Kostum Adat Papua Cowok dari Plastik, Bisa Dibuat Sendiri untuk Karnaval

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:20 WIB
Kostum adat Papua kreasi berbahan plastik dengan hiasan rumbai, ikat pinggang kepang, serta mahkota bulu yang unik untuk acara karnaval.
Kostum adat Papua kreasi berbahan plastik dengan hiasan rumbai, ikat pinggang kepang, serta mahkota bulu yang unik untuk acara karnaval.

JAKARTA – Membuat kostum untuk acara karnaval tidak harus membutuhkan bahan mahal. Plastik packing, plastik kresek, kardus bekas, kawat tipis, dan beberapa perlengkapan sederhana bisa diubah menjadi kostum bertema Papua yang menarik. Kostum adat Papua cowok dalam tutorial ini dibuat dengan teknik sederhana sehingga dapat menjadi inspirasi kerajinan untuk kegiatan sekolah maupun acara karnaval.

Kostum adat Papua cowok tersebut terdiri atas beberapa bagian, mulai dari bawahan dengan rumbai-rumbai, hiasan badan dan tangan, ikat pinggang kepang, hingga topi yang dilengkapi bulu tiruan dan ornamen menyerupai cangkang kerang. Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan dan dapat memanfaatkan material yang sudah tersedia di rumah.

Dalam tutorial yang menjadi sumber pembuatan kreasi ini, kostum adat Papua cowok dibuat menggunakan plastik packing berukuran 30 x 40 sentimeter sebagai salah satu bahan utama. Plastik tersebut dipotong pada salah satu sisi menggunakan cutter, kemudian dilipat dan bagian ujungnya dipotong zigzag.

Baca Juga: SPL Audio Bongkar Rahasia Middle 10 Inci, Digeber Plus 8 dB tapi Tak Ada Speaker yang Jebol

Setelah pola dasar terbentuk, plastik dipotong-potong menggunakan cutter dengan lebar sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter. Potongan tersebut kemudian dibuat menjadi wiru atau remelan sehingga menghasilkan efek mengembang ketika digunakan.

Teknik membuat remelan dilakukan dengan menjelujur plastik menggunakan jarum, lalu benang ditarik sampai plastik mengerut. Bagi yang tidak ingin menggunakan jarum, proses tersebut bisa dilakukan dengan steples, selotip, maupun double tape.

Bahan kemudian dibuat melingkar mengikuti ukuran pinggang pemakai. Lapisan kedua dibuat dengan ukuran lebih kecil, yakni sekitar setengah dari lebar bahan pertama. Jika bagian pertama menggunakan lebar 30 sentimeter, bagian kedua dibuat sekitar 15 sentimeter.

Baca Juga: SPL Audio 16 Sap Bikin Heboh, Ternyata Rahasia Suara Gahar Ada di Middle 10 Inci

Kedua bagian tersebut disatukan menggunakan steples. Area steples kemudian ditutup dengan lakban agar hasilnya lebih rapi sekaligus mengurangi bagian tajam yang dapat mengganggu saat dikenakan.

Untuk ikat pinggang, tiga plastik packing dipotong memanjang dengan lebar sekitar 3 sentimeter. Ujungnya disatukan menggunakan selotip, kemudian ketiganya dikepang hingga menghasilkan tali yang cukup panjang untuk melingkari pinggang dan digunakan sebagai pengikat di bagian belakang.

Bagian badan dibuat dari plastik kresek hitam berukuran sekitar 5 x 8 sentimeter. Plastik tersebut dilipat sehingga lebarnya menjadi sekitar 4 sentimeter, lalu diberi selotip agar lipatan tidak berubah.

Rumbai-rumbai dibuat dengan teknik serupa seperti bagian bawahan. Bahan dengan lebar sekitar 9 sentimeter kemudian ditempel menggunakan double tape berukuran 1 sentimeter. Bagian sambungan ditutup menggunakan potongan plastik yang digunting zigzag.

Hiasan serupa juga dibuat untuk bagian tangan. Rumbai-rumbainya menggunakan bahan dengan lebar sekitar 7 sentimeter, sedangkan plastik kresek hitam yang menjadi bagian dasarnya memiliki lebar sekitar 3 sentimeter.

Bagian yang menjadi daya tarik berikutnya adalah topi. Kardus berukuran 45 x 5 sentimeter digunakan sebagai bahan dasar. Kardus dilapisi plastik kresek hitam dan diperkuat menggunakan double tape serta selotip pada bagian ujung.

Baca Juga: SPL Audio Pamer Amunisi Baru, Middle 10 Inci dan Subwoofer 21 Inci Jadi Sorotan

Bulu tiruan dibuat dari plastik kresek hitam dengan tulang menggunakan kawat tipis. Plastik ditempel menggunakan double tape, kemudian dipotong menyerupai bentuk bulu dan dicacah pada bagian tepinya. Bulu dibuat dalam berbagai ukuran agar tampilan topi lebih bervariasi.

Bulu-bulu tersebut kemudian ditempel menggunakan lem tembak. Pemasangan dimulai dari bagian tengah menggunakan bulu berukuran paling besar, kemudian dilanjutkan dengan ukuran yang lebih kecil.

Sebagai tambahan, dibuat ornamen menyerupai cangkang kerang menggunakan kawat tipis sepanjang sekitar 7 sentimeter. Kawat dibentuk sesuai pola, kemudian dilapisi plastik packing. Agar topi lebih mudah dikenakan, bagian belakang diberi karet elastis dan diperkuat menggunakan steples serta lem tembak.

Kreasi ini menunjukkan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi kostum karnaval yang unik. Dengan kombinasi plastik packing, plastik kresek, kardus, dan kawat, kostum bertema Papua dapat dibuat secara mandiri tanpa membutuhkan bahan yang rumit.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
kerajinan plastik kostum adat Papua cowok kostum Papua plastik packing kostum karnaval