Sound Horeg Sam Brewok Blitar Diburu Setahun Sebelum Acara, Tarif Terendah Rp30 Juta

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Sound horeg Sam Brewok Blitar makin populer. Booking karnaval harus setahun sebelumnya, dengan tarif mulai Rp30 juta hingga investasi Rp1 miliar.(Pinterest)
Sound horeg Sam Brewok Blitar makin populer. Booking karnaval harus setahun sebelumnya, dengan tarif mulai Rp30 juta hingga investasi Rp1 miliar.(Pinterest)

BLITAR - Sound horeg Sam Brewok Blitar ternyata memiliki jadwal pemesanan yang cukup padat. Untuk acara karnaval, masyarakat bahkan disebut harus melakukan booking hingga satu tahun sebelumnya agar tidak keduluan penyewa lain.

Mujahidin atau Mas Brewok, pemilik Brewok Audio, mengungkap tingginya permintaan tersebut saat berbincang dengan tim KapanLagi. Bisnis yang bermula dari hobi terhadap musik bass itu kini berkembang menjadi usaha dengan sekitar 70 kru dan sejumlah tim yang bisa diberangkatkan ke lokasi berbeda.

Sound horeg Sam Brewok Blitar juga tidak hanya melayani wilayah Blitar dan Malang. Permintaan datang dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Bahkan, pembeli dan pelanggan perangkat sound miliknya juga berasal dari luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Rp4 Jutaan Sudah Dapat Banyak Perangkat, Ini Rinciannya

Berawal dari Hobi Musik Bass

Mas Brewok mengaku mulai serius mengembangkan sound system pada 2019. Sebelumnya, ia lebih banyak menikmati musik dengan karakter bass kuat, termasuk sound mobil atau bass booster.

Ketertarikannya semakin besar setelah melihat karnaval di lingkungan sekitar. Suara yang keras dan getaran bass membuatnya ingin memiliki perangkat sendiri.

Awalnya, sound tersebut hanya dibuat dalam skala kecil untuk digunakan ketika ada kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya. Saat itu, perangkat yang dimiliki sekitar enam sap.

Namun, permintaan dari masyarakat perlahan muncul. Ada warga yang mulai memesan sound untuk berbagai acara. Dari situlah Mas Brewok terus menambah perangkat hingga bisnisnya berkembang seperti sekarang.

Satu Tim Berisi Tujuh Orang

Brewok Audio kini memiliki sekitar 70 orang yang tergabung dalam berbagai tim. Dalam satu keberangkatan, satu unit truk biasanya membawa tujuh kru.

Pada periode tertentu, terutama Juli hingga Oktober, jadwal pekerjaan menjadi jauh lebih padat. Bulan-bulan tersebut bertepatan dengan banyaknya karnaval, perayaan kemerdekaan, hingga acara tradisi masyarakat.

Mas Brewok bahkan menyebut dalam satu waktu pihaknya dapat memberangkatkan hingga 10 tim ke lokasi berbeda.

Kepadatan jadwal itulah yang membuat calon penyewa harus memesan lebih awal. Untuk acara karnaval, pemesanan umumnya dilakukan satu tahun sebelumnya. Bahkan, ada pelanggan yang sudah membayar uang muka untuk mendapatkan jadwal dua tahun berikutnya.

Tarif Mulai Puluhan Juta

Besarnya permintaan juga terlihat dari tarif penyewaan. Mas Brewok menyebut harga terendah untuk wilayah terdekat di Jawa Timur berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta.

Harga tersebut dapat meningkat apabila lokasi acara semakin jauh karena terdapat tambahan biaya transportasi dan kebutuhan operasional.

Selain tarif sewa, investasi perangkat yang dimiliki Brewok Audio juga sangat besar. Satu unit truk lengkap dengan sound system disebut memiliki nilai lebih dari Rp1 miliar.

Karakter sound yang ditawarkan juga bukan sekadar mengejar suara keras. Mas Brewok mengatakan Brewok Audio lebih mengutamakan dentuman pada frekuensi rendah yang menjadi ciri khasnya.

Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Mulai Rp4 Jutaan, Sudah Full Set dan Bergaransi

Sound Horeg Masih Menuai Pro Kontra

Di tengah popularitasnya, sound horeg tetap menghadapi kritik dari sebagian masyarakat. Suara berintensitas tinggi dianggap berpotensi mengganggu warga, terutama ketika kegiatan berlangsung di jalan atau kawasan permukiman.

Beberapa warga yang diwawancarai mengaku menikmati sound horeg sebagai hiburan. Namun, ada pula yang berharap pertunjukan dengan volume sangat besar digelar di lapangan atau lokasi khusus agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Mas Brewok sendiri mengatakan pihaknya selalu bergantung pada penyelenggara dalam urusan perizinan. Menurutnya, acara harus mendapatkan persetujuan lingkungan dan keamanan sebelum sound datang ke lokasi.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab apabila terjadi kerusakan selama acara. Jika terdapat kerusakan pada properti warga, pihak penyelenggara dinilai harus menyelesaikannya.

 

Berharap Ada Ruang untuk Kreativitas

Mas Brewok berharap pemerintah dan masyarakat memberikan ruang bagi pelaku sound horeg selama seluruh aturan dipenuhi.

Menurutnya, keberadaan sound horeg telah menjadi bagian dari hiburan masyarakat di sejumlah daerah. Selain memberikan hiburan, bisnis tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan orang.

Meski pro dan kontra masih terus muncul, perjalanan Brewok Audio menunjukkan bahwa hobi terhadap musik bass dapat berkembang menjadi bisnis bernilai besar. Tantangannya kini adalah memastikan hiburan tersebut tetap berjalan dengan memperhatikan keamanan, perizinan, dan kenyamanan warga.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KapanLagiDotCom
brewok audio Sam Brewok blitar sound horeg karnaval