brewok memiliki sekitar 70 kru yang terbagi dalam beberapa tim.

Dalam satu keberangkatan, satu truk sound biasanya membawa tujuh orang kru yang bertugas mengoperasikan berbagai perangkat audio.

Tidak hanya melayani wilayah Blitar, sound horeg Sam Brewok juga menerima undangan dari berbagai daerah. Beberapa wilayah yang menjadi tujuan antara lain Malang, Jawa Tengah, hingga luar Pulau Jawa.

Menurut Mas Brewok, permintaan terhadap sound horeg meningkat pada periode tertentu, terutama saat musim karnaval, Agustusan, dan acara tradisi masyarakat.

Pada bulan-bulan ramai, pihaknya bahkan bisa mengirim beberapa tim dalam satu hari ke lokasi berbeda.

Harga Fantastis, Satu Truk Sound Bisa Lebih dari Rp1 Miliar

Popularitas sound horeg juga tidak terlepas dari besarnya modal yang diperlukan. Mas Brewok mengungkapkan satu unit truk lengkap dengan perangkat sound dapat memiliki nilai lebih dari Rp1 miliar.

Jumlah tersebut mencakup kendaraan, speaker berukuran besar, perangkat audio, hingga berbagai perlengkapan pendukung.

Besarnya investasi membuat bisnis sound horeg bukan hanya membutuhkan modal, tetapi juga perawatan dan pengelolaan profesional.

Menurut Mas Brewok, sound yang bagus bukan hanya dilihat dari suara keras, tetapi juga dari karakter suara yang dihasilkan.

Ia lebih mengutamakan dentuman bass rendah yang menjadi ciri khas Brewok Audio dibanding sekadar mengejar volume tinggi.

Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Mulai Rp4 Jutaan, Sudah Full Set dan Bergaransi

Kontroversi Suara Keras dan Klaim Kerusakan

Di balik popularitasnya, sound horeg juga sering menjadi perbincangan karena suara yang sangat keras. Beberapa masyarakat menganggap hiburan tersebut mengganggu, terutama jika digelar di kawasan padat penduduk.

Namun, Mas Brewok menegaskan setiap acara yang menghadirkan sound horeg harus melalui proses perizinan. Menurutnya, pihak yang mengundang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Terkait kabar kaca rumah pecah akibat sound horeg, ia menyebut hal tersebut tidak selalu seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Menurutnya, jika memang terjadi kerusakan dalam sebuah acara, biasanya panitia penyelenggara akan bertanggung jawab mengganti kerugian.

Harapan Agar Sound Horeg Lebih Diterima

Mas Brewok berharap fenomena sound horeg dapat berkembang dengan aturan yang lebih baik. Ia meminta para pelaku usaha sound system tetap menjaga keamanan, penampilan, serta hubungan dengan masyarakat.

Baginya, sound horeg merupakan bentuk kreativitas warga yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang.

Fenomena sound horeg Sam Brewok membuktikan bahwa hiburan lokal mampu berkembang menjadi industri kreatif besar. Meski masih menghadapi pro dan kontra, keberadaan sound horeg tetap memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat yang menyukai musik dengan energi besar.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KapanLagiDotCom
brewok audio Sam Brewok karnaval Jawa Timur blitar sound horeg