BLITAR - Sound horeg Sam Brewok Blitar memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sound system lain. Bukan sekadar mengejar suara paling keras, Mas Brewok justru mengandalkan dentuman bass rendah yang kuat sebagai ciri khas dalam setiap penampilannya.
Mujahidin atau yang akrab disapa Mas Brewok merupakan pemilik Brewok Audio yang berbasis di Blitar, Jawa Timur. Ia mulai serius mengembangkan usaha sound system tersebut sejak 2019 setelah sebelumnya menjadi penikmat musik bass booster dan sound mobil.
Kini, sound horeg Sam Brewok Blitar telah berkembang jauh dari awalnya yang hanya memiliki perangkat kecil. Bisnis tersebut memiliki sekitar 70 kru dan mampu mengirim sejumlah tim ke lokasi berbeda dalam waktu bersamaan.
Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan Terbaru, Paket Full Set Lengkap di Bawah Rp5 Juta
Terinspirasi dari Musik Bass Booster
Kecintaan Mas Brewok terhadap suara dengan frekuensi rendah sudah muncul sebelum dirinya terjun ke bisnis sound horeg. Ia mengaku lebih dulu menyukai musik yang dimainkan menggunakan sound mobil dengan karakter bass kuat.
Ketika melihat karnaval di sekitar tempat tinggalnya, ketertarikan tersebut semakin besar. Dentuman suara dan getaran yang dirasakan dari perangkat sound membuatnya ingin mencoba membuat sendiri.
Awalnya, sound yang dimilikinya hanya sekitar enam sap. Perangkat tersebut digunakan untuk kebutuhan lingkungan sendiri agar tidak perlu menyewa sound ketika ada kegiatan.
Namun, situasi berubah setelah orang lain mulai tertarik menggunakan sound miliknya.
“Awalnya bikin kecil-kecilan, dipakai sendiri. Lama-lama ada yang pesan, akhirnya ditambah terus,” ujar Mas Brewok.
Permintaan yang terus muncul membuatnya perlahan menambah perangkat hingga akhirnya Brewok Audio berkembang menjadi sebuah usaha profesional.
Fokus pada Dentuman Bass
Menurut Mas Brewok, setiap sound system memiliki karakter masing-masing. Ada perangkat yang mengutamakan suara keras, tetapi Brewok Audio lebih menonjolkan frekuensi rendah.
Karakter tersebut menghasilkan dentuman bass yang terasa kuat ketika sound dimainkan dalam skala besar.
Ia mengatakan ukuran bagus atau tidaknya sebuah sound sebenarnya relatif. Selera pendengar berbeda-beda sehingga tidak bisa hanya diukur berdasarkan satu aspek.
Bagi Mas Brewok, respons penonton menjadi salah satu indikator sederhana. Jika masyarakat menikmati pertunjukan dan jumlah penonton banyak, berarti sound tersebut mampu memberikan hiburan sesuai harapan.
Berkembang Menjadi Bisnis Besar
Perjalanan dari hobi menjadi bisnis membuat Brewok Audio kini memiliki puluhan kru. Total orang yang terlibat disebut mencapai sekitar 70 orang.
Satu tim biasanya terdiri atas tujuh kru yang bekerja bersama dalam satu unit truk. Ketika memasuki musim ramai, Brewok Audio bahkan dapat memberangkatkan hingga 10 tim dalam waktu bersamaan.
Puncak kesibukan biasanya terjadi mulai Juli hingga Oktober. Periode tersebut bertepatan dengan berbagai kegiatan masyarakat, seperti karnaval, perayaan kemerdekaan, sedekah bumi, dan acara desa.
Jangkauan pekerjaannya juga semakin luas. Selain Blitar dan Malang, permintaan datang dari sejumlah wilayah Jawa Tengah. Bahkan, bisnis sound miliknya juga memiliki pelanggan dari Kalimantan dan Sumatera.
Baca Juga: Harga Sound Horeg Rumahan di Bawah Rp5 Juta, Paket Lengkap Sudah Dapat Banyak Bonus
Investasi Satu Truk Lebih dari Rp1 Miliar
Perangkat sound berukuran besar tentu membutuhkan modal yang tidak kecil. Mas Brewok menyebut nilai satu unit truk lengkap dengan sound system bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Sementara itu, tarif penyewaan untuk lokasi terdekat berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta. Biaya tersebut dapat meningkat apabila lokasi acara semakin jauh.
Karena tingginya permintaan, penyelenggara karnaval juga harus melakukan pemesanan lebih awal. Menurut Mas Brewok, booking satu tahun sebelumnya merupakan hal yang biasa.
Bahkan, ada penyelenggara yang langsung melakukan pemesanan dan membayar uang muka untuk tahun berikutnya agar jadwal mereka tidak didahului pihak lain.
Di Tengah Pro dan Kontra
Meski memiliki banyak penggemar, sound horeg tetap menjadi fenomena yang memunculkan perdebatan. Sebagian warga menikmati pertunjukan tersebut sebagai hiburan, sedangkan lainnya merasa terganggu oleh volume suara yang sangat besar.
Mas Brewok mengatakan keberadaan sound horeg harus tetap mengikuti aturan. Penyelenggara wajib mengurus izin lingkungan dan keamanan sebelum kegiatan digelar.
Ia juga meminta pelaku sound horeg menjaga sikap dan penampilan agar tidak memberikan kesan negatif kepada masyarakat.
Menurutnya, sound horeg bisa terus berkembang apabila pelaku, penyelenggara, dan masyarakat sama-sama menjaga keamanan serta kenyamanan.
Dari perangkat kecil yang awalnya hanya digunakan untuk hiburan lingkungan, Brewok Audio kini telah menjadi salah satu bisnis sound system dengan nilai investasi besar. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegemaran terhadap musik bass mampu berkembang menjadi industri hiburan yang memiliki pasar luas.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KapanLagiDotCom