BLITAR - Popularitas sound horeg Sam Brewok Blitar membuat jadwal tampil harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Untuk acara karnaval, calon penyewa bahkan bisa melakukan booking satu tahun sebelum hari pelaksanaan.
Mujahidin atau Mas Brewok, pemilik Brewok Audio, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat jadwal tampil cepat terisi. Tak sedikit penyelenggara yang langsung mengamankan jadwal setelah acara tahun berjalan selesai.
Sound horeg Sam Brewok Blitar sendiri berkembang dari sebuah hobi sederhana. Mas Brewok yang sejak muda menyukai musik dengan karakter bass kuat mulai serius membuat sound sendiri pada 2019. Kini, usahanya berkembang menjadi bisnis dengan sekitar 70 kru dan sejumlah tim yang dapat bekerja secara bersamaan.
Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Rp4 Jutaan Sudah Dapat Banyak Perangkat, Ini Rinciannya
Dari Sound Kecil hingga Puluhan Kru
Ketertarikan Mas Brewok terhadap dunia sound bermula ketika dirinya sering melihat karnaval di lingkungan sekitar. Dentuman bass dan suasana meriah yang tercipta membuatnya tertarik memiliki sound sendiri.
Pada awalnya, perangkat yang dibuat hanya berjumlah sekitar enam sap. Sound tersebut digunakan untuk acara di lingkungan sendiri sehingga dirinya tidak perlu menyewa perangkat dari orang lain.
Perlahan, permintaan mulai berdatangan. Masyarakat yang melihat penampilan sound miliknya kemudian tertarik menggunakan jasa tersebut untuk acara mereka.
Dari situlah perangkat terus ditambah. Hobi yang semula dilakukan untuk bersenang-senang bersama teman berubah menjadi pekerjaan yang memberikan penghasilan bagi banyak orang.
Kini, Brewok Audio memiliki sekitar 70 kru. Satu tim terdiri atas sekitar tujuh orang dan biasanya bekerja menggunakan satu unit truk.
Bisa Kirim 10 Tim dalam Satu Waktu
Perkembangan usaha membuat Brewok Audio mampu melayani beberapa lokasi sekaligus. Mas Brewok menyebut saat periode ramai, pihaknya dapat memberangkatkan hingga 10 tim ke tempat berbeda.
Puncak permintaan biasanya terjadi sekitar Juli, Agustus, September, hingga Oktober. Pada periode tersebut, banyak daerah menggelar karnaval, acara kemerdekaan, sedekah bumi, serta berbagai kegiatan masyarakat.
Sebaliknya, Januari dan Februari cenderung menjadi periode sepi. Kegiatan yang berlangsung lebih banyak berupa pengecekan atau persiapan sound di lapangan.
Wilayah pemesan juga semakin luas. Tidak hanya Blitar dan Malang, permintaan datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di luar Jawa, Mas Brewok menyebut pasar sound system juga berkembang di Kalimantan dan Sumatera.
Tarif Terendah Rp30 Juta
Untuk menggunakan jasa sound horeg dalam sebuah acara, penyewa harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Mas Brewok menyebut tarif paling rendah saat ini sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta.
Tarif tersebut berlaku untuk lokasi yang relatif dekat, seperti Blitar dan Malang. Semakin jauh lokasi acara, biaya transportasi dan kebutuhan operasional juga ikut memengaruhi harga.
Sementara itu, nilai satu unit truk lengkap dengan perangkat sound miliknya dapat menembus lebih dari Rp1 miliar.
Besarnya nilai investasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis sound horeg bukan sekadar membawa speaker berukuran besar. Di dalamnya terdapat kendaraan, perangkat audio, kru, serta kebutuhan operasional yang harus dipersiapkan secara profesional.
Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Mulai Rp4 Jutaan, Sudah Full Set dan Bergaransi
Booking Bisa Dilakukan Setahun Sebelumnya
Salah satu hal yang menarik adalah sistem pemesanannya. Mas Brewok mengatakan acara karnaval biasanya sudah memiliki jadwal jauh sebelum hari H.
Karena itu, masyarakat yang ingin menghadirkan Brewok Audio harus segera menghubungi pihaknya. Setelah acara tahun ini selesai, penyelenggara bisa langsung memesan untuk tahun berikutnya.
Bahkan, ada calon penyewa yang rela membayar uang muka untuk mengamankan jadwal dua tahun mendatang.
Menurut Mas Brewok, langkah tersebut dilakukan agar penyelenggara tidak kalah cepat dengan desa atau daerah lain yang juga menginginkan sound horeg untuk acara mereka.
Tetap Hadapi Pro dan Kontra
Popularitas sound horeg tidak membuat kontroversi menghilang. Suara yang sangat keras masih menjadi persoalan bagi sebagian warga.
Mas Brewok mengatakan pihaknya tetap mengandalkan penyelenggara untuk memastikan acara memiliki izin. Menurutnya, izin lingkungan, keamanan, serta kesiapan lokasi harus diperhatikan sebelum sound datang.
Ia juga meminta penyelenggara bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan selama kegiatan.
Bagi Mas Brewok, sound horeg merupakan bentuk kreativitas masyarakat yang bisa menjadi hiburan sekaligus sumber penghasilan. Namun, keberadaannya tetap harus disertai kesadaran untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Dengan permintaan yang terus berkembang dan jadwal yang bisa terisi setahun sebelumnya, sound horeg Sam Brewok menunjukkan bahwa hiburan berbasis sound system kini telah menjadi industri tersendiri di tengah masyarakat Jawa Timur.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KapanLagiDotCom