JAKARTA – Kostum karnaval anak laki-laki tidak selalu harus dibuat dari bahan mahal. Plastik resek yang biasanya dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata bisa diubah menjadi kostum karnaval yang menarik, unik, dan relatif mudah dibuat. Dengan tambahan lakban warna-warni serta beberapa bahan sederhana, plastik bekas dapat disulap menjadi pakaian karnaval untuk anak.
Ide kostum karnaval anak laki-laki dari plastik resek ini cocok bagi orang tua maupun sekolah yang ingin membuat busana karnaval dengan biaya terjangkau. Selain hemat, proses pembuatannya juga dapat menjadi kegiatan kreatif bersama anak.
Dalam sebuah tutorial di channel Mirahil, pembuatan kostum karnaval anak laki-laki dari plastik resek dimulai dengan membuat bagian pinggang atau bawahan. Plastik berukuran 30 x 65 sentimeter dilipat menjadi tiga bagian hingga menyisakan lipatan terakhir sekitar 10 sentimeter. Bagian tersebut kemudian diperkuat menggunakan lakban dan steples.
Baca Juga: SPL Audio Bongkar Rahasia Middle 10 Inci, Digeber Plus 8 dB tapi Tak Ada Speaker yang Jebol
Setelah bentuk dasar selesai, bagian pinggir plastik dilipat sekitar 1-2 sentimeter. Lipatan tersebut kemudian direkatkan menggunakan lakban agar lebih kuat dan tidak mudah terbuka.
Bagian depan bawahan selanjutnya dihias menggunakan lakban berwarna. Jika tidak memiliki lakban khusus, bahan tersebut dapat diganti dengan double tape dan plastik berwarna putih.
Untuk membuat hiasan berbentuk rumbai, digunakan plastik resek berukuran 30 x 15 sentimeter sebanyak empat lembar. Plastik dilipat menjadi dua, kemudian digunting membentuk pola tertentu. Setelah dibuka, empat lembar plastik tersebut menghasilkan delapan lembar.
Baca Juga: SPL Audio 16 Sap Dibongkar, Middle 10 Inci dan Subwoofer 21 Inci Digeber hingga Plus 8 dB
Setiap lembar kemudian diberi list menggunakan lakban merah. Karena plastik putih yang digunakan cukup tipis, beberapa lembar dapat ditumpuk menggunakan double tape agar terlihat lebih tebal.
Sementara itu, plastik merah berukuran 16 x 25 sentimeter digunakan sebagai hiasan tambahan. Plastik tersebut dilipat dan digunting mengikuti pola, kemudian diberi list berwarna putih. Penggunaan warna dibuat berlawanan agar bagian dekorasi terlihat lebih mencolok.
Hiasan tersebut ditempelkan pada bagian pinggang. Posisi bagian tengah dibuat sedikit lebih rendah, sedangkan sisi kanan dan kiri dinaikkan sehingga menghasilkan bentuk melengkung. Setelah ditempel, bagian tersebut kembali diperkuat dengan lakban merah dan putih.
Bagian belakang dapat menggunakan lakban, tali, atau velcro sebagai pengikat. Dengan begitu, ukuran kostum dapat disesuaikan dengan tubuh anak.
Setelah bagian bawahan selesai, pembuatan dilanjutkan pada bagian atasan. Bahan yang digunakan cukup sederhana, yakni dua lembar kertas bekas ujian.
Kertas tersebut dilipat menjadi dua. Dari bagian bawah diukur sekitar 15 sentimeter, kemudian dibuat pola untuk kerung leher. Jika bentuk leher dirasa kurang melengkung, pola dapat ditambah sekitar 0,5 sentimeter.
Baca Juga: Audio Cumi-Cumi Terbaru Bongkar Jeroan Sound System, Power hingga Subwoofer Jadi Sorotan
Kertas kemudian dilapisi plastik resek. Bagian plastik yang polos ditempatkan di sisi dalam agar tulisan pada kertas tidak terlihat dari bagian depan. Pinggir plastik disisakan sekitar satu sentimeter sebelum dilipat ke bagian dalam dan direkatkan dengan lakban.
Pada bagian bahu dipasang tali yang dapat diatur ukurannya. Pengikat tersebut bisa dibuat menggunakan lakban, sedangkan alternatif lainnya adalah velcro atau kancing.
Agar atasan terlihat lebih meriah, plastik dengan lebar sekitar 3-3,5 sentimeter dipotong kecil-kecil hingga membentuk rumbai. Rumbai kemudian digulung agar mudah dipasang.
Baca Juga: Sound Horeg Sam Brewok Blitar Dibooking Setahun Sebelumnya, Ada yang Rela DP untuk Tahun Depan
Bagian yang akan ditempeli rumbai terlebih dahulu diberi double tape. Rumbai dipasang perlahan di bagian depan dan belakang agar hasilnya rapi. Lakban putih dapat digunakan sebagai lapisan tambahan untuk menutup bagian sambungan sekaligus memperkuat dekorasi.
Kerung leher juga diberi lakban putih sehingga bentuknya semakin terlihat jelas. Setelah seluruh bagian selesai dirangkai, kostum tampak lebih berwarna dan memiliki karakter khas busana karnaval.
Kreasi ini menunjukkan bahwa membuat kostum karnaval anak laki-laki dari plastik resek tidak membutuhkan bahan yang rumit. Dengan plastik bekas, kertas, lakban, double tape, serta alat sederhana, orang tua dapat menghasilkan kostum unik sekaligus memanfaatkan kembali bahan yang sudah tidak terpakai.
Selain menghemat biaya, kegiatan membuat kostum sendiri juga bisa menjadi aktivitas kreatif untuk mengembangkan imajinasi anak menjelang acara karnaval sekolah maupun perayaan lainnya.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha