Baju Karnaval dari Koran Bekas, Rok Berlayer Ini Bisa Dibuat dengan Bahan Sederhana

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Baju karnaval dari koran bekas bisa dibuat dengan teknik sederhana. Simak cara membuat rok berlayer hingga hiasan kostum dari koran.
Baju karnaval dari koran bekas bisa dibuat dengan teknik sederhana. Simak cara membuat rok berlayer hingga hiasan kostum dari koran.

 

JAKARTA - Baju karnaval dari koran bekas bisa menjadi pilihan kostum dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah ditemukan. Melalui video di channel Handmade by Umi, ditunjukkan cara membuat kostum karnaval berbahan koran bekas, mulai dari rok berlayer, ban pinggang, tali, hingga hiasan pada bagian depan baju.

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan lembaran koran bekas. Koran kemudian digunting menjadi dua bagian. Salah satu sisi dibuat berkerut dengan bantuan lakban atau selotip. Kerutan dibuat hingga mencapai bagian ujung koran, kemudian ujung lakban dilipat ke bagian dalam agar lebih rapi.

Lembaran koran berikutnya disiapkan dengan tata letak yang sama untuk disambungkan dengan bagian sebelumnya. Proses tersebut dilakukan berulang hingga panjang koran sesuai dengan lingkar pinggang. Tingkat kerapatan kerutan juga menentukan bentuk rok. Semakin padat kerutan yang dibuat, rok akan terlihat semakin mengembang.

Setelah layer pertama selesai, dibuat layer kedua dengan ukuran yang lebih panjang. Pada bagian ini, koran tidak dipotong menjadi dua. Lembaran koran langsung dibuat berkerut sehingga menghasilkan ukuran berbeda dari layer pertama.

Baca Juga: Dari Jualan Komputer hingga Bangun Sound Horek, Kisah Muzahidin Menembus Job Karnaval Jawa Timur-Jawa Tengah

Pembuatannya tetap menggunakan teknik menyambungkan beberapa lembar koran. Untuk memudahkan proses, koran dapat disambungkan terlebih dahulu hingga mencapai panjang yang diinginkan sebelum dibuat kerutan. Setelah selesai, bagian tersebut menjadi layer panjang yang nantinya ditimpa dengan layer pendek.

Kedua layer kemudian ditempelkan pada bagian ban pinggang. Proses pemasangan dapat menggunakan lem tembak atau hekter. Lem ditekan agar benar-benar menempel, kemudian ditempelkan hingga mencapai bagian ujung ban pinggang.

Untuk bagian tali, digunakan pita satin berwarna hitam dengan lebar 2,5 sentimeter. Jika tidak memiliki pita satin, pembuat juga menyebut plastik kresek sebagai alternatif. Pita ditempel menggunakan lem dan nantinya dapat diikat pada bagian belakang ketika kostum digunakan.

Baca Juga: Personel Damkar Blitar Nyabu Kini Direhab, Terancam Dipecat jika Mengulangi

Setelah rok selesai, proses dilanjutkan dengan membuat dan menghias bagian atas baju. Pola baju disebut telah dicantumkan pada deskripsi video. Hiasannya kembali menggunakan koran bekas.

Satu lembar koran digunting menjadi dua bagian. Salah satu sisi kemudian dilipat dengan jarak yang tidak terlalu lebar. Teknik lipatan dipilih karena tekstur koran yang kaku membuat hasil kerutan terlalu mengembang jika digunakan sebagai hiasan dada.

Bagian dalam lipatan juga dapat diberi lakban agar lebih rapi. Potongan berikutnya dibuat dengan bentuk yang sama dan dipasang secara berhadapan agar hiasan terlihat simetris. Setelah itu, kedua bagian ditempelkan pada bagian depan baju.

Agar motif tidak terlihat terlalu polos, hiasan tambahan dibuat menggunakan pita satin dengan warna yang senada dengan bagian ikat pinggang. Pita dipotong menjadi beberapa bagian pendek, kemudian ditempel satu per satu pada bagian kerah. Jarak antarpita dibuat tidak terlalu rapat agar motif tetap terlihat.

Bagian tengah baju kemudian diberi pita menjuntai. Sebelumnya, pita tersebut diikat menggunakan benang. Untuk hiasan bagian tengahnya, koran dibentuk dan diikat menggunakan benang, lalu dipotong sesuai bentuk yang diinginkan sebelum ditempelkan.

Hasil akhirnya merupakan kostum karnaval berbahan koran bekas dengan rok berlayer dan berbagai hiasan dari koran serta pita satin. Teknik tersebut menunjukkan bahwa koran bekas dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari kostum dengan proses melipat, mengerutkan, menyambungkan, dan menempelkan bahan.

 

Source: Youtube/@Kerajinandaribarangbekas

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
Kerajinan koran bekas Baju karnaval agustusan